oleh

Bagaimana Kabarmu Pagi Ini?

Jika seseorang bertanya kepada kita, “Bagaimana kabarmu pagi ini?” Mungkin kita akan menjawab, “Alhamdulillah pagi ini saya dalam keadaan sehat.” Kurang lebih demikian jawaban dari mayoritas kita. Namun berbeda halnya dengan para ulama salaf. Apa jawaban mereka ketika seorang bertanya dengan pertanyaan tersebut? 

Jawaban Para Ulama Salaf ketika Ditanya, “Bagaimana Kabarmu Pagi Ini?”

Berikut ini di antara jawaban mereka,

Yazid ar-Riqasyi rahimahullah

كَيْفَ يُصْبِحُ من تعتد عَلَيْهِ أَنْفَاسُهُ ويحصى لاِنْقِضَاءِ أَجَلِهِ لَا يَدْرِي عَلَى خَيْرٍ يُقَدِّمُ أَمْ عَلَى شَرٍّ

“Kira-kira bagaimana kondisi pagi seseorang yang masih menghembuskan nafas dan menghitung kapan ajalnya tiba, sedangkan dia tidak tahu apa yang telah dipersembahkan, kebaikan atau keburukan.” 1 

Ahmad bin Hanbal rahimahullah

كَيْفَ أَصْبَحَ مَنْ رَبَّهُ يُطَالِبُهُ بِأَدَاءِ الْفَرْضِ, وَنَبِيُّهُ يُطَالِبُهُ بِأَدَاءِ السُّنَّةِ, وَالْمَلَكَانِ يُطَالِبَانِهِ بِتَصْحِيْحِ الْعَمَلِ؛ وَنَفْسُهُ تُطَالِبُهُ بِهَوَاهَا, وَإِبْلِيْسُ يُطَالِبُهُ بِالْفَحْشَاءِ, وَمَلَكُ الْمَوْتِ يُطَالِبُهُ بِقَبْضِ رُوْحِهِ, وَعِيَالُهُ يُطَالِبُونَهُ بِالنَّفَقَةِ؟

“Kira-kira bagaimana kondisi pagi seseorang yang dituntut oleh Rabbnya untuk melaksanakan kewajiban, oleh nabinya untuk mengamalkan sunnah, oleh dua malaikat (yang mencatat amalan) untuk memperbaiki amalan, sedangkan dirinya menuntut untuk mengikuti hawa nafsu, Iblis menuntutnya untuk melakukan kekejian, malaikat maut akan mendatanginya untuk mencabut ruhnya, dan keluarganya menuntutnya untuk diberi nafkah.” 2

Fudhail bin Iyadh rahimahullah

أَصْبَحْتُ بَعْدَكَ فِي مَسِيْرٍ إِلَى الْآخِرَةِ، مُنْتَقِلًا عَنِ الدُّنْيَا بِشِدَّتِهَا وَرَخَائِهَا

“Aku memasuki pagi setelahmu dalam perjalanan menyongsong akhirat, dan berpindah dari dunia dengan penuh kesulitan atau kemudahan.” 3

Abud Durais Umarah bin Harb rahimahullah

إِنْ نَجَوْتُ مِنَ النَّارِ فَأَنَا بِخَيْرٍ

“Jika aku bisa selamat dari neraka, barulah aku dalam keadaan baik.” 4

Al-Hasan al-Bashri rahimahullah

بِأَشَدِّ حَالٍ، مَا حَالُ مَنْ أَمْسَى وَأَصْبَحَ يَنْتَظِرُ الْمَوْتَ لَا يَدْرِي مَا يَفْعَلُ اللَّهُ بِهِ

“Dalam keadaan paling sulit, bagaimana keadaan yang bersore dan berpagi hari menanti kematian, sedangkan dia tidak tahu apa yang akan Allah perbuat padanya.” 5

Maimun bin Mihran rahimahullah

أَصْبَحْتُ مُسْتَوْحِشًا، كَمْ مِنْ خُلُقٍ كَرِيمٍ، وَفِعْلٍ جَمِيلٍ، قَدْ دَرَسَ تَحْتَ التُّرَابِ

“Aku berpagi hari dengan penuh kegelisahan. Betapa banyak akhlak mulia dan perbuatan terpuji yang telah terkubur di dalam tanah.” 6

Asy-Sya’bi rahimahullah

كَانَ شُرَيْحٌ إِذَا قِيلَ لَهُ: كَيْفَ أَنْتَ؟ قَالَ: «بِنِعْمَةٍ» , وَمَدَّ إِصْبَعَهُ السَّبَّابَةَ إِلَى السَّمَاءِ

“Dahulu Syuraih ketika ditanya, “Bagaimana keadaanmu?” Dia menjawab, “Dengan penuh nikmat.” Seraya memanjangkan jari telunjuknya ke langit.” 7

Demikianlah jawaban para ulama salaf ketika mendapat pertanyaan, “Bagaimana kabarmu pagi ini?” Jawaban-jawaban yang berlandaskan ilmu dan ketakwaan. Bagaimana kita lihat rasa takut mereka akan dosa-dosa yang bahkan belum mereka lakukan serta rasa syukur mereka yang sangat besar kepada Allah. Semoga Allah memberikan kemudahan bagi kita semua untuk meneladani mereka. Aamiin.

(ADF/AAA/AAK)

Penulis: Ahmad Daffa’


Baca Juga: Zikir Pagi Petang (Bagian I)


 

Footnotes

  1. Tarikh Dimasy 65/90
  2. Manaqibul Imam Ahmad, hal. 380
  3. al-Farj ba’dasy Syiddah, hal. 76.
  4. az-Zuhd al-Kabir karya al-Baihaqi, no. 567
  5. Az-Zuhd al-Kabir karya al-Baihaqi, no. 568
  6. Makarimul Akhlak karya Ibnu Abid Dunya, no. 46
  7. Mushannaf Ibnu Abi Syaibah no. 25805