oleh

Dusta dalam Canda dan Sikap yang Benar Terhadap Pelakunya

Fatwa al Lajnah ad Da-imah no. 6928

Pertanyaan

Kebanyakan manusia ketika bergurau mereka berdusta. Apakah hal ini diperbolehkan bagi mereka? Namun ketika mereka mulai bercanda dengan berdusta aku meninggalkan mereka. Apakah aku mendapatkan pahala ataukah dosa karena sikap tersebut? Berikanlah faidah kepada kami.

Jawaban

Jika candaan itu mengandung kedustaan yang jelas, wajib bagimu untuk meninggalkan majlis tersebut. Engkau mendapatkan pahala jika meninggalkan majlis itu karena menjauh dari kedustaan. Namun jika ucapan itu berbentuk sindiran kepada yang diajak bicara dan itu benar adanya, maka tidak mengapa.

Taufik hanyalah dari Allah, semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabat beliau.

[Disarikan dari Buku Kumpulan Fatwa Komisi Tetap Urusan Riset Ilmiah no. 6928] DW-ARF

السؤال الثاني من الفتوى رقم 6928

س 2: إن كثيرا من الناس إذا مزحوا يكذبون، فهل يجوز ذلك عليهم، فإنني إذا بدءوا يمزحون خرجت عنهم، أيكون لي أجر أم ذنب بذلك؟ أفيدوني جزاكم الله خيرا.

ج 2: إذا كان المزاح فيه كذب صريح وزور وجب ترك ذلك المجلس وأنت مأجور إذا كان خروجك من المجلس من أجل ما في المزح من كذب، وإذا كان الكلام فيه تعريض وتعمية على المخاطب، ولكنه حق وصدق، فلا شيء في ذلك.

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

join chanel telegram islamhariini 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait