oleh

Apa yang Diucapkan Seorang Muslim Ketika Dipuji?

Kehidupan ini pasti berputar. Ada kalanya kita dipuji dan ada kalanya kita dicela. Tatkala kita dicela, kita bersabar, kita maafkan orang yang mencela kita. Adapun ketika kita dipuji, maka apa yang akan kita lakukan? Apakah kita berbangga sehingga sombong disebabkan pujian tersebut? Atau bagaimana sikap kita?

Amalan Shahabat Nabi ketika Dipuji

Di sana terdapat amalan para shahabat Nabi ﷺ yang menerangkan hal tersebut, yaitu sebuah bimbingan yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari rahimahullah dalam kitab Shahih al-Adabil Mufrad bahwa ada salah seorang shahabat yang dipuji oleh shahabat lainnya, maka shahabat tersebut berdoa:

” اللَّهُمَّ لَا تُؤَاخِذْنِي بِمَا يَقُولُونَ، وَاغْفِرْ لِي مَا لَا يَعْلَمُوْنَ“

Allahumma laa tu’aakhidznii bimaa yaquuluun, waghfirlii maa laa ya’lamuun.

“Ya Allah, janganlah Engkau siksa diriku lantaran pujian mereka, dan ampunilah aku atas hal-hal yang tidak mereka ketahui.”.

Imam al-Baihaqi rahimahullah menambahkan dalam kitab beliau Syu’abul Iman:

“وَاجْعَلْنِيْ خَيْراً مِمَّا يَظُنُّوْنَ“

Waj’alnii khairan mimmaa yazhunnuun.

“Dan jadikanlah aku lebih baik dari sangkaan mereka.”


Baca Juga: Mencela Diri di Depan Orang Lain Termasuk Riya


Kesimpulan

Demikianlah yang semestinya kita lakukan saat kita dipuji. Jangan bangga dengan pujian tersebut, terlebih apabila pujian itu justru menjadikan kita sombong dan merendahkan orang lain, tapi berdoalah kepada Allah supaya keadaan kita menjadi lebih baik daripada sesuatu yang dipujikan tersebut. Wallahu a’lam. (MDS/AAA/AAK)

Referensi: Shahih al-Adabil Mufrad no. 761/589

Penulis: Muhammad Sukoharjo.

 

join chanel telegram islamhariini 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *