oleh

Hukum Menyantap Bawang di Hari Jum’at

Fatwa Al Lajnah Ad Da-imah no. 7466

Pertanyaan:

Apakah memakan bawang pada hari jumat diharamkan ataukah dimakruhkan (dibenci)?

Apakah mendapat dosa jika seseorang makan bawang di hari jum’at, kemudian hilang bau mulutnya karena makan tumbuhan tertentu (misalnya mint), maupun menggunakan pasta gigi?

Apakah larangan memakan bawang terkait baunya saja atau terdapat pula hadits yang menganjurkan memakan bawang?

Jawaban:

Makan bawang yang mentah itu dibenci, karena bau mulut yang tidak sedap dan dikhawatirkan akan mengganggu saudaranya ketika hadir di masjid, tempat-tempat umum atau ketika bergaul dengan orang lain. Sama saja di hari Jum’at atau di hari lainnya.

Adapun bila bawang tersebut sudah dimasak, maka tidak mengapa dimakan sebab aromanya telah hilang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من أكل ثوما أو بصلا فلا يقربن مسجدنا

“Barang siapa yang memakan bawang putih ataupun bawang merah maka janganlah sekali-kali mendekati masjid-masjid kami!” 1

Barang siapa yang memakan bawang putih ataupun merah lalu hilang aromanya dengan sesuatu yang bisa menghilangkannya, maka dia tidak berdosa ketika bergaul dengan orang lain di masjid maupun di majlis ilmu atau di tempat lainnya.

Taufik hanyalah dari Allah, semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabat beliau.

[Referensi: Kumpulan Fatwa Komisi Tetap Urusan Riset Ilmiah no. 7.466]

AYN/AA/AAK

أكل البصل

السؤال الثالث من الفتوى رقم (7466)

س 3: هل أكل البصل محرم يوم الجمعة أو مكروه، وهل هناك إثم إذا أكل إنسان بصلا يوم الجمعة ثم ذهبت الرائحة باستعمال النعناع ومعاجين الأسنان، وهل الحرمة متعلقة فقط بالرائحة، أم أن هناك أحاديث ترغب في أكل البصل؟

ج 3: أكل البصل النيء مكروه لرائحته الكريهة، مع توقع حضوره المساجد والمجامع العامة ومخالطته الناس، سواء كان ذلك في يوم الجمعة أو غيرها، أما إذا كان مطبوخا فلا بأس بأكله؛ لزوال رائحته، وقد ثبت في الحديث: «من أكل ثوما أو بصلا فلا يقربن مسجدنا » ، ومن أكل ثوما أو بصلا وأزال الرائحة بأي مزيل فلا إثم عليه في اختلاطه بالناس في المساجد ومجالس الخير.

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء


1Lihat Kitab Shahih al-Bukhari no. 855 dan shahih Imam Muslim no. 564.

join chanel telegram islamhariini 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait