oleh

Surat yang Dibaca Untuk Ruqyah dari Al Qur’an

Surat yang Dibaca Untuk Ruqyah – Banyak dari manusia yang tidak mengerti dan mengetahui manfaat dan keistimewan Al Qur’an. Sehingga mereka terpalingkan dari sekian tujuan dan manfaat diturunkannya Al Qur’an. Diantara manfaat Al-Qur’an adalah sebagai petunjuk dan obat beragam jenis penyakit. Baik penyakit hati maupun fisik jasmani.

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

“Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang dzalim selain kerugian.” (Al Isra’: 82)

Dan firman-Nya:

قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ

”…Katakanlah, Al Quran itu adalah petunjuk dan obat bagi orang-orang yang beriman…” (Fushshilat: 44)

Al Quran Adalah Penyembuh yang Sempurna

Seorang ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yang masyhur, hidup pada abad ke 7 Hijriah bernama Muhammad bin Abi Bakr bin Ayyub bin Sa’d Al Zar’i Ad Dimashqi yang bergelar Abu Abdillah Syamsuddin rahimahullah (Lahir 691H – Wafat 751H ) dalam kitabnya berkata:

“Al Quran adalah penyembuh yang sempurna dari seluruh penyakit hati dan jasmani, demikian pula penyakit dunia dan akhirat. Dan tidaklah setiap orang diberi keahlian dan taufiq untuk menjadikannya sebagai obat. Jika seorang yang sakit konsisten berobat dengannya dan meletakkan pada sakitnya dengan penuh kejujuran dan keimanan, penerimaan yang sempurna, keyakinan yang kokoh, dan menyempurnakan syaratnya, niscaya penyakit apapun tidak akan mampu menghadapinya selama-lamanya.

Bagaimana mungkin penyakit tersebut mampu menghadapi firman Dzat yang memiliki langit dan bumi. Jika diturunkan kepada gunung, maka ia akan menghancurkannya. Atau diturunkan kepada bumi, maka ia akan membelahnya. Maka tidak satu pun jenis penyakit, baik penyakit hati maupun jasmani, melainkan dalam al-Qur’an ada cara yang membimbing kepada obat dan sebab (kesembuhan) nya.” (Zadul Ma’ad, 4/287)

Ruqyah dengan Al Fatihah

Saudara kami pembaca islamhariini.com, yang semoga dirahmati oleh Allah Subhnahu wa Ta’ala, teladan kita dari generasi terbaik telah mengambil manfaat dari Al Qur’an sebagaimana yang yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari dan Imam Muslim rahimahumallah dari sahabat yang mulia Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu. Beliau bercerita:

“Dahulu kami disebuah perjalanan, lalu kami singgah disebuah tempat. Tiba-tiba ada seorang budak menyatakan bahwa pemimpin kampung ini terkena penyakit, maka dia berkata: “Apakah dari kalian ada seorang yang bisa meruqyahnya?”, Lalu didatangkanlah salah seorang dari rombongan sahabat ketika itu, untuk meruqyah pemimpin kampung tadi.

Lalu sahabat tersebut meruqyahnya dengan ummul Qur’an (surat Al Fatihah), biidznillah (dengan izin Allah) langsung sembuh sakitnya. Maka dilaporkanlah kejadian tersebut kepada nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam.

Saat beliau sallallahu alaihi wasallam mendengar berita tersebut, lantas Beliau sallallahu alaihi wasallam bersabda:

(( وَمَا أَدْرَاكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ؟ ))

” Dari mana kamu mengetahui kalau surat Al Fatihah adalah ruqyah?“. [HR Al Bukhari No. 5007 dan Muslim No. 2201]

Hal ini menunjukkan keistemewaan surat Al Fatihah yang telah disetujui oleh nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam atas perbuatan meruqyah dari sahabat tadi menggunakan surat ini.

Apa Saja Surat yang dibaca untuk ruqyah?

Seorang ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah berkata: Yakni (Al Qur’an, ed) semuanya obat. Maka jika dia memilih sebagian ayat-ayat dan membacanya, semuanya bagus. Akan tetapi yang paling penting dibaca adalah Al Fatihah dan ayat kursi, surat Al Ikhlas dan Al Mu’awwidzatain (surat An Nas dan Al Falaq). Semua surat ini yang paling penting dibacakan kepada orang sakit.

Semoga yang sedikit ini bisa bermanfa’at dan diamalkan oleh segenap kaum muslimin. Amin. ABA.

join chanel telegram islamhariini 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait