Home / Aqidah dan Tauhid / Kedudukan Tauhid dalam Islam dan Urgensinya
Kedudukan Tauhid dalam Islam
Kedudukan Tauhid dalam Islam

Kedudukan Tauhid dalam Islam dan Urgensinya

Kedudukan Tauhid dalam Islam

Tidak diragukan bahwa Tauhid merupakan hak Allah yang paling besar atas hamba-hamba-Nya hingga kedudukan tauhid dalam Islam adalah yang paling tinggi.

Sebagaimana dalam hadits:

عَنْ مُعَاذٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كُنْتُ رِدْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى حِمَارٍ يُقَالُ لَهُ عُفَيْرٌ

فَقَالَ يَا مُعَاذُ هَلْ تَدْرِي حَقَّ اللَّهِ عَلَى عِبَادِهِ وَمَا حَقُّ الْعِبَادِ عَلَى اللَّهِ

قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ

قَالَ فَإِنَّ حَقَّ اللَّهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوهُ وَلَا يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

وَحَقَّ الْعِبَادِ عَلَى اللَّهِ أَنْ لَا يُعَذِّبَ مَنْ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا

فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلَا أُبَشِّرُ بِهِ النَّاسَ قَالَ لَا تُبَشِّرْهُمْ فَيَتَّكِلُوا

“Dari Muadz radhiyallahu anhu beliau berkata: Saya berboncengan di belakang Nabi shallallahu alahi wa sallam di atas keledai yang disebut Ufair.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Wahai Muadz, apakah engkau tahu hak Allah terhadap para hamba-Nya, dan apa hak para hamba terhadap Allah?

Aku berkata: Allah dan RasulNya yang lebih tahu.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Sesungguhnya hak Allah terhadap para hamba-Nya adalah mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apapun dan hak para hamba terhadap Allah adalah Allah tidak mengadzab orang yang tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apapun.

Maka aku (Muadz) berkata: Wahai Rasulullah, apakah tidak sebaiknya aku beritakan kabar gembira ini kepada manusia?

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Jangan, dikhawatirkan mereka akan menganggap remeh dan bersandar (dengan hal yang tidak dipahaminya)” (H.R al-Bukhari dan Muslim, lafadz dari al-Bukhari).

  1. Tauhid adalah pondasi utama untuk membangun amalan dalam agama Islam.
    Hal ini sebagaimana dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari shahabat ‘Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa Sallam bersabda :

بُنِيَ الإِسْلامُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ وحَجِّ بَيْتِ اللهِ الحَرَام

“Agama Islam dibangun di atas lima dasar : (penjelasannya di sini: Makna Rukun Islam Beserta Dalilnya)

(1) Syahadat (persaksian) bahwa tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, (Baca : 4 Cara Mencintai Rasulullah Dengan Benar)

(2) mendirikan shalat,

(3) menunaikan zakat,

(4) berpuasa di bulan Ramadhan

(5) berhaji ke Baitullah Al-Haram.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

  1. Tauhid adalah perintah pertama di dalam Al Qur’an, sebagaimana lawannya yaitu syirik yang merupakan larangan pertama kali di dalam Al Qur’an,
    yaitu firman Allah Ta’ala pada surat Al-Baqarah ayat 21-22 :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

 الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Wahai sekalian manusia, ibadahilah Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang-orang yang bertaqwa. (Rabb) yang telah menjadikan untuk kalian bumi sebagai hamparan, langit sebagai bangunan, dan menurunkan air dari langit, lalu Dia mengeluarkan dengan air tersebut buah-buahan, sebagai rizki bagi kalian. Oleh karena itu janganlah kalian menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah padahal kalian mengetahui.” (Al-Baqarah: 21-22)

Dalam ayat ini terdapat perintah dari Allah:  “ibadahilah Rabb kalian” serta larangan Allah “janganlah kalian menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah”.

  1. Tauhid adalah poros utama dakwah seluruh para nabi dan rasul,
    Dakwah tauhid dilakukan sejak rasul yang pertama hingga penutup para rasul yaitu Nabi Muhammad Shallallahu ‘alahi wa Sallam, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

“dan sungguh Kami telah mengutus pada setiap umat seorang Rasul (yang menyeru) agar kalian beribadah kepada Allah dan menjauhi thaghut.” (An-Nahl: 36)

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلاَّ نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنَا فَاعْبُدُونِ

“Dan tidaklah Kami mengutus seorang rasul-pun sebelummu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: bahwasanya tidak ada yang berhak untuk diibadahi selain Aku, maka beribadahlah kalian kepada-Ku.” (Al Anbiya’: 25)

Risalah semua Rasul adalah satu yaitu risalah tauhid.

Tugas dan tujuan mereka adalah mengembalikan hak-hak Allah, yakni agar umat ini menyembah hanya kepada-Nya. Dengan kata lain, untuk memerdekakan manusia dari penyembahan mereka kepada makhluk menuju penyembahan kepada Rabbnya makhluk.

  1. Tauhid adalah perintah Allah yang paling besar dari semua perintah. Syirik adalah larangan paling besar dari semua larangan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُوا إِلاَّ إِيَّاهُ

“Dan Rabbmu telah memutuskan agar kalian jangan beribadah kecuali kepada-Nya ” (Al Isra’: 23)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman pula:

وَاعْبُدُوا اللهَ وَلاَ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

“Dan beribadahlah kalian kepada Allah dan janganlah kalian menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.” (An Nisa’: 36)

  1. Tauhid adalah syarat masuk ke dalam Al –Jannah (surga) dan terlindung dari An-Nar (neraka).
    Sebagaimana syirik merupakan sebab utama terjerumusnya seorang hamba ke dalam An Nar dan diharamkan dari Al Jannah Allah.

Allah berfriman:

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Sesungguhnya barangsiapa yang menyekutukan Allah, maka Allah akan mengharamkan baginya Al Jannah dan tempat kembalinya adalah An-Nar dan tidak ada bagi orang-orang zhalim seorang penolongpun.” (Al Ma’idah: 72)

Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa Sallam bersabda:

مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Barangsiapa yang mati dan dia berilmu bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah, maka dia akan masuk ke dalam Al Jannah.” (HR. Muslim)

Begitupun hadtis yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘laihi wa sallam bersabda :

من لقي الله لا يشرك به شيئا دخل الجنة ، ومن لقيه يشرك به شيئا دخل النار

“Barangsiapa berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak berbuat syirik kepada-Nya dengan sesuatu apapun, dia akan masuk Al-Jannah dan barangsiapa yang berjumpa dengan Allah dalam keadaan berbuat syirik kepada-Nya, dia akan masuk An Nar.” (HR. Muslim)

  1. Tauhid adalah syarat diterimanya amal oleh Allah Ta’ala.

Allah berfirman:

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Sungguh telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan orang-orang (para nabi) sebelummu: jika kamu berbuat syirik, niscaya batallah segala amalanmu dan pasti kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (Az-Zumar : 65)

Syirik merupakan sebab tertolaknya semua amalan. Sedangkan Tauhid merupakan syarat diterimanya amalan.

Tauhid Poros Dakwah Para Rasul

Jika kita menggali dakwah seluruh para rasul dan sepak terjang mereka dalam memikul amanat dakwah ini, niscaya akan kita temukan bahwa dakwah para Rasul adalah satu yaitu mengajak kepada tauhid.

Tugas dan tujuan mereka adalah satu yaitu mengembalikan hak-hak Allah agar umat ini menyembah hanya kepada-Nya. Atau dengan kata lain, memerdekakan manusia dari penyembahan kepada manusia menuju penyembahan kepada Rabbnya manusia.

Urgensi Tauhid Saat Ini

Kenyataan yang menimpa manusia saat ini secara menyeluruh termasuk mayoritas kaum muslimin adalah kerusakan hubungan mereka dengan Allah.

Kerusakan tersebut bahkan telah sampai kepada puncaknya, yaitu menyekutukan Allah dalam beribadah dan mengangkat tandingan-tandingan bagi Allah, baik itu dalam wujud manusia atau benda-benda yang dikeramatkan. Simak salah satu contohnya di: Ritual Adat Balia Kembali, Banyak Nyawa Pergi

Ikutilah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Mulailah dari Tauhid

Rasul kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam adalah suri teladan yang baik dalam mengobati segala problem yang menimpa kaum muslimin dalam setiap waktu dan keadaan.

Hal ini menuntut kita agar seharusnya mengikuti petunjuk beliau shallallahu ‘alaihi wassallam dalam mempelajari agama ini. Yaitu memulainya dengan perkara tauhid dengan Penjelasan dan Penerapan Ilmu Tauhid yang Benar

Oleh karena itu setiap orang Islam harus memberikan perhatian yang besar terhadap hal ini.

 

Baca Juga

Masalah Manusia yang Terbesar

Masalah Manusia yang Terbesar

Seorang Ulama penulis kitab Manhajul ‘Anbiya berkata: فليسفي مشاكل البشر سياسيها واقتصاديهاواجتماعيها من الخطر ما …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *