oleh

Kasih Sayang Rasul terhadap Umatnya

Merupakan nikmat terbesar yang Allah Subhanahu wa Ta’ala anugerahkan kepada umat ini adalah dengan diutusnya para rasul. Bagaimana tidak? Dari diri beliau lah kita mengetahui berbagai macam kebaikan, yaitu amalan yang dilakukan untuk meraih surga-Nya. Dari beliau pula kita mengetahui berbagai macam kejelekan, yaitu amalan yang harus dijauhi agar terhindar dari neraka-Nya.

Ya, begitu semangatnya beliau menjelaskan kebaikan dan mengingatkan dari kejelekan kepada para umatnya. Tak ada seorang pun yang lebih bersemangat dari beliau. Beliau adalah sosok panutan yang berdakwah di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Berikut salah satu contohnya. Selamat menyimak!

 وَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَثَلِي كَمَثَلِ رَجُلٍ اسْتَوْقَدَ نَارًا، فَلَمَّا أَضَاءَتْ مَا حَوْلَهَا جَعَلَ الْفَرَاشُ وَهَذِهِ الدَّوَابُّ الَّتِي فِي النَّارِ يَقَعْنَ فِيهَا، وَجَعَلَ يَحْجُزُهُنَّ وَيَغْلِبْنَهُ فَيَتَقَحَّمْنَ فِيهَا، قَالَ فَذَلِكُمْ مَثَلِي وَمَثَلُكُمْ، أَنَا آخِذٌ بِحُجَزِكُمْ عَنِ النَّارِ، هَلُمَّ عَنِ النَّارِ، هَلُمَّ عَنِ النَّارِ فَتَغْلِبُونِي تَقَحَّمُونَ فِيهَا

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bahwasanya permisalan diriku seperti halnya seseorang yang menyalakan api. Ketika api tersebut telah menerangi sekitarnya, berdatanganlah hewan-hewan dan serangga yang berebut ingin masuk ke dalam api tersebut. Lantas orang tersebut mencegah, akan tetapi hewan-hewan tersebut tetap mendekat ke api sehingga mereka binasa. Ketahuilah sesungguhnya itulah perumpaman diriku dan kalian wahai umatku. Sungguh aku berupaya mencegah kalian dari api neraka dan aku mengatakan “Jauhilah oleh kalian api neraka.” Tetapi kalian bersikeras dan terus menerobos sehingga akhirnya kalian binasa.”

 

Takhrij Hadits
Hadits di atas diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam musnadnya no. 8117, Imam Muslim dalam shahihnya no. 2284 dan para ulama hadits yang lainnya dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.

Biografi Singkat Perawi Hadits
Beliau berkunyah Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, nama beliau Abdurrahman bin Sakhr ad-Dausy. Beliau masuk Islam pada tahun ketujuh hijriyyah. Beliau selalu menyertai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam berbagai peristiwa hingga beliau termasuk salah satu shahabat yang paling banyak menghafal dan meriwayatkan hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga mencapai bilangan 5344 hadits. Beliau tumbuh kembang di kota Madinah dalam keadaan yatim dan wafat di kota Madinah pada tahun 57 hijriyyah. Semoga Allah meridhoi beliau.

Makna Hadits secara Global
Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam menjelaskan di dalam hadits ini perihal dirinya yang semangat dalam memberikan nasihat dan berlaku kasih sayang terhadap umatnya. Beliau menjelaskan segala bentuk kebaikan dan kejelekan kepada umatnya. Ya, tidak ada sedikitpun yang tertinggal dan tersembunyikan.

Permisalan yang beliau paparkan dalam hadits ini adalah beliau layaknya seorang yang menyalakan api, adapun umatnya ibarat serangga, sedangkan api yang dinyalakan ialah neraka. Tatkala api tersebut telah menerangi sekitarnya, hewan-hewan dan serangga pun mulai berdatangan.

Akan tetapi orang itu menghalau serta mengusir hewan-hewan dan serangga yang berusaha mendekatinya, namun mereka tersebut enggan untuk menjauh bahkan bersikeras dan menerobos orang tersebut. Tatkala telah sampai di api itu, ia pun akhirnya binasa mati terbakar.

Itulah perumpamaan yang Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam gambarkan dalam hadits di atas. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan sebab-sebab seseorang agar selamat dari api neraka namun betapa banyak orang yang tidak memperdulikannya. Ia tetap berada dalam kubangan dosa karena terlena dengan hijaunya kehidupan dunia, bergelimang dengan harta, berebut tahta, seakan semua itu akan menjadikan ia bahagia.

Namun, ketahuilah bahwa yang demikian itu hanyalah tipuan semata yang syaithan bisikkan dalam dada manusia. Ya, sama seperti keadaan serangga tadi, manakala ia melihat api, ia segera mendekat kepadanya, berharap api tersebut dapat menerangi dan memberikan petunjuk pada dirinya. Namun kenyataan tak seindah harapan, justru api itulah yang membuatnya binasa.

Faedah Hadits

  1. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang yang semangat dalam menjelaskan kebaikan dan menghasung umatnya untuk mengamalkannya. Demikian juga beliau semangat dalam menjelaskan kejelekan dan memperingati umatnya agar tidak terjatuh dalam kebinasaan.
  2. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang yang penyayang. Beliau tidak rela jika ada dari umatnya yang terjatuh dalam kebinasaan, namun tugas beliau hanyalah pemberi kabar gembira dan peringatan bukan sebagai penentu akhir kehidupan. Jika manusia mengamalkan amalan penduduk surga, yakni mengikuti bimbingan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka insyaAllah ia akan masuk surga, namun sebaliknya jika ia mengamalkan amalan penduduk neraka, yakni berpaling dari bimbingan tersebut dan senantiasa dalam dosa serta belum bertaubat darinya maka ia akan masuk neraka.
  3. Penetapan tentang adanya neraka, yaitu sebuah tempat bagi orang-orang yang berbuat dosa dan kesyirikan.
  4. Bagusnya metode pengajaran beliau kepada para sahabatnya, dengan memberikan permisalan dengan sesuatu yang nyata dalam kehidupan.

Akhir kata, tak ada yang perlu kita sesali dari dunia ini. Namun yakinlah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang bagi para hamba-Nya yang bertaubat dan berserah diri kepada-Nya. Bangkit berusaha, berdoa, bersabar, tak luput semua itu disertai dengan niatan yang baik dan ikhlas. Selamat berjuang! SFW – IMM

join chanel telegram islamhariini 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait