oleh

Cara Beribadah yang Benar

Cara Beribadah yang Benar, Kita semua telah mengetahui tujuan manusia diciptakan. Ya, untuk beribadah hanya kepada Allah Tuhan semesta alam. Di dalam beribadah, manusia bertingkat-tingkat dalam menunaikannya. Ada yang kurang, ada yang sempurna.

Nah, jika kita bercita-cita ingin beribadah dengan sempurna, mari ikuti bimbingan ulama kita pada masa ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin

Penjelasan Ulama tentang Cara Beribadah yang Benar

Syaikh Muhammad bin Shalih rahimahullah berkata[1], “Tidak mungkin seseorang dapat beribadah kepada Allah dengan bentuk yang paling sempurna hingga ia mengilmui tentang nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya. Sehingga ia beribadah kepada-Nya di atas bashirah (puncak ilmu). Allah Ta’ala berkata,

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا

“Hanya milik Allah Al-Asma-ul Husna (nama-nama yang indah), maka berdoalah kepada-Nya dengan menyebut Asmaa-ul husna itu.” (al-A’raf: 180).

Kemudian beliau rahimahullah menjelaskan,

“Lafadz doa pada ayat di atas mencakup doa permintaan maupun doa ibadah.

Doa permintaan adalah sebelum memulai permintaanmu, engkau mendahulukan penyebutan nama-nama dan sifat-sifat Allah yang maknanya sesuai (dengan doamu). Sebagai contoh: “Ya Ghafur (yang Maha Pengampun), ampunilah saya”. “Ya Rahim (Yang Maha Pemberi rahmat), rahmatilah saya”. Dan semisalnya.


Baca Juga: Tata Cara Aqiqah Sesuai Al Quran dan Sunnah


Adapun doa ibadah adalah Engkau beribadah kepada Allah sesuai konsekuensi dari nama-nama-Nya. Maka, engkau bertaubat kepada-Nya karena Ia adalah at-Tawwab (Yang Maha Menerima Taubat). Engkau berdzikir (menyebut-Nya) dengan lisanmu karena Dia adalah as-Sami’ (Yang Maha Mendengar).

Engkau beribadah dengan anggota badanmu karena Dia adalah al-Bashir (Yang Maha Melihat). Engkau takut kepada-Nya dalam kondisi sepi karena Ia adalah al-Lathif (Yang Maha Lembut pengawasannya) dan al-Khabir (Yang Maha Mengetahui hal-hal rinci). Demikian seterusnya.”

Kita doakan semoga Syaikh Muhammad bin Shalih senantiasa mendapatkan rahmat-Nya. Semoga kita bisa mengetahui nama-nama dan sifat-sifat Allah sesuai pemahaman yang benar sehingga kita dapat beribadah dengan sempurna berdasarkan konsekuensi nama-nama tersebut. UKA-ALF

Penulis: Ukkasyah Al-Atsariy


[1] Al-Qawa’id al-Mutsla hlm. 5-6

join chanel telegram islamhariini 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait