Home / Mutiara Hikmah / 3 Sebab Dosa Kecil Berubah Jadi Dosa Besar

3 Sebab Dosa Kecil Berubah Jadi Dosa Besar

Sebab Dosa Kecil Berubah Jadi Dosa Besar

Para Ulama membagi dosa menjadi dua, yaitu dosa besar dan dosa kecil.

Dosa besar adalah segala bentuk kemaksiatan yang diancam keras dalam al Qur’an maupun hadits shohih berupa: diancam dengan api neraka,  mendapat kemurkaan Allah, laknat dari Allah dan Rasul-Nya, haram masuk surga, tidak mencium bau surga, Nabi berlepas diri darinya, atau wajibnya ditegakkan hukum had di dunia.

Dosa besar tidaklah bisa dihapus kecuali dengan bertaubat kepada Allah. Untuk dosa selain syirik, jika seseorang meninggal dunia belum sempat bertaubat dari dosa besar, ia berada di bawah kehendak Allah. Jika Allah kehendaki Allah ampuni, jika tidak Allah akan mengadzabnya sesuai kadar dosanya tersebut.

Baca Juga: Dosa yang Tidak Diampuni dan yang Tahta Masyi’ah

Dosa kecil adalah dosa-dosa yang tidak masuk kategori tersebut. Dosa-dosa kecil bisa dihapus dengan sholat wajib yang satu dengan berikutnya, wudhu, puasa ramadhan yang satu dengan berikutnya, langkah kaki menuju masjid, dan semisalnya.

Para Ulama menyebutkan bahwa “Terus-menerus di atas maksiat (dosa kecil, red) –dan orang itu mengetahui hal tersebut adalah kemaksiatan- terkandung padanya menganggap remeh dalam bermaksiat kepada Allah ‘azza wa jalla”. Sedangkan menganggap ringan dalam memaksiati Allah ‘azza wa jalla termasuk dosa besar.

Sebagaimana suatu perkataan ulama yang sangat menyentuh:

Janganlah kamu memandang kepada kecilnya maksiat namun lihatlah keagungan Dzat yang engkau memaksiati-Nya.

Berikut ini adalah sebab dosa kecil berubah jadi dosa besar:

  1. Melakukannya secara terus menerus hingga menjadi kebiasaan
  2. Meremehkan dosa tersebut
  3. Bangga dan senang dalam melakukannya
  4. Melakukannya terang-terangan tanpa rasa malu

Baca Juga

Bahaya Durhaka Pada Orang Tua

5 Bahaya Durhaka Pada Orang Tua

BAHAYA BESAR YANG MENGINTAI PERBUATAN DURHAKA PADA ORANGTUA 1. DITEMPATKAN OLEH RASULULLAH shallallahu ‘alaihi wa sallam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *