oleh

Doa Agar Bisa Melunasi Hutang

اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Allahumma ikfinii bihalaalika ‘an haraamika wa agninii bi fadhlika ‘amman siwaaka.

“Ya Allah, cukupkanlah aku dengan apa yang Engkau halalkan dari apa yang Engkau haramkan. Dan cukupilah aku dengan karunia-Mu dari segala sesuatu selain-Mu.” (HR. Imam at Tirmidzi no. 3563, Hasan)

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الهَمِّ وَالحَزَنِ، وَالعَجْزِ وَالكَسَلِ، وَالبُخْلِ وَالجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

Allahumma innii a’udzubika minal hammi wal hazani wal ‘ajzi wal kasali wal bukhli wal jubni wa dhola-‘id daini wa ghalabatir rijaal.

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keresahan dan kesedihan, kelemahan dan sikap malas, dari kekikiran dan sikap pengecut serta terlilit hutang dan dikalahkan lawan.” (HR. Imam al-Bukhari no. 6363)

Download audio di sini

Kisah

Dahulu ada seorang mukatib datang kepada Ali bin Abi Thalib, ia pun berkata: “Aku sudah tidak sanggup lagi untuk mencatat hutang-hutangku, maka tolonglah aku!”.

Maka Ali radhiyallahu ‘anhu pun menjawab: “Maukah engkau aku ajarkan sebuah kalimat yang telah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ajarkan kepadaku?”.

Jikalau engkau memiliki hutang sebesar gunung maka Allah Subhanahu wa Ta’ala  akan mudahkan engkau untuk melunasinya. Maka berdoalah:

اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Mutiara Hikmah

Demikianlah kehidupan di dunia ini. Berbagai kekurangan melekat pada diri masing-masing insan. Sebagai manusia yang hidup bersosialisasi, pasti ia membutuhkan pertolongan saudaranya. Tidak ada seorang pun yang tidak butuh bantuan saudaranya. Siapapun dia. Apakah dia orang yang kaya ataupun miskin. Kuat ataupun lemah. Allah Subhanahu wa Ta’ala  pun mensyariatkan kepada kita untuk saling membantu di dalam kebaikan dan ketaatan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya):

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ

“Dan saling tolong-menolonglah kalian di dalam kebaikan dan ketakwaan”. (al Maidah: 2).

Hutang-piutang dibolehkan di dalam syariat ini. Hampir semua insan memiliki hutang kepada yang lainnya. Maka dari itu kita sangat membutuhkan pertolongan dari Pencipta kita, Pencipta alam semesta dan yang menakdirkan semua ini. Dia-lah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang hanya kepada-Nya lah kita meminta kelapangan rizqi, agar kita dimudahkan untuk melunasi hutang kepada yang lainnya.

Seorang mukmin yang meyakini tentang adanya hari akhir maka ia akan takut terhadap nasibnya di akhirat kelak. Ia berusaha agar selamat dari marabahaya yang akan menimpanya di hari akhir nanti. Ia tidak akan bisa masuk surga -apabila tidak ada penghalang yang lainnya- kecuali setelah selesai urusannya kepada sesama manusia. Di antara urusan tersebut adalah permasalahan hutang.

Maka dari itu sudah semestinya kita senantiasa menghadirkan doa di atas pada setiap doa kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Semoga apa yang kami sajikan ini bermanfaat dan diberkahi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. washallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi washahbihi ajma’in. HFZ-AAW

 

join chanel telegram islamhariini 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait