oleh

Dunia, ladang untuk beramal

Kehidupan dunia merupakan ladang untuk bercocok tanam yang buahnya akan dipetik di kehidupan akhirat. Barangsiapa yang menabur benih iman dan amal shalih, niscaya ia akan memanen buahnya yang manis, lezat, dan nikmat di akhirat kelak.

Namun sebaliknya, apabila di dunia ia menanam bibit kekufuran dan kemaksiatan, pasti dia akan menuai buah kesengsaraan yang dihasilkan dari keburukannya selama ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًۭا يَرَهُۥ ۝٧

وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍۢ شَرًّۭا يَرَهُۥ ۝٨

“Barangsiapa yang beramal kebaikan walau sebesar biji dzarrah maka dia akan melihat (hasilnya) di akhirat kelak. Dan barangsiapa yang berbuat kejelekan meski sebesar biji dzarrah maka dia akan melihat (hasilnya) di akhirat kelak.” (Al Zalzalah: 7-8)

Pembaca yang semoga dirahmati Allah Ta’ala, kita harus yakin dan percaya bahwa sekecil apapun kebaikan yang Anda lakukan, pasti Allah Ta’ala akan memberikan pahala. Bahkan Allah Ta’ala Yang Maha Pengasih akan membalas dengan balasan yang lebih baik dari yang Anda lakukan.

Sebaliknya, sekecil apapun kejelekan dan dosa yang Anda perbuat, Allah Ta’ala akan meminta pertanggungjawaban atas perkara yang telah Anda lakukan. Bahkan, pada suatu kesempatan baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberikan sebuah peringatan kepada istri beliau, Ibunda ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha,

يَا عَائِشَةُ إِيَّاكِ وَمُحَقِّرَاتِ الذُّنُوبِ فَإِنَّ لَهَا مِنَ اللَّهِ طَالِبًا

“Wahai ‘Aisyah, waspadalah engkau dari dosa – dosa yang engkau anggap remeh, karena sesungguhnya di sisi Allah Ta’ala ada pertanggungjawaban atas perkara tersebut.|” (HR. Ahmad 24415 dan 25177, shahih).

Mengenai ayat ini (Surat Al Zalzalah: 7-8), al-Imam al-Mufassir (pakar tafsir) Abdurrahman As Sa’di rahimahullah berkata,

وهذه الآية فيها غاية الترغيب في فعل الخير ولو قليلا والترهيب من فعل الشر ولو حقيرًا

“Dalam ayat ini, didalamnya terdapat hasungan yang tinggi untuk melakukan amalan kebajikan walaupun sedikit. Demikian pula, di dalamnya terdapat larangan dari melakukan perbuatan jelek walaupun dianggap remeh.”1

Pembaca yang semoga dirahmati Allah Ta’ala,

Dengan demikian, mari kita berlomba-lomba untuk memperbanyak amal kebaikan. Selagi kita masih berada di dunia, tempat untuk kita menabung dan memperbanyak amal. Agar kita bisa menuai hasil yang indah kelak di tempat yang abadi. Juga, kita harus meningkatkan kewaspadaan kita terhadap dosa-dosa walau yang dianggap remeh sekalipun, karena semua itu akan dimintai pertanggungjawaban di sisi Allah Ta’ala dan ada balasannya.

Wallahu a’lam.

MAS

Referensi: Tafsir ibnu Katsir dan Taisir al-Karim ar-Rahman.


1 Taisir al-Karim ar-Rahman karya Abdurrahman bin Nasir as-Sa’di hal. 891.

join chanel telegram islamhariini 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait