Memahami dasar-dasar akidah adalah tahapan penting yang wajib dijalani bagi setiap muslim. akidah yang benar selain sebagai pondasi utama agama Islam, juga sebagai penentu keselamatan seseorang di akhirat kelak. Di sinilah letak urgensi dari pembahasan seputar akidah.
Dalam rangkaian artikel Silsilah Pertanyaan Tentang akidah ini tercantum berbagai pertanyaan dan jawaban dalam perkara akidah yang sangat urgen untuk diketahui dan dipahami dengan benar oleh setiap muslim.
Artikel ini merupakan silsilah yang dirancang untuk memudahkan pembaca memahami dan memperdalam keyakinan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala serta memahami tujuan diciptakannya kita sebagai hamba-Nya. Dengan mengupas berbagai pertanyaan, seperti alasan di balik penciptaan manusia, hakikat ibadah, serta cara beribadah dengan benar, diharapkan pembaca dapat meresapi makna dari setiap aspek akidah yang dijelaskan.
Pada bagian pertama ini, kita akan mulai dengan beberapa pertanyaan dasar, antara lain: mengapa Allah menciptakan kita, apa definisi ibadah, dan bagaimana cara beribadah yang benar. Setiap jawaban dilengkapi dengan dalil dari al-Qur’an dan hadits, sehingga memiliki landasan yang kuat dalam beribadah sesuai dengan tuntunan yang benar.
Mengapa Allah Ta’ala Menciptakan Kita?
Jawab: Allah menciptakan kita agar kita beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dalilnya adalah di dalam surat adz-Dzariyat,
وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku.” (adz-Dzariyat: 56)
Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
حَقُّ اللهِ عَلَى العِبَادِ أَن يَعْبُدُوهُ وَلَا يُشْرِكُوا بِهِ شَيئًا
“Hak Allah atas hamba-hamba-Nya adalah mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.” 12
Baca Juga: Tujuan Hidup Manusia dan Jin Ternyata Sama
Apa Makna Ibadah?
Jawab: Ibadah adalah sebuah istilah yang mencakup segala perkara yang dicintai dan diridhai oleh Allah baik berupa perkataan maupun perbuatan yang tampak dan tidak tampak. Seperti doa, shalat, penyembelihan, tawakkal, dan lain-lain. Allah Ta’ala berfirman,
قُلْ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ
“Katakanlah (Muhammad), sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah Rabb semesta alam.” (al-An’am: 162)
Dan dalam hadits qudsi,
وَقَالَ ﷺ قَالَ تَعَالَى: (وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبۡدِي بِشَيۡءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افۡتَرَضۡتُهُ عَلَيۡهِ)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman,
“Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada yang telah Aku wajibkan kepadanya.” 34
Bagaimana Cara Beribadah yang Benar?
Jawab: Ibadah yang kita lakukan harus sesuai dengan yang telah Allah dan Rasul-Nya syariatkan. Allah Ta’ala berfirman,
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَلَا تُبْطِلُوٓا۟ أَعْمَـٰلَكُمْ
“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul, dan janganlah kalian membatalkan amalan-amalan kalian.” (Muhammad: 33)
وَقَالَ ﷺ (مَنۡ عَمِلَ عَمَلًا لَيۡسَ عَلَيۡهِ أَمۡرُنَا فَهُوَ رَدٌّ) (أَيۡ غَيۡرُ مَقۡبُولٍ)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka amalan tersebut tertolak.” Yakni tidak diterima. 56
Apakah Kita Beribadah kepada Allah dengan Rasa Takut dan Berharap?
Jawab: Benar, demikian hendaknya kita beribadah kepada Allah. Allah Ta’ala mensifati orang-orang mukmin,
يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًۭا وَطَمَعًۭا
“Mereka selalu berdoa kepada Rabb mereka dengan penuh rasa takut dan harap.” (as-Sajdah: 16)
وَقَالَ ﷺ: (أَسۡأَلُ اللهَ الۡجَنَّةَ، وَأَعُوذُ بِهِ مِنَ النَّارِ)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Aku meminta surga kepada Allah dan aku berlindung kepada-Nya dari neraka.” (Hadits shahih riwayat Abu Dawud). 78
Baca Juga: Perasaan Takut Termasuk Ibadah
Apa Makna Ihsan dalam Ibadah?
Jawab: Ihsan adalah merasa diawasi oleh Allah Ta’ala saat beribadah. Allah Ta’ala berfirman,
ٱلَّذِى يَرَىٰكَ حِينَ تَقُومُ ( ) وَتَقَلُّبَكَ فِى ٱلسَّـٰجِدِينَ
“(Dzat) Yang melihat kamu ketika kamu berdiri dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang bersujud.” (asy-Syu’ara: 218-219)
وَقَالَ ﷺ: (الۡإِحۡسَانُ أَنۡ تَعۡبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنۡ لَمۡ تَكُنۡ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Dan jika engkau tidak melihat-Nya, maka sungguh Allah melihatmu.” (HR. Muslim). 910
Demikianlah bagian pertama dari silsilah pertanyaan tentang akidah yang membahas dasar-dasar penting dalam pemahaman akidah Islam. Semoga penjelasan ini dapat memperkuat keimanan dan memperdalam pemahaman kita tentang akidah yang benar.
Nantikan kelanjutan seri akidah ini pada artikel berikutnya, yang insya Allah akan membahas pertanyaan-pertanyaan lain seputar akidah yang tak kalah penting. (ASP/AAA/UAT)
Penulis: Andi Subagyo Putra
Referensi : Kitab Khudz Aqidatak Minal Kitabi was Sunnah ash-Shahihah, Karya Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu rahimahullah
Teks Arab
س١– : لِمَاذَا خَلَقَنَا اللهُ؟
ج١– : خَلَقَنَا لِنَعۡبُدَهُ وَلَا نُشۡرِكَ بِهِ شَيۡئًا وَالدَّلِيلُ قَوۡلُهُ تَعَالَى فِي سُورَةِ الذَارِيَاتِ: ﴿وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ﴾
وَقَوۡلُهُ ﷺ: (حَقُّ اللهِ عَلَى الۡعِبَادِ أَنۡ يَعۡبُدُوهُ، وَلَا يُشۡرِكُوا بِهِ شَيۡئًا) (متفق عليه)
س٢– : مَا هِيَ الۡعِبَادَةُ؟
ج٢– : الۡعِبَادَةُ اسۡمٌ جَامِعٌ لِمَا يُحِبُّ اللهُ مِنَ الۡأَقۡوَالِ وَالۡأَفۡعَالَ. كَالدُّعَاءِ وَالصَّلَاةِ وَالذَّبۡحِ وَغَيۡرِهَا.. قَالَ تَعَالَى: ﴿قُلۡ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحۡيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِينَ﴾ (سورة الأنعام) (نُسُكِي: ذَبۡحِي لِلۡحَيَوَانَاتِ).
وَقَالَ ﷺ قَالَ تَعَالَى: (وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبۡدِي بِشَيۡءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افۡتَرَضۡتُهُ عَلَيۡهِ) (حديث قدسي رَوَاهُ الۡبُخَارِيُّ)
س٣– : كَيۡفَ نَعۡبُدُ اللهَ؟
ج٣– : كَمَا أَمَرَنَا اللهُ وَرَسُولُهُ، قَالَ تَعَالَى: ﴿يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَلَا تُبۡطِلُوٓا۟ أَعۡمَـٰلَكُمۡ﴾ (سورة محمد)
وَقَالَ ﷺ (مَنۡ عَمِلَ عَمَلًا لَيۡسَ عَلَيۡهِ أَمۡرُنَا فَهُوَ رَدٌّ) (أَيۡ غَيۡرُ مَقۡبُولٍ) (رَوَاهُ مُسۡلِمٌ)
س٤– : هَلۡ نَعۡبُدُ اللهَ خَوۡفًا وَطَمَعًا؟
ج٤– : نَعَمۡ نَعۡبُدُهُ كَذٰلِكَ، قَالَ تَعَالَى يَصِفُ الۡمُؤۡمِنِينَ ﴿يَدۡعُونَ رَبَّهُمۡ خَوۡفًا وَطَمَعًا﴾ (سورة السجدة)
وَقَالَ ﷺ: (أَسۡأَلُ اللهَ الۡجَنَّةَ، وَأَعُوذُ بِهِ مِنَ النَّارِ) (صحيح رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ)
س٥– : مَا هُوَ الۡإِحۡسَانُ فِي الۡعِبَادَةِ؟
ج٥– : الۡإِحۡسَانُ هُوَ مُرَاقَبَةُ اللهِ تَعَالَى فِي الۡعِبَادَةِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى: ﴿ ٱلَّذِى يَرَىٰكَ حِينَ تَقُومُ وَتَقَلُّبَكَ فِى ٱلسَّـٰجِدِينَ﴾ (سورة الشعراء)
وَقَالَ ﷺ: (الۡإِحۡسَانُ أَنۡ تَعۡبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنۡ لَمۡ تَكُنۡ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ) (رَوَاهُ مُسۡلِمٌ)
Footnotes
- HR. al-Bukhari no.2856 dan Muslim no.30 di dalam Sahih keduanya
- Kitab Khudz Aqidatak Minal Kitabi was Sunnah ash-Shahihah, Karya Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu rahimahullah, hal. 5
- HR. al-Bukhari no.6502 di dalam Sahihnya
- Kitab Khudz Aqidatak Minal Kitabi was Sunnah ash-Shahihah, Karya Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu rahimahullah, hal. 5
- HR. Muslim no. 1718 di dalam Sahihnya
- Kitab Khudz Aqidatak Minal Kitabi was Sunnah ash-Shahihah, Karya Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu rahimahullah, hal. 5
- HR. Abu Dawud no.792
- Kitab Khudz Aqidatak Minal Kitabi was Sunnah ash-Shahihah, Karya Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu rahimahullah, hal. 6
- Shahih Muslim no. 9
- Kitab Khudz Aqidatak Minal Kitabi was Sunnah ash-Shahihah, Karya Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu rahimahullah, hal. 6









Komentar