oleh

Hujan, Tetesan Rahmat yang Dirindukan

Hujan sebuah limpahan karunia yang Allah berikan kepada para hamba-Nya. Seluruh makhluk mendapat manfaat darinya. Namun bagaimana kiranya jikalau karunia itu terhenti? Kemarau panjang yang tak kunjung usai, hujan yang tak lekas tiba? Sungai-sungai mengering, tanah-tanah menjadi pecah, ketersediaan air semakin menipis. Apa yang seharusnya kita lakukan? Simak penjelasan berikut ini!

Lafadz hadits

عن أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ، يَذْكُرُ أَنَّ رَجُلًا دَخَلَ يَوْمَ الجُمُعَةِ مِنْ بَابٍ كَانَ وِجَاهَ المِنْبَرِ، وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَائِمٌ يَخْطُبُ، فَاسْتَقْبَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَائِمًا، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ: هَلَكَتِ المَوَاشِي، وَانْقَطَعَتِ السُّبُلُ، فَادْعُ اللَّهَ يُغِيثُنَا، قَالَ: فَرَفَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَيْهِ، فَقَالَ: «اللَّهُمَّ اسْقِنَا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا» قَالَ أَنَسُ: وَلاَ وَاللَّهِ مَا نَرَى فِي السَّمَاءِ مِنْ سَحَابٍ، وَلاَ قَزَعَةً وَلاَ شَيْئًا وَمَا بَيْنَنَا وَبَيْنَ سَلْعٍ مِنْ بَيْتٍ، وَلاَ دَارٍ قَالَ: فَطَلَعَتْ مِنْ وَرَائِهِ سَحَابَةٌ مِثْلُ التُّرْسِ، فَلَمَّا تَوَسَّطَتِ السَّمَاءَ، انْتَشَرَتْ ثُمَّ أَمْطَرَتْ، قَالَ: وَاللَّهِ مَا رَأَيْنَا الشَّمْسَ سِتًّا، ثُمَّ دَخَلَ رَجُلٌ مِنْ ذَلِكَ البَابِ فِي الجُمُعَةِ المُقْبِلَةِ، وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَائِمٌ يَخْطُبُ، فَاسْتَقْبَلَهُ قَائِمًا، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ: هَلَكَتِ الأَمْوَالُ وَانْقَطَعَتِ السُّبُلُ، فَادْعُ اللَّهَ يُمْسِكْهَا، قَالَ: فَرَفَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَيْهِ، ثُمَّ قَالَ: «اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا، وَلاَ عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الآكَامِ وَالجِبَالِ وَالآجَامِ وَالظِّرَابِ وَالأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ» قَالَ: فَانْقَطَعَتْ، وَخَرَجْنَا نَمْشِي فِي الشَّمْسِ قَالَ شَرِيكٌ: فَسَأَلْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ: أَهُوَ الرَّجُلُ الأَوَّلُ؟ قَالَ: «لاَ أَدْرِي»

Terjemah hadits

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan bahwa seseorang masuk masjid pada hari Jum’at melalui pintu yang berhadapan langsung dengan mimbar. Ketika itu Rasulullah sedang berkhutbah. Maka ia berdiri menghadap Rasulullah seraya berkata, “Wahai Rasulullah hewan-hewan ternak telah binasa dan jalan-jalan telah terputus, oleh karena itu berdoalah kepada Allah agar menurunkan hujan kepada kami.”

Anas melanjutkan, Maka Rasulullah pun mengangkat kedua tangannya seraya berdoa, “ Ya Allah turunkanlah hujan kepada kami, Ya Allah turunkanlah hujan kepada kami, Ya Allah turunkanlah hujan kepada kami.” Beliau (Anas) melanjutkan kembali, sungguh demi Allah sebelumnya kami tidak melihat adanya awan sedikit pun di langit, tidak pula terlihat adanya tanda-tanda akan turunnya hujan dan tidak ada yang menghalangi pandangan kami antara kami dan bukit Sala’ seperti rumah maupun yang lainnya. Maka seketika itu pula (setelah Nabi berdoa) tampak gumpalan awan dari balik bukit Sala’ dan tatkala awan tersebut telah berada di tengah langit ia pun segera menyebar dan menyelimuti langit, kemudian turunlah hujan.

Anas berkata, Demi Allah kami tidak melihat matahari selama enam hari, kemudian pada hari Jum’at berikutnya datanglah seorang lelaki masuk masjid melalui pintu yang sama seperti pada jum’at yang lalu dan Rasulullah dalam keadaan berdiri sedang berkhutbah maka ia pun berdiri menghadap beliau seraya berkata, “Wahai Rasulullah telah rusak harta benda dan jalan-jalan telah terputus, oleh karena itu berdoalah kepada Allah agar Dia mengehentikannya (hujan tersebut).” Maka Rasulullah mengangkat kedua tangannya seraya berdoa, “Ya Allah turunkanlah hujan itu di sekeliling kami dan jangan jadikan petaka bagi kami. Ya Allah turunkanlah hujan itu pada lereng-lereng, bukit-bukit, lembah-lembah, dan tempat-tempat tumbuhnya pepohonan.”

Maka hujan pun berhenti dan kami keluar dari masjid sementara matahari telah menyinari kami, ujar Anas.

Syarik (salah seorang perawi hadits ini) berkata, “Aku bertanya kepada Anas, apakah lelaki itu adalah orang yang sama ketika datang pertama kali? Anas menjawab, “Aku tidak mengetahuinya”.

Takhrij Hadits

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari di dalam shahihnya dengan nomor 1013.

Perawi Hadits

Anas bin Malik al-Anshary al-Khazrajy radhiyallahu ‘anhu adalah seorang shahabat yang senantiasa menemani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan merupakan salah satu dari pelayan beliau. Beliau melayani Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam selama sepuluh tahun. Beliau meriwayatkan hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebanyak 1286 hadits. Beliau wafat di negeri Bashrah dan umur beliau telah mencapai seratus tahun lebih.

Makna hadits secara global

Dahulu pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah terjadi musim kemarau yang panjang sehinnga menyebabkan matinya hewan-hewan ternak dan terputusnya jalan-jalan karena kekeringan. Jalan menjadi retak-retak dan pecah-pecah, oleh karena itu salah satu shahabat meminta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di saat beliau sedang berkhutbah di hari Jum’at untuk berdoa kepada Allah agar menurunkan hujan.

Kala itu langit dalam keadaan cerah, tidak ada gumpalan awan sedikitpun yang menunjukkan akan turunnya hujan. Namun sungguh ajaib, seketika itu turunlah hujan dengan deras yang berkelanjutan hingga enam hari ke depan. Akan tetapi hujan yang mengguyur bumi selama enam hari tersebut justru menimbulkan kerusakan yang lain, jalan-jalan banjir sehingga tidak bisa dilewati, hewan-hewan ternak mati karena kedinginan, dan sebagainya. Itu semua disebabkan derasnya hujan selama enam hari. Seakan langit menumpahkan seluruh air yang ada di dalamnya.

Hujan yang awalnya adalah sebuah nikmat dan dinanti oleh umat setelah kemarau yang panjang, namun ketika hal itu tidak disyukuri justru berbalik menjadi petaka yang dapat membayakan umat. Oleh karenanya pada hari Jum’at berikutnya di kesempatan khutbah yang sama, seseorang yang meminta hujan itu datang kembali. Ia meminta agar hujan dihentikan.

Akhirnya beliau berdoa kembali agar mencurahkan hujan tersebut di daerah-daerah sekitar, perut-perut lembah, perbukitan, dan tempat-tempat tumbuhnya pepohohan. Maka sekali lagi keajaiban muncul, langit seketika itu cerah dan terik matahari mulai kembali menyentuh hangat tubuh manusia.

Sebab-sebab turunnya hujan

  1. Berdoa kepada Allah, hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam hadits di atas dengan lafadz اللَّهُمَّ أَغِثْنَا atau اللَّهُمَّ اَسْقِنَا
  2. Beristighfar atau meminta ampun kepada Allah, hal ini sebagaimana yang Allah firmankan dalam surat Nuh (ayat 10-12)

اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

“Mohonlah ampun kepada Rabbmu sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat kepadamu, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu serta kebun-kebun yang di dalamnya terdapat sungai-sungai.”

Faidah pembahasan

  1. Hadits ini menunjukkan bolehnya seorang khatib berdoa meminta hujan tatkala sedang menyampaikan khutbah Jum’at.
  2. Disunnahkannya berkhutbah dengan berdiri di atas mimbar dan menghadap kepada para jama’ah.
  3. Mengangkat tangan ketika berdoa termasuk salah satu adab dalam berdoa.
  4. Mengangkat tangan ketika berdoa di saat khutbah hanya khusus tatkala meminta hujan.
  5. Bolehnya seseorang meminta kepada orang yang lebih berilmu dan bertakwa darinya agar berdoa kepada Allah, sebagaimana yang dilakukan oleh shahabat tersebut. Perbuatan inilah yang dinamakan dengan tawassul yang hanya boleh dilakukan terhadap orang yang masih hidup. Adapun kepada orang yang telah meninggal maka hal itu tidak diperbolehkan.
  6. Salah satu mukjizat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berupa terkabulnya doa seketika itu juga.
  7. Dianjurkannya meminta doa bermanfaat dan baik bagi dirinya serta tidak memudhorotkannya.
  8. Salah satu waktu mustajab dalam berdoa adalah ketika turun hujan.
  9. Disyariatkannya berdoa ketika hujan turun dan setelah hujan, hal ini sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah yang telah menurunkan hujan yang merupakan nikmat dari Allah. SFW

Audio Doa

join chanel telegram islamhariini 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait