oleh

14 Keutamaan Menuntut Ilmu Agama (Thalabul Ilmi) Beserta Dalilnya

Mengetahui keutamaan menuntut ilmu agama merupakan hal yang penting. Dengan ini, seorang penuntut ilmu akan menjadi lebih bersemangat dan termotivasi untuk lebih giat dalam mempelajari ilmu agama. Terlebih di saat futur (kejenuhan) mulai hinggap,

Diharapkan dengan membaca dan merenungi keutamaan menuntut ilmu yang bersumberkan dari al-Qur’an, as-Sunnah dan kalam ulama, semangat menuntut ilmu kembali menggebu.

Beberapa keutamaan menuntut ilmu yang penting untuk diketahui di antaranya adalah:

Menuntut Ilmu Adalah Ibadah yang Diperintahkan Oleh Allah Ta’ala

Allah Ta’ala mengatakan,

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

“Tidak sepatutnya bagi kaum mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” (at-Taubah: 122)

As-Syaikh Abdurrahman bin Naashir as-Si’di mengatakan tatkala menjelaskan ayat ini, “Ayat ini menunjukan keutamaan ilmu khususnya mendalami ilmu agama, hal itu merupakan perkara yang terpenting.”1

Tentu perintah Allah untuk menuntut ilmu menunjukan bahwa Allah mencintai amalan tersebut. Sehingga, menuntut ilmu adalah ibadah yang utama.

Allah Akan Mudahkan Jalan Menuju Surga

Siapapun yang rela menempuh jalan guna menuntut ilmu, pasti Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang menempuh jalan dengan tujuan menuntut ilmu, niscaya Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.”2

Diliputi Ketenangan, Rahmat dan Pujian

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ، يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ، وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ، إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمِ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

“Tidaklah kelompok orang berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah, mereka membaca al-Qur’an, saling mempelajarinya di antara mereka, melainkan akan turun ketenangan kepada mereka, rahmat pun meliputi mereka, para malaikat menaungi mereka dan Allah memuji mereka di hadapan malaikat di sisi-Nya.”3

Mendapatkan Bagian Yang Besar Dari Wariasan Nabi

Di antara keutamaan menuntut ilmu adalah, seorang penuntut ilmu akan mendapatkan bagian yang banyak dari warisan para nabi. Hal itu karena ilmu merupakan warisan para nabi yang diwarisi oleh para ulama. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ هُمْ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ، إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا وَإِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

“Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewarisi dinar atau dirham (harta), mereka hanya mewarisi ilmu. Barangsiapa yang mengambilnya maka ia telah mendapatkan bagian yang banyak.”4

Para Malaikat Menaungi Penuntut Ilmu Dengan Sayapnya

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَبْسُطُ أَجْنِحَتَهَا لِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضًا بِمَا يَصْنَعُ

“Sesungguhnya para malaikat membentangkan sayap-sayap mereka kepada para penuntut ilmu, karena mereka ridho terhadap yang ia (penuntut ilmu) lakukan.”5

Allah Memilki Para Malaikat yang Mencari Majlis-Majlis Ilmu

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ لِلَّهِ مَلاَئِكَةً يَطُوفُونَ فِي الطُّرُقِ يَلْتَمِسُونَ أَهْلَ الذِّكْرِ، فَإِذَا وَجَدُوا قَوْمًا يَذْكُرُونَ اللَّهَ تَنَادَوْا: هَلُمُّوا إِلَى حَاجَتِكُمْ ” قَالَ: «فَيَحُفُّونَهُمْ بِأَجْنِحَتِهِمْ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا» قَالَ: ” فَيَسْأَلُهُمْ رَبُّهُمْ، وَهُوَ أَعْلَمُ مِنْهُمْ، مَا يَقُولُ عِبَادِي؟ قَالُوا: يَقُولُونَ: يُسَبِّحُونَكَ وَيُكَبِّرُونَكَ وَيَحْمَدُونَكَ وَيُمَجِّدُونَكَ

“Sesungguhnya Allah Ta’ala memiliki para malaikat yang senantiasa berkeliling di jalan-jalan mencari kaum yang berzikir. Apabila mereka mendapati kaum yang berzikir kepada Allah mereka menyeru, “Kemarilah ke tujuan kalian”. Lalu malaikat pun datang dan mengelilingi kaum tersebut dengan sayap-sayap mereka hinga menjulang ke langit dunia. Lalu Rab bertanya kepada mereka, (padahal Allah yang paling tahu dari para malaikat) “Ucapan apa yang dibaca oleh hamba-hamba-Ku?” Para malaikat menjawab, “Kami tinggalkan dalam keadaan mereka bertasbih, bertakbir, memuji-Mu dan memuliakan diri-Mu”.” 6

Tanda Bahwa Allah Menghendaki Kebaikan

Apabila seseorang menunut ilmu, itu sebagai tanda bahwa Allah menghendaki kebaikan baginya. Karena dengan menuntut ilmu ia akan memahami urursan agama, di mana hal itu merupakan kebaikan yang Allah inginkan. Sebagaimana nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

“Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan untuknya, niscaya Allah fakihkan (memberi pemahaman) tentang ilmu agama.”7

Selamat dari Laknat

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ، مَلْعُونٌ مَا فِيهَا، إِلَّا ذِكْرَ اللَّهِ، وَمَا وَالَاهُ، أَوْ عَالِمًا، أَوْ مُتَعَلِّمًا

“Dunia terlaknat, terlaknat pula apa yang ada di dalamnya, kecuali berzikir kepada Allah dan hal-hal pendukungnya, atau seorang berilmu atau seorang penuntut ilmu.”8

Mendapatkan Do’a Ampunan Dari Seluruh Makhluk

Para penuntut ilmu akan mendapatkan do’a ampunan dari seluruh makhluk, dan jelas hal ini menunjukan keutamaan menuntut ilmu. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّهُ لَيَسْتَغْفِرُ لِلْعَالِمِ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ، وَمَنْ فِي الْأَرْضِ، حَتَّى الْحِيتَانِ فِي الْبَحْرِ

“Sungguh seluruh makhluk akan mendoakan ampunan bagi penuntut ilmu, sampai-sampai ikan yang berada di lautan pun demikian.”9

Berjihad di jalan Allah

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ خَرَجَ فِي طَلَبِ الْعِلْمِ , فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ , حَتَّى يَرْجِعَ

“Barang siapa yang keluar dalam rangka menuntut ilmu, maka sesungguhnya ia sedang berada dalam jihad di jalan Allah sampai ia kembali.”10

Telah dimaklumi, bahwa jihad adalah sebuah amal ketaatan yang mulia dan memiliki keutamaan yang begitu banyak dalam Islam.

Salah Satu Taman dari Taman-Taman Surga

Di antara keutamaan menuntut ilmu bahwa ia merupakan taman surga di bumi. Hal itu karena majlis ilmu merupakan majlis zikir. Sedngkan majelis zikir termasuk dari taman-taman surga. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا قَالُوا: وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ؟ قَالَ: حلق الذّكر

“Apabila kalian melewati taman surga maka singgahlah. Mereka bertanya, “Apa itu taman surga.” Beliau menjawab, “Halaqoh (majelis) zikir.”11

Mendapatkan Naungan Allah di Hari Kiamat Bagi Yang Mengisi Masa Mudanya Untuk Menuntut Ilmu

Termasuk hamba yang Allah berikan naungan untuknya di hari kiamat adalah seseorang yang menghabiskan masa mudanya untuk beribadah kepada Allah Ta’ala. Tentu, menuntut ilmu termasuk ibadah yang mulia. Maka termasuk keutamaan menuntut ilmu adalah seseorang yang menghabiskan masa mudanya untuk menuntut ilmu, Allah akan memberikan naungannya di hari kiamat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ تَعَالَى فِي ظِلِّ عَرْشِهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: شَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللهِ تَعَالَى

“7 golongan yang Allah Ta’ala naungi dengan naungan ‘Arsnya pada hari tidak ada naungan kecuali naungan Allah, (di antaranya) Pemuda yang tumbuh di dalam beribadah kepada Allah.”12

Imam Ibnul Jauzi mengatakan, “Barangsiapa yang menghabiskan masa mudanya untuk menuntut ilmu, pada masa tuanya pasti bahgia karena ia akan menuai buah dari tanaman yang telah ia semai dan puas dengan karya tulis dari ilmu yang telah ia himpun.”13

Lebih Utama dari Shalat Sunnah

Imam as-Syafi’i rahimahullah mengatakan,

طَلَبُ الْعِلْمِ أَفْضَلُ مِنَ الصَّلاةِ النَّافِلَةِ

“Menuntut ilmu lebih utama dibandingkan shalat sunnah.”14

Ibnu Rajab al-Hanbali mengatakan, “Sungguh para ulama empat madzhab telah menyatakan bahwa menuntut ilmu lebih utama dari shalat sunnah, dan shalat sunnah lebih utama dari puasa sunnah. Sehingga sudah barang tentu ilmu lebih utama dibandingkan puasa dari sisi ini.”15

Tidak Ada Amalan Yang Menandingi Menuntut Ilmu

Imam Sufyan ats-Tsauri (L: 97 – W: 161 H) rahimahullah berkata,

مَا مِنْ عَمَلٍ أَفْضَلُ مِنْ طَلَبِ العِلْمِ إِذَا صَحَّتِ النِّيَّة

“Tidak ada amalan yang lebih utama dari menuntut ilmu, apabila niatnya lurus (ikhlas).”

Lebih Utama dari Jihad

Diriwayatkan dari Imam Ahmad bin Hanbal (W: 241 H) rahimahullah, bahwa beliau mengatakan,

أَنَّ الْعِلْمَ وَتَعَلُّمَهُ وَتَعْلِيمَهُ أَفْضَلُ عَنْ الْجِهَادِ وَغَيْرِهِ،

“Sesungguhnya kedudukan ilmu dan mempelajarinya lebih utama dari pada jihad dan amal lainnya.”16

Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim, maka sudah saatnya bagi kita untuk bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Selain itu, menuntut ilmu lebih penting dari pada sekedar makan dan minum, karena ilmu tersebut kita butuhkan pada setiap hembusan nafas. 

Demikianlah sekelumit dari luas dan melimpahnya keutamaan menuntut ilmu. Semoga dengan ini kita akan termotivasi untuk menggelutinya. Semoga Allah memudahkan kita untuk menuntut ilmu di jalan-Nya. Amin MSM-IWU

Penulis: Muhammad as-Sijnul Mubarak

Referensi:

  1. At-tibyan Fi Aadabi Hamalatil Qur’an karya imam an-Nawawi rahimahullah
  2. Jami’ Bayan al-Ilm Wa Fadhlihi karya Imam Ibnu Abdil Barr rahimahullah

1 Tafsir as-Si’di hlm. 355

ففي هذا فضيلة العلم، وخصوصا الفقه في الدين، وأنه أهم الأمور

2 HR. Muslim no. 2699, di dalam sahihnya. Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.

3 Idem

4 HR. Ibnu Majah no.223, dari sahabat Abu Darda radhiyallahu ‘anhu. Hasan, lihat al-Misykat al-mashabih hlm. 74/1

5 HR. al-Baihaqi di dalam Syu’abul iman hlm. 224/3. Sahih, lihat

6 HR.al-bukhari di dalam sahihnya no. 6408 dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.

7 HR. al-Bukhari no. 7312 dan Muslim no. 100, dari sahabat Muawiyyah bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhuma.

8 HR. Ibnu Majah no. 4112 dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Dihasankan oleh al-Albani di dalam al-Misykat no. 5176.

9 HR. Ibnu Majah no. 239 disahihkan oleh al-Albani pada kitab Sahih wa Dhaif Sunan Ibnu Majah hlm. 311/1

10 HR. at-Tirmidzi no. 2647 dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhuh. Hasan li ghairihi, lihat Sahih at-Tarhgib Wa at-Tarhib hlm.146/1

11 HR. at-Tirmidzi hlm. 265/2 dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhuh. Hasan, lihat Silsilah al-Ahadits as-Shahihah wa Syaiun Min Fikhiha no. 2562.

12 HR. al-Bukhari no.660 di dalam sahihnya. Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.

13 Syayyidul Khathir hlm. 329/2.

14 Al-Intiqa’ Li Ibni Abdil Barr hlm. 84

15 Lathaif al-Ma’arif Li Ibni Rajab hlm. 125

وقد نص الأئمة الأربعة على أن طلب العلم أفضل من صلاة النافلة والصلاة أفضل من الصيام المتطوع به فيكون العلم أفضل من الصيام بطريق الأولى

16 Ghodaul Albab hlm. 517/2. Karya Abu A’un asa-Safariny al-Hanbali (w.1188 H)