Home / Aqidah dan Tauhid / Penjelasan dan Penerapan Ilmu Tauhid yang Benar

Penjelasan dan Penerapan Ilmu Tauhid yang Benar

Sebelumnya, kami informasikan bahwa telah hadir chanel Telegram Islam Hari Ini. Dengan tujuan untuk mempermudah pembaca mengetahui informasi update harian website Islam Hari Ini. Ayo bergabung bersama kami dengan meng-klik gambar berikut:

Kenapa kita harus belajar Ilmu Tauhid ?

Pembaca Islamhariini.com,  Ilmu Tauhid adalah ilmu yang wajib dipelajari oleh setiap hamba Allah. Karena ilmu ini merupakan dasar atau pokok dari syariat Islam yang paling agung dan hakikat Islam yang paling besar.

Ilmu tauhid merupakan ilmu yang mempelajari tentang Pencipta makhluk dan inilah ilmu yang paling tinggi.

Pantaskah jika kita bersungguh-sungguh mempelajari ilmu tentang makhluk namun menyepelekan ilmu tentang Pencipta makhluk seperti ilmu tauhid? Sungguh ini suatu bentuk kerendahan dan kehinaan diri kita.

Akankah kita biarkan diri kita berada dalam kerendahan dan kehinaan seperti itu?

Pembaca islamhariini.com yang semoga kita dirahmati oleh Allah, ilmu tauhid merupakan landasan terpenting dalam agama para rasul dan poros utama dakwah mereka.

Allah Ta’ala telah berfirman :

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

 

Sesungguhnya Kami telah mengutus seorang rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Beribadahlah kepada Allah (saja) dan jauhilah Thaghut (segala sesuatu yang diibadahi selain Allah dalam keadaan dia ridho)” (An-Nahl : 36)

Kenapa kita harus mempelajari ilmu tauhid ?

Karena dengan mempelajari ilmu tauhid kita akan tahu bahwa ternyata tauhid adalah satu-satunya batas pemisah yang membedakan antara muslim dan kafir.

Tauhid merupakan syarat diterimanya amal perbuatan di samping harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Mempelajari ilmu tauhid merupakan kewajiban pertama atas setiap hamba.

Maka dari itu sudah seharusnya kita mempelajari Ilmu Tauhid kemudian menerapkannya dengan benar agar tercapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.

1. Pengertian Tauhid

– Tauhid Secara Bahasa

Tauhid dalam bahasa arab merupakan bentuk masdar dari fi’il (kata tugas) wahhada-yuwahhidu-tauhiidan: وَحَّدَ – يُوَحِّدُ – تَوْحِيْدًا (dengan huruf ha di tasydid), yang artinya menjadikan sesuatu menjadi satu saja.

– Tauhid Secara Istilah

Secara istilah  makna tauhid adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan yang benar dengan segala kekhususannya.

Ulama Ahlus Sunnah berkata: “Makna ini tidak tepat kecuali diikuti dengan penafian. Yaitu menafikan segala sesuatu selain sesuatu yang kita jadikan satu saja, kemudian baru menetapkannya”.

Hal ini terkandung dalam kalimat لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ (laa ilaha illallahu).

Ilmu Tauhid
Ilmu Tauhid

Penafian: Menafikan hak penyembahan dari yang selain Allah, siapapun orangnya.

Penetapan: Penetapan hak Allah semata untuk disembah.

Tauhid (Arab :التوحيد), adalah konsep dalam keyakinan Islam yang menyatakan keesaan Allah.

Yakni meyakini bahwa Allah Ta’ala satu-satunya yang berhak diibadahi, tiada sekutu bagi-Nya. Tidak boleh ada satu pun bentuk/macam ibadah ditujukan kepada selain Allah.

Baca Juga: Keutamaan dan Manfaat Tauhid dalam Amalan

2. Perlunya Menerapkan Ilmu Tauhid dengan Benar

Pembaca islamhariini.com, tentunya kita menginginkan semua ibadah kita diterima di sisi Allah. Maka sudah saatnya kita beribadah dengan benar untuk menggapai hal itu. Kita harus mempunyai landasan yang benar dalam melakukan ibadah yaitu ilmu tauhid.

Inilah ilmu tauhid yang wajib dipelajari dan diyakini sebelum kita beribadah agar semua ibadah kita diterima di sisi Allah ta’ala :

Kita harus menyakini bahwa Allah Maha Esa dalam penciptaan-Nya, kekuasaan-Nya, dan pengaturan-Nya.

Kita harus meyakini bahwa HANYA Allah lah Dzat yang satu-satunya menciptakan, menghidupkan, mematikan, memberi rizki, mendatangkan segala manfaat dan menolak segala mudharat.

Kita harus meyakini bahwa Allah adalah Dzat yang mengawasi, mengatur, penguasa, pemilik hukum dan selainnya dari segala sesuatu yang menunjukkan kekuasaan tunggal bagi Allah.

Seorang mukmin harus meyakini bahwa tidak ada seorangpun yang menandingi Allah dalam hal ini.

Tentang ilmu tauhid Allah ta’ala sudah mengajarkannya dalam Al Qur’an, diantaranya firman Allah:

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

اللَّهُ الصَّمَدُ

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

1

2

3

4

 

“Katakanlah! Dialah Allah yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan-Nya.” (QS. Al Ikhlash: 1-4)

Maka ketika seseorang meyakini bahwa selain Allah ada yang memiliki kemampuan untuk melakukan seperti di atas,

berarti orang tersebut telah menzalimi Allah dan menyekutukan-Nya dengan selain-Nya inilah yang disebut dengan syirik.

Namun, ternyata penerapan ilmu tauhid yang benar tidak cukup hanya sebatas meyakini hal itu saja.

Karena sebagian orang kafirpun pada zaman jahiliyah ternyata juga meyakini hal ini. Mereka tidak mengingkari hal tersebut.

Mereka meyakini bahwa yang mampu melakukan demikian hanyalah Allah semata.

Mereka tidak menyakini bahwa apa yang selama ini mereka sembah dan agungkan mampu melakukan hal yang demikian itu. Inilah sebuah kesalahan dalam memahami dan menerapkan ilmu tauhid.

Allah telah menceritakan di dalam Al Qur’an bahwa mereka menyembah selain Allah adalah agar sesembahan itu dapat mendekatkan diri mereka kepada Allah dengan sedekat-dekatnya sebagaimana firman Allah:

وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ  

“Dan orang-orang yang menjadikan selain Allah sebagai penolong (mereka mengatakan): ‘Kami tidak menyembah mereka melainkan agar mereka mendekatkan kami di sisi Allah dengan sedekat-dekatnya’.” (Az Zumar: 3 )

Mereka juga berharap agar sesembahan mereka memberikan syafa’at (pembelaan) untuk mereka di sisi Allah. Sebagaimana telah Allah kabarkan:

وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَٰؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ    

“Dan mereka menyembah selain Allah dari apa-apa yang tidak bisa memberikan mudharat dan manfaat bagi mereka dan mereka berkata: ‘Mereka (sesembahan itu) adalah yang memberi syafa’at kami di sisi Allah’.” (Yunus: 18)

Baca Juga: Tujuan Hidup Manusia dan Jin Ternyata Sama

Keyakinan sebagian orang kafir terhadap keyakinan bahwa Allah Maha Penciptaan, Maha Kuasa dan Maha Mengatur  telah dijelaskan Allah dalam beberapa firman-Nya:

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَهُمْ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ ۖ فَأَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ    

“Kalau kamu bertanya kepada mereka siapakah yang menciptakan mereka? Mereka akan menjawab Allah.” (Az Zukhruf: 87)

 

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ ۖ فَأَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

 

“Dan kalau kamu bertanya kepada mereka siapakah yang menciptakan langit dan bumi dan yang menundukkan matahari dan bulan? Mereka akan mengatakan Allah.” ( Al Ankabut: 61)

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهَا لَيَقُولُنَّ اللَّهُ ۚ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ

“Dan kalau kamu bertanya kepada mereka siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan bumi setelah matinya? Mereka akan menjawab Allah.” (Al Ankabut: 63)

 

Demikianlah Allah ta’ala telah menjelaskan tentang keyakinan mereka. Namun, keyakinan mereka yang demikian itu ternyata tidak menjadikan mereka sebagai orang Islam.

Hal ini menyebabkan halalnya darah dan harta mereka sehingga Rasulullah mengumumkan peperangan melawan mereka. Inilah pentingnya Ilmu Tauhid…

 

Oleh karena BELUM BENAR penerapan ilmu tauhid seseorang HANYA dengan meyakini Allah Maha Esa dalam penciptaan-Nya, kekuasaan-Nya, dan pengaturan-Nya,

.. HANYA meyakini Allah lah Dzat yang satu-satunya menciptakan, menghidupkan, mematikan, memberi rizki, mendatangkan segala manfaat dan menolak segala mudharat.

Namun WAJIB disertai dengan mengesakan segala bentuk peribadatan hanya bagi Allah,

…seperti berdo’a, meminta, tawakal, takut, berharap, menyembelih, bernadzar, cinta dan selainnya dari jenis-jenis ibadah yang telah diajarkan Allah dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Memperuntukkan satu saja dari jenis ibadah kepada selain Allah termasuk perbuatan zalim yang besar di sisi-Nya dan termasuk perbuatan syirik.

Sebagaimana Allah berfirman di dalam Al Qur’an:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya kepada-Mu ya Allah kami menyembah dan hanya kepada-Mu ya Allah kami meminta.” (Al Fatihah: 5)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah membimbing Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu dengan sabda beliau:

“Dan apabila kamu minta maka mintalah kepada Allah dan apabila kamu minta tolong maka minta tolonglah kepada Allah.” (HR. Tirmidzi)

Allah berfirman:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

“Dan sembahlah Allah dan jangan kalian menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun” (An Nisa: 36)

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ  

“Hai sekalian manusia sembahlah Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian, agar kalian menjadi orang-orang yang bertaqwa.” (Al Baqarah: 21)

 

Dengan ayat-ayat dan hadits di atas, Allah dan Rasul-Nya telah menjelaskan ILMU TAUHID, tentang tidak bolehnya seseorang untuk memberikan peribadatan sedikitpun kepada selain Allah karena semuanya itu hanyalah milik Allah semata.

Contoh lain sebuah penyimpangan yang sering terjadi pada zaman ini :

Ketika seseorang mengalami musibah di mana ia berharap bisa terlepas dari musibah tersebut. Lalu orang tersebut datang ke makam seorang wali, atau kepada seorang dukun, atau ke tempat keramat atau ke tempat lainnya.

Ia meminta di tempat itu agar penghuni tempat tersebut atau sang dukun, bisa melepaskannya dari musibah yang menimpanya. Ia begitu berharap dan takut jika tidak terpenuhi keinginannya.

Ia pun mempersembahkan sesembelihan bahkan bernadzar ( Nadzar adalah salah satu bentuk Ibadah), berjanji akan beri’tikaf di tempat tersebut jika terlepas dari musibah seperti keluar dari lilitan hutang.

Maka dia telah terjatuh pada kesyirikan…

…MESKI dia meyakini Allah Maha Esa dalam penciptaan-Nya, kekuasaan-Nya, dan pengaturan-Nya, meyakini Hanya Allah lah Dzat yang satu-satunya menciptakan, menghidupkan, mematikan, memberi rizki, mendatangkan segala manfaat dan menolak segala mudharat.

Baca Juga: Ritual Adat Balia Kembali, Banyak Nyawa Pergi

Selain kewajiban mengesakan Allah dalam hal ibadah dalam penerapan ilmu tauhid, kita juga harus beriman bahwa Allah memiliki nama-nama yang telah Allah kabarkan dalam Al Qur’an dan yang telah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sampaikan dalam hadis-hadisnya.

Beriman bahwa Allah memiliki sifat-sifat yang tinggi yang telah Dia sifati diri-Nya dan yang telah disifati oleh Rasul-Nya.

Allah telah mengabarkan bahwa Allah mempunyai nama-nama yang mulia dan sifat yang tinggi berdasarkan firman Allah:

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا    

“Dan Allah memiliki nama-nama yang baik.” (Al A’raf: 180)

وَلِلَّهِ الْمَثَلُ الْأَعْلَىٰ ۚ    

“Dan Allah memiliki permisalan yang tinggi.” (An Nahl: 60)

WAJIB BERIMAN KEPADA NAMA-NAMA DAN SIFAT-SIFAT ALLAH SESUAI DENGAN APA YANG DIMAUKAN ALLAH DAN RASUL-NYA DAN TIDAK MENYELEWENGKANNYA SEDIKITPUN.

Imam Syafi’i meletakkan kaidah dasar ketika berbicara tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah sebagai berikut:

“Aku beriman kepada Allah dan apa-apa yang datang dari Allah dan sesuai dengan apa yang dimaukan oleh Allah. Aku beriman kepada Rasulullah dan apa-apa yang datang dari Rasulullah sesuai dengan apa yang dimaukan oleh Rasulullah”

Inilah penjelasan dari Ilmu Tauhid yang merupakan ilmu yang sangat pokok untuk dipelajari oleh setiap hamba Allah. Bagaimana dengan hukum bertauhid ? apakah setiap kita harus bertauhid ? dan apa-apa saja yang manfaat dari tauhid? Silahkan baca kelanjutannya : Hukum Bertauhid

Baca Juga: Inilah 5 Jenis Musuh Dakwah Tauhid

Jangan Ketinggalan Pembahasan terbaru.! Klik saja di gambar ini:

Baca Juga

Bahaya Durhaka Pada Orang Tua

5 Bahaya Durhaka Pada Orang Tua

BAHAYA BESAR YANG MENGINTAI PERBUATAN DURHAKA PADA ORANGTUA 1. DITEMPATKAN OLEH RASULULLAH shallallahu ‘alaihi wa sallam …

2 Komentar

  1. Syukron akh atas artikelnya yang sangat bermanfaat. Semoga Allah selalu merahmati kita. Simak tentang dasar-dasar ilmu tauhid di web saya ya akh

  2. Masya Allah…. Nice!
    bermanfaat banget buat kita :))
    Syukron..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *