Home / Al Qur'an / Diantara Hikmah Al Qur’an yang Sangat Agung

Diantara Hikmah Al Qur’an yang Sangat Agung

Hikmah Al Qur’an sangatlah banyak. Karena Al Qur’an adalah kitab suci terakhir yang diturunkan oleh Allah Ta’ala kepada manusia melalui Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kitab yang diturunkan dengan perantara malaikat Jibril ini sebagai pedoman bagi manusia dalam menjalani kehidupan ini.

Berikut kami sajikan beberapa hikmah Al Qur’an diantara hikmah-hikmah yang sangat banyak.

hikmah al qur'an
Hikmah Al Qur’an

Hikmah Al Qur’an

  1. Al Qur’an, Obat yang Sangat Ampuh

    Al Imam Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah berkata:

    Bagaimanapun Anda meminta dari para dokter untuk menghilangkan kegundahan yang ada di hati Anda,

    maka sekali-kali Anda tidak akan mendapati yang semisal al Qur’an (dalam menghilangkan kegundahan, pen.)

    Syarh al Kafiyah asy Syafiyah 1/198

    https://telegram.me/AlushulAtstsalatsah

    Kami tidak  mengurutkan poin-poin hikmah Al Qur’an di sini sebagai bentuk hikmah tertinggi hingga hikmah terendah dalam diantara hikmah Al Qur’an. Semua hikmah Al Qur’an adalah tinggi. Namun kami hanya mengurutkan berdasarkan yang paling mudah dipahami oleh pembaca dari segala latar belakang.

    Hikmah Al Qur’an sebagai obat bagi kegundahan juga obat bagi penyakit yang ada di dalam hati. Bahkan ayat-ayat Al Qur’an juga dijadikan sebagai ruqyah yang syar’i untuk penyakit fisik maupun nonfisik. Itulah hikmah Al Qur’an yang sangat agung.

  2. Kedudukan Al Qur’an dalam Kehidupan Umat Manusia

    Selain itu, hikmah Al-Qur’an juga sebagai pedoman dan lentera kehidupan bagi umat manusia. Kedudukannya sangat tinggi dan hikmah yang dikandungnya pun sangat berharga.

    Di dalamn Al Qur’an terdapat lautan ilmu, petunjuk kepada jalan yang lurus, cahaya kebenaran, rahmat, dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri kepada Allah Ta’ala.

    Allah ‘azza wa jalla berfirman,

    {وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِّكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ} [النحل : 89]

    “Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (an-Nahl: 89)

    {يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيرًا مِّمَّا كُنتُمْ تُخْفُونَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ ۚ قَدْ جَاءَكُم مِّنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُّبِينٌ * يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ} [المائدة :15- 16]

    “Hai Ahli Kitab, telah datang kepada kalian Rasul kami, menjelaskan kepada kalian banyak dari al-Kitab yang kalian sembunyikan dan banyak pula yang dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepada kalian cahaya dari Allah dan kitab yang menerangkan (al-Qur’an). Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya kepada jalan keselamatan. Dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (al-Maidah: 15—16)

    Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

    “Kitabullah (al-Qur’an) adalah yang paling berhak untuk dicurahkan kepadanya perhatian dan kesungguhan, yang paling agung untuk dikerahkan kepadanya pemikiran dan ditorehkan dengannya pena, karena ia sumber segala ilmu dan hikmah, tempat semua petunjuk dan rahmat.
    Al-Qur’an merupakan bekal termulia bagi ahli ibadah dan pegangan terkuat bagi orang-orang yang berpegang teguh (istiqamah). Barang siapa berpegang teguh dengannya maka sungguh telah berpegang dengan tali yang kuat.  Barang siapa yang berjalan di atasnya maka sungguh telah berjalan di atas jalan yang lurus dan terbimbing menuju ash-shirathal mustaqim.”
    (Al-Fawaid al-Musyawwiq ila Ulumil Qur’an wa Ilmil Bayan, hlm. 6—7)

    •••••••••••••••••••••
    Majmu’ah Manhajul Anbiya

  3. Sebab Persatuan

    Seorang ulama kibar Arab Saudi, DR. Shalih al Fauzan hafizhahullah berkata:

    Diantara sebab persatuan adalah kembali kepada al Qur’an dan as Sunnah, untuk menghentikan pertikaian dan menyelesaikan perselisihan.

    Al Ajwibah al Mufidah, hlm. 85

    ‏قال العلامة صالح الفوزان -حفظه الله-:
    – من أسباب الاجتماع :
    “الرجوع إلى الكتاب والسنة لحسم النزاع، وإنهاء الاختلاف”
    الأجوبة المفيدة – ص85

    https://telegram.me/AlushulAtstsalatsah

    Ini adalah diantara hikmah Al Qur’an yang sangat agung. Betapa banyak manusia menginginkan perdamaian dan persatuan namun mereka tidak mendapatkannya. Karena mereka mencari persatuan dengan selain Al Qur’an.

    Jika manusia kembali kepada Al Qur’an dan menjadikannya pedoman dalam semua perilakunya, maka akan terjadi persatuan yang hakiki.

  4. Cara Terbaik Menumpas Terorisme

    Asy-Syaikh Muqbil bin Hady rahimahullah berkata:

    ‏أحسن طريقة لرد باطل الخوارج، هي الإهتمام بالعلم وتعليم الناس الكتاب والسنة.

    “Cara terbaik untuk melenyapkan kebatilan Khawarij adalah dengan memiliki perhatian yang besar terhadap ilmu (agama) dan mengajarkan al-Qur’an dan as-Sunnah.”

    Al-Imam al-Alma’iy, hlm. 246

    https://t.me/DakwahKampungLaut

    Memberi perhatian besar terhadap Al Qur’an dan Hadits dengan pemahaman yang benar yaitu pemahaman generasi terbaik ummat ini menjadi solusi bagi permasalahan terorisme di berbagai negara. Karena betapa banyak pemuda yang terjerat dengan syubhat para teroris, karena semangat yang membara di atas  kedangkalan ilmu agama mereka.

    Sehingga mereka mengira sedang membela Islam namun pada hakikatnya mereka memerangi Islam.

    Lihat: Mengambil Pelajaran dari Sejarah Berdirinya ISIS
  5. Memperbaiki Kondisi Umat

    Asy-Syaikh al-‘Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah :

    “Al-Imam Malik rahimahullah mengatakan, “Tidak akan baik kondisi generasi akhir umat ini kecuali dengan apa yang telah membuat baik generasi awalnya.”

    Yang telah membuat generasi awal umat ini menjadi baik, apakah itu?

    Yaitu : al-Kitab, as-Sunnah, dan mengikuti Rasululullah — shallallahu ‘alaihi wa sallam —
    Mengamalkan al-Qur’an dan mengamalkan as-Sunnah. Inilah yang menjadikan baik kondisi generasi awal umat. Maka generasi akhir umat ini tidak akan menjadi baik kecuali dengan apa yang telah membuat baik generasi awalnya.

    Barangsiapa yang menginginkan keselamatan, maka dia harus mengerti madzhab Salaf, berpegang teguh dengannya, dan berdakwah (mengajak) kepadanya.

    Inilah jalan keselamatan. Dia adalah perahu Nabi Nuh — ‘alaihi as-Salam — barangsiapa menaikinya maka dia akan selamat, namun barangsiapa meninggalkannya maka dia akan binasa dan tenggelam dalam kesesatan.

    Jadi, tidak ada keselamatan bagi kita kecuali dengan MADZHAB SALAF.

    Manhaj as-Salaf wa Haajatu al-Ummah ilaihi

    الإمام مالك رحمه الله يقول: ((لا يصلح آخر هذه الأمة إلا ما أصلها أولها))،

    الذي أصلحها أولها ما هو؟

    هو الكتاب والسنة واتباع الرسول صلى الله عليه وسلم، العمل بالقرآن والعمل بالسنة هذا هو الذي أصلح أول الأمة ولا يصلح آخر هذه الأمة إلا ما أصلحها أولها.

    فمن أراد النجاة فعليه معرفة مذهب السلف، والتمسك به، والدعوة إليه، فهو الطريق النجاة، هو سفينة نوح عليه السلام من ركبها نجا، ومن تركها هلك وغرق في الضلال،

    فلا نجاة لنا إلا بمذهب السلف

    https://t.me/DakwahKampungLaut

  6. Kebiasaan Salaf Jika Bulan Sya’ban Telah Tiba

    Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalany rahimahullah berkata:

    كان المسلمون إذا دخل شعبان أكبوا على المصاحف وأخرجوا الزكاة.

    “Dahulu kaum muslimin jika telah masuk bulan Sya’ban, mereka meningkatkan dalam menyibukkan diri membaca al-Qur’an dan mengeluarkan zakat (zakat harta).”

    Fathul Bary, jilid 13 hlm. 310-311

    Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/857591381006659584

    Para Salaf sungguh sangat mengetahui betul betapa besar hikmah Al Qur’an. Sehingga mereka meningkatkan semangat membaca Al Qur’an pada bulan Sya’ban untuk mempersiapkan diri menghadapi bulan ramadhan.

    Bulan ramadhan mempunyai kekhususan tersendiri dengan diturunkannya Al-Qur’an, sebagaimana Allah ta’ala berfirman

    شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

    Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). (Al Baqarah: 185)

    Ketika memasuki bulan Ramadhan, sifat kedermawanan Rasulullah ‘alaihish shalatu wassalam semakin bertambah dan bahkan melebihi daripada angin yang bertiup. Terkhusus tatkala Malaikat Jibril ‘alaihish shalatu wassalam datang kepada beliau, sebagaimana dalam hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma.

    Rasulullah membaca Al-Qur’an di hadapan Malaikat Jibril di setiap bulan Ramadhan sebanyak satu kali. Dan ketika di tahun terakhir menjelang wafatnya, beliau membacakan Al-Qur’an di hadapan Malaikat Jibril sebanyak dua kali. Sebagaimana hal ini dijelaskan di dalam hadits ‘Aisyah dan hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma.

    Para salaf dahulu sangat antusias dan memberikan perhatian yang lebih di dalam bulan yang agung ini, dengan melakukan amalan-amalan shalih seperti: membaca Al-Qur’an, memperbanyak dzikir, dan menahan diri dari perbuatan maksiat.

  7. Andil Pendengar Al Qur’an dalam Mendapat Pahala Bacaannya

    وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

    Dan apabila dibacakan Al Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat. (QS. Al A’raf: 204)

    Al ‘Allamah Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah berkata:
    “Orang yang mendengar al Qur’an itu ikut serta dengan pembaca al Qur’an mendapat satu kebaikan pada setiap hurufnya dan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat.” (Fatawa Nurun ‘Ala ad Darb 26/351)

Semoga dengan mengetahui hikmah Al Qur’an ini menjadikan kita bersemangat untuk mempelajari Al Qur’an dan mentaburri makna-makna yang terkandung di dalamnya. Karena masih sangat banyak hikmah Aql Qu’an yang belum kami cantumkan di sini.

Jika Anda suka dengan artikel Hikmah Al Qur’an ini, Anda juga akan suka dengan artikel:

Agar Istiqomah Membaca Al Quran

https://t.me/islamhariini

2 Komentar

  1. Terima kasih

  2. Good man!
    That is
    a fine
    offering for you.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *