oleh

Zikir Pagi Petang (Bagian I)

Kesuksesan di dalam menjalani kehidupan di dunia ini merupakan hal yang dicita-citakan dan diupayakan oleh setiap orang. Terlebih bagi seorang mukmin, dia tidak hanya mendambakan serta mengupayakan kesuksesan kehidupan di dunia semata, melainkan juga kesuksesan di akhirat kelak yang mana ia merupakan tolok ukur kesuksesan yang sebenarnya (hakiki).

Keutamaan Zikir

Diantara kunci terbesar kesuksesan seorang hamba yang mukmin ialah senantiasa berzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Allah Ta’ala di dalam Al Quran:

وَاذْكُرُوْا اللَّهَ كَثِيْرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

“Berzikirlah kalian kepada Alah dengan zikir yang banyak agar kalian menjadi orang-orang yang berhasil (sukses).” (al-Anfal: 45 dan al-Jumu’ah: 10)

Semakin sering seorang hamba mengingat Allah, niscaya Allah Ta’ala akan senantiasa mengingatnya pula. Allah Ta’ala pun telah mengatakan:

فَاذْكُرُوْنِيْ أَذْكُرْكُمْ

”maka ingatlah kepadaKu, niscaya Aku akan mengingat kalian.” (al-Baqarah: 152)

Diantara waktu yang Allah Ta’ala perintahkan kepada hamba-hambaNya agar mereka mengingatNya ialah ketika pagi dan petang hari. Allah Ta’ala berkata:

يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اذْكُرُوْا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيْرًا وَسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا

“wahai orang-orang yang beriman berzikirlah kalian kepada Allah sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepadaNya di waktu pagi dan petang.” (al-Ahzab: 41-42)


Baca Juga: 10 Cara Ampuh Agar Doa Terkabul


Zikir-zikir di waktu pagi dan petang

Berikut ini adalah zikir-zikir di waktu pagi dan petang berdasarkan dalil-dalil yang sahih:

Zikir Pertama

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِيْ السَّمَاوَاتِ وَمَا فِيْ الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُوْدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya semata apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (al-Baqarah: 255)

“Barangsiapa membacanya di waktu petang, niscaya dia akan dilindungi hingga waktu pagi. Begitupula barangsiapa membacanya di waktu pagi, niscaya dia akan dilindungi hingga waktu petang.” (HR. Ath-Thabarani no 5411 dari sahabat Ubay bin Ka’ab)

 

Zikir Kedua

Waktu pagi membaca:

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ،لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، اللَّهُمَّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْم،ِ وَ شَرِّ مَا بَعْدَهُ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِيْ النَّارِ وَعَذَابٍ فِيْ الْقَبْرِ

“Kami memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. tidak ada sembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah Yang Maha Esa. Tiada sekutu bagiNya. Milik-Nya kerajaan dan baginya segala pujian. Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku memohon kepadaMu kebaikan pada hari ini dan kebaikan setelahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan pada hari ini dan kejelekan setelahnya. Wahai Rabbku aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di masa tua. Aku berlindung kepadaMu dari siksaan api neraka dan kubur.”

 

Waktu petang membaca:

أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَه،ُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَ شَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِيْ النَّارِ وَعَذَابٍ فِيْ الْقَبْرِ

“Kami memasuki waktu sore dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. tidak ada sembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah Yang Maha Esa. Tiada sekutu bagiNya. Milik-Nya kerajaan dan baginya segala pujian. Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku memohon kepadaMu kebaikan pada malam ini dan kebaikan setelahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan pada malam ini dan kejelekan setelahnya. Wahai Rabbku aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di masa tua. Aku berlindung kepadaMu dari siksaan api neraka dan kubur.” (HR. Muslim no 27232 dari sahabat Abdullah bin Mas’ud)

 

Zikir Ketiga

Waktu pagi membaca:

اللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوتُ وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ

“Ya Allah (dengan rahmat dan pertolonganMu) kami memasuki waktu pagi dan (dengan rahmat dan pertolonganMu) kami memasuki waktu petang. (Dengan rahmat dan pertolonganMu) kami hidup dan (Dengan rahmat dan pertolonganMu) kami mati serta hanya kepadaMu tempat kembali.”

Waktu petang membaca:

اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

“Ya Allah (dengan rahmat dan pertolongan-Mu) kami memasuki waktu petang dan (dengan rahmat dan pertolonganMu) kami memasuki waktu pagi. (Dengan rahmat dan pertolongan-Mu) kami hidup dan (dengan rahmat dan pertolonganMu) kami mati serta milik-Mu hari kebangkitan.” (HR Tirmidzi no. 3391, sahih3 dari sahabat Abu Hurairah)

 

Demikian rubrik doa edisi zikir pagi dan petang bagian I ini. Semoga Allah ta’ala senantiasa melimpahkan taufik dan hidayah-Nya kepada kita dan seluruh kaum muslimin untuk berdoa dan memohon hanya kepadaNya semata. BFR-JFR

Penyusun: Bustanul Fikri Ramadhan


1 Lihat al-Kabir ath-Thabarani

2 Lihat Shahih Muslim

3 Lihat Sunan Tirmidzi

join chanel telegram islamhariini 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait