Syariat islam adalah syariat yang sangat sempurna. Syariat Islam memberikan kemaslahatan bagi umatnya dari berbagai sisi kehidupan mereka. Kemaslahatan hakiki akan diraih tatkala setiap individu muslim berkomitmen menjalankan syariat Islam secara kaffah.
Di antara syariat Islam yang mulia dan sangat besar manfaatnya adalah kewajiban berhijab bagi muslimah. Berhijab sesuai ketentuan syar’i adalah dambaan setiap muslimah yang menginginkan kebaikan dan keselamatan dunia akhirat.
Namun betapa miris ternyata masih kita dapati sebagian pihak dari saudara kita kaum muslimin yang fobia dengan syariat hijab. Bahkan yang lebih menyedihkan masih didapati di antara mereka mencela atau mengolok-olok wanita muslimah yang berhijab syar’i.
Lalu apa dan bagaimana hukum Islam menyikapi fenomena ini? Mari kita simak Fatwa Ulama terkait masalah ini.
Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah Tentang Orang yang Mencela Wanita Berhijab
Sebuah pertanyaan pernah diajukan ke al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts al ‘Ilmiah wal Ifta’,
Pertanyaan:
Apa hukum orang yang mencela wanita yang berhijab syar’i lalu mengatakan bahwa ia seperti setan atau tenda yang bergerak dan yang lainnya dari ucapan-ucapan yang mengandung ejekan?
Jawaban:
Barangsiapa yang mengolok-olok seorang muslimah ataupun muslim karena ia berpegang teguh terhadap syariat Islam maka orang tersebut telah kafir, baik ia mencela hijab syar’i ataupun syariat lainnya. Hal ini berdasarkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata,
Ada seseorang berkata di sebuah majelis tatkala perang tabuk, “Aku tidak pernah melihat ada orang yang lebih buncit perutnya, lebih sering berdusta, dan lebih penakut ketika bertemu musuh daripada para qurra’ kita ini (para sahabat nabi).”
Maka bangkit seorang sahabat menimpalinya, “Engkau telah berdusta, engkau adalah seorang munafik. Sungguh aku akan mengabarkan hal ini kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”
Maka sahabat tersebut segera menyampaikan kejadian itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan wahyu telah turun kepada beliau (terkait kejadian tersebut).
Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma melanjutkan kisahnya, “Sungguh aku melihat orang yang mencela para sahabat tersebut bergelantungan di tali pelana unta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan kakinya menabrak bebatuan. Dalam keadaan demikian ia berkata, “Wahai Rasulullah! Sebenarnya aku hanyalah bersenda gurau dan bercanda.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
قُلْ اَبِاللّٰهِ وَاٰيٰتِه وَرَسُوْلِه كُنْتُمْ تَسْتَهْزِءُوْنَ (٦٥) لَا تَعْتَذِرُوْا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ اِيْمَانِكُمْ ۗ اِنْ نَّعْفُ عَنْ طَاۤىِٕفَةٍ مِّنْكُمْ نُعَذِّبْ طَاۤىِٕفَةً ۢ بِاَنَّهُمْ كَانُوْا مُجْرِمِيْنَ
“Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, dan rasul-Nya kalian mengolok-olok. Tidak perlu kalian meminta udzur, karena kalian telah kafir setelah keimanan. Jika Kami memaafkan sebagian dari kalian niscaya Kami akan mengazab golongan yang lain karena mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” (at-Taubah: 65-66)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memposisikan celaan dari orang itu terhadap kaum mukminin sebagai sikap celaan terhadap Allah, ayat-ayat-Nya, dan rasul-Nya.
Fatwa no.4127 (soal kedua)1
Demikian terjemahan fatwa terkait larangan mencela wanita berhijab.
Kita memohon kepada Allah Ta’ala memberikan taufik-Nya kepada kita semua untuk menjalankan syariat Islam yang mulia ini. Kita juga memohon kepada-Nya agar menjauhkan kita semua dari adzab-Nya yang pedih, aamiin.
Semoga bermanfaat
Alih Bahasa: Ahmad Daffa’ Faadhilah
Referensi: https://alifta.gov.sa/
(ADF/AAA/IWU)
Footnotes
-
الاستهزاء بالحجاب
السؤال الثاني من الفتوى رقم (4127) :
س: ما هو حكم من يستهزئ بمن ترتدي الحجاب الشرعي، ويصفها: بأنها عفريتة أو أنها خيمة متحركة، وغير ذلك من ألفاظ الاستهزاء؟
ج: من يستهزئ بالمسلمة أو المسلم من أجل تمسكه بالشريعة الإسلامية فهو كافر، سواء كان ذلك في احتجاب المسلمة احتجابا شرعيا أم في غيره؛ لما رواه عبد الله بن عمر رضي الله عنهما قال: «قال رجل في غزوة تبوك في مجلس: ما رأيت مثل قرائنا هؤلاء أرغب بطونا، ولا أكذب ألسنا، ولا أجبن عند اللقاء، فقال رجل: كذبت ولكنك منافق، لأخبرن رسول الله صلى الله عليه وسلم، فبلغ ذلك رسول الله صلى الله عليه وسلم ونزل القرآن، فقال عبد الله بن عمر: وأنا رأيته متعلقا بحقب ناقة رسول الله صلى الله عليه وسلم تنكبه الحجارة وهو يقول: يا رسول الله، إنما كنا نخوض ونلعب، ورسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: {أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ} (1) {لا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ} (2) » فجعل استهزاءه بالمؤمنين استهزاء بالله وآياته ورسوله











Komentar