Home / Uncategorized / Pengertian Fasik dan Balasan Bagi Orang Fasik
fasik adalah
fasik adalah

Pengertian Fasik dan Balasan Bagi Orang Fasik

Dalam Islam, orang yang fasiq ditolak kesaksiannya, dan tidak diterima kabar berita darinya begitu saja dikarenakan karena ada cacat pada agamanya dan jatuhnya dia pada dosa-dosa besar.

Demikianpula dengan orang yang suka menyebarkan isu-isu tidak jelas dan menyampaikan kabar-kabar dusta, datang untuk mengadu domba, untuk membuat kekacauan ditengah tengah kaum muslimin, untuk merusak barisan kaum muslimin.

Pengertian Fasik

Secara Etimologi (Bahasa) kata fasik berasal dari bahasa Arab al-Fisq الْفِسْقُ atau al-Fusuq الْفُسُوقُ yang bermakna: keluarnya sesuatu dari sesuatu yang lain dalam keadaan rusak.

Secara Terminologi (Istilah) fasik adalah keluar dari ketaatan kepada Allah dengan terjatuh pada perbuatan yang tergolong dosa besar selain syirik.

Baca Juga: Hukum Zina dan Status Anak Hasil Zina

Jenis-jenis Fasik

  1. Fasik akbar (besar) yang bersifat menyeluruh.

Artinya keluar dari Islam secara keseluruhan dan ini sama dengan kufur. Hal ini jika dia melakukan perbuatan kufur. Sehingga orang kafir bisa disebut fasik pada pembagian ini. Sebagai contoh firman Allah subhanahu wa ta’ala,

وَلَقَدْ أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ ۖ وَمَا يَكْفُرُ بِهَا إِلَّا الْفَاسِقُونَ

“Dan sungguh Kami telah turunkan kepadamu ayat-ayat yang nyata dan tidaklah mengafirinya kecuali orang-orang yang fasiq.” (Al Baqarah: 99)

  1. Fasik ashghar (kecil)

Fasik ashghar adalah keluar dari ketaatan kepada Allah dengan terjatuh pada perbuatan yang tergolong dosa besar selain syirik.

Jika terjatuh pada jenis fasik ini seorang mukmin masih disebut mukmin namun dengan keimanan yang kurang (naqishul iman). Namun tidak diterima persaksiannya dan tidak diterima pengkabaran darinya secara langsung meskipun dia tidak dihukumi kafir. Hal ini berlaku hingga ia bertobat kepada Allah kemudian kembali kepada ketaatan, sebagaimana Firman Allah Ta’ala:

وَالَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَأْتُوا بِأَرْبَعَةِ شُهَدَاءَ فَاجْلِدُوهُمْ ثَمَانِينَ جَلْدَةً وَلَا تَقْبَلُوا لَهُمْ شَهَادَةً أَبَدًا ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ()إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ وَأَصْلَحُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik. kecuali orang-orang yang bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ”

dan juga sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

وَعَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم :”سِبَابُ اَلْمُسْلِمِ فُسُوْقٌ، وَقِتَالُهُ كُفْرٌ.” مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Ibnu Mas‘ud Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Mencela seorang muslim adalah sebuah kefasikan, dan membunuhnya adalah kekufuran.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca Juga: Hukum Memakai Cadar Dalam Islam

Diantara sifat yang tergolong fasik

  1. Keluar dari ketaatan kepada Allah karena ada cacat pada agamanya.
  2. Terjatuh pada perbuatan dosa besar.
  3. Menyebarkan rumor.
  4. Menyebarkan berita dusta.
  5. Melakukan adu domba (namimah) untuk membuat was-was diantara kaum muslimin dan memecah belah mereka.
  6. Menuduh berzina tanpa bisa mendatangkan empat orang saksi.
  7. Mengingkari ayat-ayat Allah.
  8. Mengganti perintah Allah dengan perintah yang tidak diperintahkan kepada mereka.
  9. Mengundi nasib dengan anak panah.
  10. Tidak berhukum dengan hukum Allah dalam keadaan dia ridha dan menganggap hukum selain hukum Allah lebih utama.

Balasan Bagi Orang Fasik

fasik adalah
Fasik adalah keluar dari ketaatan kepada Allah
  • Orang Fasik yang melakukan kefasikan terang-terangan maka boleh dicela dengan tujuan penyebutan keadaannya ini adalah untuk memperingatkan manusia dari kejelekannya. Sehingga tidak terperdaya orang yang tidak mengetahuinya. Al imam An-Nawawi Asy Syafi’i menerangkan bahwa kebolehan ghibah itu pada enam perkara yang tergabung dalam syair:

الـذَّمُّ لَيْـسَ بِغِيْبَةٍٍ فِيْ سِتـَّةٍ مُتَظَلِّمٍ وَ مـُعَرِّفٍ وَ مُـحَذَِّرٍ
وَ لِمُظْهِرٍ فِسـْقًا وَ مُسْتَفْـتٍ وَمَنْ طَلَبَ الإِعَانَةِ فِيْ إِزَالَةِ مُنْكَرٍ

“Celaan itu bukanlah ghibah pada enam kelompok Yaitu: Mengadukan Kezaliman (kepada hakim), Orang yang mengenalkan, Orang Yang Memperingatkan, Dan untuk memperingatkan manusia terhadap pemyimpangan orang yang menampakkan kefasikan (penyimpangan lainya), dan peminta fatwa, serta orang yang mencari bantuan untuk menghilangkan kemungkaran” ( Kitab Aladzkar Imam Nawawiy Rahimahullah)

  • Berita dari orang fasik tidak bisa diterima begitu saja tanpa diteliti kembali kebenarannya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُو

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti” (Al Hujurat: 6)

  • Allah mengancam orang fasik dengan tidak memberi petunjuk kepada mereka.

وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاسْمَعُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

“Dan bertakwalah kepada Allah dan dengarkanlah (perintah-Nya). Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. “ (Al Maidah: 108,)

فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ ۚ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

“Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.” (Ash Shaf: 5)

  • Orang fasik diancam disesatkan oleh Allah.

وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلَّا الْفَاسِقِينَ

“Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik ”(Al Baqarah: 26)

  • Kefasikan adalah sebab Musibah dan adzab dari Allah.

فَبَدَّلَ الَّذِينَ ظَلَمُوا قَوْلًا غَيْرَ الَّذِي قِيلَ لَهُمْ فَأَنْزَلْنَا عَلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا رِجْزًا مِنَ السَّمَاءِ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ

“Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu dari langit, karena mereka berbuat fasik. ”(Al Baqarah: 59)

فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ

“Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. ”(Al Maidah: 49),

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا يَمَسُّهُمُ الْعَذَابُ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ

“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, mereka akan ditimpa siksa disebabkan mereka selalu berbuat fasik. ”(Al An’am: 49)

  • Orang Fasik Terhalangi dari keridhoan Allah

يَحْلِفُونَ لَكُمْ لِتَرْضَوْا عَنْهُمْ ۖ فَإِنْ تَرْضَوْا عَنْهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَرْضَىٰ عَنِ الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ

Mereka akan bersumpah kepadamu, agar kamu ridha kepada mereka. Tetapi jika sekiranya kamu ridha kepada mereka, sesungguhnya Allah tidak ridha kepada orang-orang yang fasik itu. ( AT Taubah: 96)

  • Orang fasik terhina

فَبِإِذْنِ اللَّهِ وَلِيُخْزِيَ الْفَاسِقِينَ

“dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasik.” ( Al Hasyr: 5)

Baca Juga: PERBEDAAN PUASA SYIAH DENGAN PUASA ISLAM

Kesalahan Memahami Makna Fasik

Golongan Mu’tazilah terjatuh dalam kesalahan dalam memahami makna fasik. Menurut mereka, fasik adalah sebuah kedudukan tersendiri antara iman dan kekafiran, yakni bukan iman dan bukan kufur, yang mereka istilahkan dengan al-manzilah bainal manzilatain (sebuah kedudukan antara dua kedudukan).

Sehingga menurut mereka seorang muslim yang berdosa besar disebut fasik, bukan mukmin dan bukan juga kafir. Adapun di akhirat, ia tidak masuk surga dan akan kekal di neraka. Tentu ini berbeda dengan pemahaman Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yang telah kita jelaskan tadi.

Baca Juga: ARSIP RANGKAIAN KEJAHATAN SYIAH

Kesimpulan

  • Tercelanya sifat Fasik.
  • Beratnya adzab yang diancamkan oleh Allah kepada orang fasik.
  • Besarnya Rahmat dan Maghfiroh Allah.
  • Islam mengatur semua sendi kehidupan hingga kehormatan pribadi tiap individu kaum muslimin.
  • Terjaganya kehormatan kaum muslimin dengan syariat Allah.
  • Kesalahan dalam memahami arti fasik dapat berakibat fatal yaitu mengkafirkan kaum muslimin. Karena tidak ada yang kekal di neraka kecuali orang-orang kafir.
  • Orang fasik jika dia dari ahlus sunnah lebih baik daripada ahlul ibadah dari kalangan orang-orang yang sesat yang mengajak kepada kesesatannya.
  • Tetap berada dalam kefasikan bisa menjadi wasilah terjatuh pada kekufuran. AHJ

Baca Juga

Mencela Diri di Depan Orang Lain

Mencela Diri di Depan Orang Lain Termasuk Riya’

BUKAN HAL TERPUJI MENCELA DIRI DI DEPAN ORANG LAIN 🗒 Al Hafizh Ibnu Rajab Al …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *