Home / Adab & Akhlak / Istiqomah dan Zuhud Lebih Baik dari Emas dan Perak

Istiqomah dan Zuhud Lebih Baik dari Emas dan Perak

Istiqomah dan Zuhud Lebih Baik dari Emas dan Perak

Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Syaddad bin Aus radhiallahu ‘anhu,

“Wahai Syaddad bin Aus, jika engkau melihat manusia telah menyimpan emas dan perak, simpanlah kalimat-kalimat ini.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ وَالْعَزِيْمَةَ عَلَى الرُّشْدِ، وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ حُسْنَعِبَادَتِك، وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيمًا، وَأَسْأَلُكَ لِسَانًا صَادِقًا، وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّمَا تَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ، إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kekokohan di atas perkara agama, istiqamah di atas jalan yang haq, bersyukur atas nikmat-Mu, aku memohon kebagusan dalam ibadahku kepada-Mu, hati yang selamat, dan lisan yang jujur. Aku memohon kebaikan yang Engkau ketahui.

Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang Engkau ketahui. Aku memohon ampun kepada-Mu dari yang Engkau ketahui. Sesungguhnya, Engkau Maha Mengetahui hal-hal yang gaib.” (HR. Ahmadno. 17114, Shahih)

Zuhud Adalah Sebab Datangnya Kecintaan Kepada Kita

عَنْ أَبي العَباس سَهلٍ بنِ سَعدِ السَّاعِدي رضي الله عنه قَالَ: أتى النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم رَجُلٌ فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ: دُلَّنِيْ عَلَى عَمَلٍ إِذَا عَمِلتُهُ أَحَبَّنِيَ اللهُ، وَأَحبَّنِيَ النَاسُ؟ فَقَالَ رسول الله صلى الله عليه وسلم: (ازْهَدْ فِي الدُّنيَا يُحِبَّكَ اللهُ، وازْهَدْ فيْمَا عِنْدَ النَّاسِ يُحِبَّكَ النَّاسُ) حَدِيْثٌ حَسَنٌ رَوَاهُ ابْنُ مَاجَه وَغَيْرُهَ بِأَسَانِيْدَ حَسَنَةٍ

Dari Abul Abbas Sahl bin Sa’ad As-Sa’idi radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

Seseorang telah datang kepada nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu mengatakan: Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku sebuah amalan yang apabila aku mengamalkannya Allah subhanahu wa ta’ala dan manusia mencintaiku maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

”Bersikaplah zuhud terhadap dunia, niscaya Allah subhanahu wa ta’ala akan mencintaimu dan bersikaplah zuhud engkau terhadap apa yang ada pada manusia niscaya mereka akan mencintaimu.”

( Hadits hasan. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan selainnya dengan sanad yang hasan )[1] [1] Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (4102), Ath Thabrani dalam al Kabir (5972), Abu Nu’aim dalam al Hilyah (3/253) dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman (7/344).  (http://haditsarbain.com/hadits/perintah-untuk-bersifat-zuhud/)

Seorang pe-Zuhud Sejati

Berkata al-Hasan al-Bashri rahimahullah:

Orang yang zuhud adalah orang yang apabila dia melihat orang lain, dia berkata:

“dia lebih utama dari diriku.”

Dan hal ini kembali kepada pengertian seorang yang zuhud secara hakiki. Zuhud secara hakiki adalah orang yang zuhud terhadap pujian kepada dirinya dan pengagungan dirinya, oleh karena itu:

“Zuhud dalam kepemimpinan lebih berat dari zuhud dari emas dan perak,”

Jika seseorang mampu zuhud hingga pada tingkatan ini, maka inilah seorang pe-zuhud sejati, dan inilah yang dia telah menilai sederajat antara yang memujinya dengan yang mencelanya dalam kebenaran.

(lihat juga di: Jami’ al-ulum wal hikam (2/183))

Baca Juga

Apakah Pasti Masuk Surga

Apakah Pasti Masuk Surga Mengucapkan Kalimat Tauhid di Akhir Hayat

Seorang yang mengucapkan syahadat sebelum wafatnya apakah ia masuk dalam sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *