oleh

Hukum Donor Darah Kepada Non Muslim

Fatwa al Lajnah ad Daimah no. 1325

Pertanyaan: 

Apakah boleh seseorang mendonorkan darahnya kepada orang lain meski berbeda agama?

Jawaban: 

Jika seorang manusia sakit atau sangat lemah dan tidak ada jalan untuk menguatkan atau mengobatinya kecuali dengan donor darah dari orang lain, dan hal itu bisa menolongnya menurut persangkaan kuat orang yang ahli di bidangnya maka yang demikian tidak mengapa. Walaupun agamanya berbeda. Boleh donor darah dari orang kafir kepada muslim meski kafir harbi (memerangi Islam, pent). Boleh juga donor darah dari seorang muslim kepada non muslim yg bukan harbi.

Adapun (jika yg menjadi obyek adalah) orang kafir harbi, maka orang kafir harbi tidaklah terjaga (darah dan kehormatannya, pent), tidak boleh (kita) menolongnya. Bahkan wajib ditetapkan hukuman untuknya. Kecuali jika ia ditawan, maka pemimpin kaum muslim atau wakilnya bisa berbuat sesuai dengan yang dipandang baik untuk kaum muslimin, bisa berupa dihukum mati, dijadikan budak, memberikan pemberian kepadanya, atau menerima tebusan darinya atau dari walinya.

Kalau tidak, jika pemimpin kaum muslimin atau wakilnya merasa aman (dari kejahatannya, pent) maka ia dilindungi sampai tegak baginya hujjah. Jika kemudian ia beriman, maka itulah yg diharapkan. Jika tidak beriman, bisa diantar ke tempat yang aman baginya.

Hanya kepada Allah kita memohon taufik. Dan semoga shalawat serta salam tertuang kepada Nabi kita, keluarga dan para sahabat beliau.

[Fatawa Al-Lajnah ad-Daaimah lil Buhuts al-‘Ilmiyyah wal Ifta’ No. 1325]

~HN-AAK~

س : هل يجوز نقل الدم من إنسان إلى آخر وإن اختلف دينهما؟

ج : إذا مرض إنسان أو اشتد ضعفه ولا سبيل لتقويته أو علاجه إلا بنقل دم من غيره إليه، وتعين ذلك طريقا لإنقاذه، وغلب على ظن أهل المعرفة انتفاعه بذلك- فلا بأس بعلاجه بنقل دم غيره إليه ، ولو اختلف دينهما، فينقل الدم من كافر ولو حربيا لمسلم، وينقل من مسلم لكافر غير حربي، أما الحربي فنفسه غير معصومة، فلا تجوز إعانته، بل ينبغي القضاء عليه، إلا إذا أسر، فلإمام المسلمين أو نائبه أن يفعل به ما يراه مصلحة للمسلمين، من قتل أو استرقاق أو من عليه أو قبول فداء منه أو من أوليائه، وإلا إذا أمن فيجار حتى تبين له الحجة، فإن آمن فبها، وإلا بلغ مأمنه.

. وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

 

join chanel telegram islamhariini 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait