Mejelis ilmu memiliki sekian keutamaan. Bagaimana tidak? Di majelis tersebut dibacakan firman Allah Ta’ala dan sabda Nabi-Nya, serta dipenuhi dengan penjelasan para ulama.
Dalam artikel ringkas ini, kami akan memuat enam keutamaan menghadiri mejelis ilmu yang harapannya dapat memacu semangat kita dalam menghadiri mejelis ilmu dan betah berada di dalamnya.
Keutamaan Menuntut Ilmu
Tentu sangat banyak dalil dari al-Qur’an maupun hadits nabawi yang berbicara tentang keutamaan menuntut ilmu, antara lain adalah firman Allah Ta’ala,
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
“Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (Al-Mujādilah: 11)
Begitu pula di antara dalil yang menunjukkan keutamaan menuntut ilmu dari hadits ialah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barang siapa yang menempuh jalan dengan tujuan menuntut ilmu, niscaya Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.” 1
Berikut adalah keutamaan menghadiri majelis ilmu.
Majelis Ilmu Dikelilingi Para Malaikat dan Diliputi Rahmat
Ini merupakan salah satu dalil paling jelas tentang keutamaan majelis ilmu. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ، يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ، إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah, mereka membaca Kitabullah dan mempelajarinya bersama-sama, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, mereka diliputi rahmat, para malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk yang berada di sisi-Nya.” 2
Orang yang Keluar Mencari Ilmu Berada di Jalan Allah
Orang yang sengaja melangkahkan kakinya untuk menghadiri majelis ilmu tergolong sebagai orang yang berada di jalan Allah Ta’ala. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ خَرَجَ فِي طَلَبِ الْعِلْمِ فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ حَتَّى يَرْجِعَ
“Barang siapa keluar dalam rangka mencari ilmu, maka dia berada di jalan Allah sampai dia kembali.” 3
Orang yang Menempuh Jalan Mencari Ilmu Dimudahkan Menuju Surga
Menghadiri kajian, pelajaran, halaqah, dan majelis ilmu termasuk bentuk menempuh jalan untuk memperoleh ilmu. Di saat seseorang menempuh sebuah jalan untuk menuju majelis ilmu, maka niscaya Allah Ta’ala akan mudahkan baginya jalan menuju jannah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barang siapa yang menempuh jalan dengan tujuan menuntut ilmu, niscaya Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.” 4
Imam Ibnul Jauzi rahimahullah pernah mengatakan,
وَمن سَأَلَ عَن طَرِيق تبلغه الْجنَّة فليمش الى مجْلِس الْعلم
“Barang siapa yang bertanya tentang suatu jalan yang dapat mengantarkan dirinya ke surga, hendaklah dia berjalan menuju majelis ilmu.” 5
Para Malaikat Meletakkan Sayapnya di Majelis Ilmu
Para malaikat akan merendahkan dan meletakkan sayapnya di atas para penuntut ilmu ketika mereka berada di majelis ilmu. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا لِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضًا بِمَا يَصْنَعُ
“Sesungguhnya para malaikat benar-benar meletakkan sayap-sayapnya untuk penuntut ilmu karena ridha terhadap apa yang dia lakukan.” 6
BACA JUGA: 14 Keutamaan Menuntut Ilmu Agama (Thalabul Ilmi) Beserta Dalilnya
Majelis Ilmu Sebagai Penghapus Dosa
Majelis ilmu di antara salah satu jalan untuk menghapus dosa. Sampai-sampai sahabat yang mulia Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata,
إِنَّ الرَّجُلَ لَيَخْرُجُ مِنْ مَنْزِلِهِ، وَعَلَيْهِ مِنَ الذُّنُوبِ مِثْلُ جِبَالِ تِهَامَةَ، فَإِذَا سَمِعَ الْعِلْمَ خَافَ وَرَجَعَ وَتَابَ، فَانْصَرَفَ إِلَى مَنْزِلِهِ وَلَيْسَ عَلَيْهِ ذَنْبٌ، فَلَا تُفَارِقُوا مَجَالِسَ الْعُلَمَاءِ
“Ada seorang laki-laki keluar dari rumahnya dengan membawa dosa sebesar gunung Tihamah. Tetapi ketika ia mendengarkan ilmu, dia menjadi takut, lalu rujuk dan bertobat. Maka ia pulang ke rumahnya tanpa dosa sedikit pun. Oleh karena itu, janganlah kalian meninggalkan majelis para ulama.” 7
Menghadiri Majelis Ilmu Tanda Kebaikan Pada Diri Seseorang
Apabila seseorang menghadiri majelis ilmu, itu sebagai tanda bahwa Allah menghendaki kebaikan baginya. Karena dengan menghadiri majelis ilmu seseorang akan mendapatkan berbagai ilmu dan ia akan memahami urusan agama, dimana hal itu merupakan kebaikan yang Allah Ta’ala inginkan. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
“Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan untuknya, niscaya Allah akan faqihkan (memberi pemahaman) dia tentang ilmu agama.” 8
Syaikh Bin Baz rahimahullah -salah seorang ulama tersohor di abad ini- mengatakan,
فَإِذَا رَأَيْتَ الرَّجُلَ يَتْبَعُ حَلَقَاتِ الْعِلْمِ، وَيَسْأَلُ عَنِ الْعِلْمِ، وَيَتَفَقَّهُ وَيَتَبَصَّرُ فِيهِ، فَذَلِكَ مِنْ عَلَامَاتِ أَنَّ اللَّهَ أَرَادَ بِهِ خَيْرًا، فَلْيَلْزَمْ ذَلِكَ، وَلْيَجْتَهِدْ، وَلَا يَمَلَّ، وَلَا يَضْعُفْ
“Maka jika engkau melihat seseorang yang senantiasa mengikuti halaqah ilmu, dan bertanya tentang ilmu, mendalami dan merenunginya. Maka itu merupakan tanda bahwa Allah menghendaki kebaikan baginya, hendaknya dia menekuninya, bersungguh-sungguh dan tidak bosan dan melemah.” 9
Penutup
Demikianlah sebagian keutamaan menghadiri majelis ilmu. Maka hendaknya seorang muslim bersemangat untuk menghadirinya dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Semoga Allah memberikan kepada kita ilmu yang bermanfaat, mengangkat derajat kita dengannya, serta memudahkan jalan kita menuju surga. Aamiin. (RGA/AAA/AAK)
Penulis: Rasyid Ghani
Referensi:
- Al-Qur’nul Karim
- Shahih al-Bukhari
- Shahih Muslim
- Shahih Ibnu Hibban
- Sunan at-Tirmidzi
- Sunan Abu Dawud
- Sunan al-Kubra al-Baihaqy
- shahih at-Targhib wat Tarhib karya Imam al-Albani rahimahullah
- Miftah Dar As-Sa’adah
- At-Tadzkirah fil Wa’zh
- Majmu’ Fatawa Wa Maqalaat Mutanawwiah
Footnotes
- HR. Muslim no. 2699, di dalam sahihnya. Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu
- HR. Muslim no. 2699, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu
- HR. At-Tirmidzi no. 2649, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu. Dihasankan oleh Imam al-Albani rahimahullah di dalam shahih at-Targhib wat Tarhib No. 87, 1/146
- Lihat footnote 1
- At-Tadzkirah fil Wa’zh 1/55
- HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Hibban di dalam shahihnya dan al-Baihaqy, dari sahabat Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu. Dihasankan oleh Imam al-Albani rahimahullah di dalam shahih at-Targhib wat Tarhib No. 70, 1/138
- Miftah Dar As-Sa’adah 1/77
- HR. Al-Bukhari no. 7312 dan Muslim no. 100, dari sahabat Muawiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhuma
- Majmu’ Fatawa Wa Maqalat Mutanawwiah 7/68
