Seorang muslim harus mengetahui apa tujuan mempelajari tafsir Al-Qur’an, sehingga dapat memicunya untuk semangat dalam mengkaji ilmu tersebut. Allah Ta’ala berfirman,
كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya orang-orang yang mempunyai pikiran dapat mengambil pelajaran darinya.” (Shad: 29)
Memperhatikan ayat-ayat Al-Qur’an adalah dengan memahami makna dan segala yang terkandung di dalamnya. Jika tidak demikian maka tiada hikmah diturunkannya Al-Qur’an, yakni tidak dapat diambil pelajaran darinya. Na’udzubillahi min dzalik.
Al-Qur’an merupakan kitab umat terbaik, yaitu umat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, yang Allah Ta’ala turunkan melalui malaikat-Nya yang paling mulia, Jibril alaihissalam. Maka sepantasnya bagi kita untuk mensyukurinya dengan lebih serius dalam mentadabburi Al-Qur’an.
Definisi Tafsir
Tafsir secara bahasa berasal dari kata (الفَسْرُ) yang artinya mengungkapkan sesuatu yang tertutupi.
Adapun tafsir secara istilah adalah menjelaskan makna-makna yang terkandung di dalam Al-Qur’an yang mulia. 1
Dengan kita mengetahui definisinya, kita akan lebih mudah untuk masuk dalam pembahasan selanjutnya. Allahul Muwaffiq.
Hukum Mempelajarinya
Mempelajari tafsir Al-Qur’an hukumnya adalah wajib. Berdasarkan dengan firman Allah Ta’ala,
كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya orang-orang yang mempunyai pikiran dapat mengambil pelajaran darinya.” (Shad: 29)
Dan firmannya pula,
أَفَلا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا
“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci?” (Muhammad: 24)
Sisi pendalilan dari ayat yang pertama adalah Allah Ta’ala menerangkan bahwa hikmah diturunkannya Al-Qur’an yang barakah yaitu agar manusia memperhatikan ayat-ayatnya dan mengambil faidah dari kandungannya. Yang dimaksud dengan memperhatikan ayat-ayatnya adalah memperhatikan lafazh demi lafazh supaya bisa memahami makna-maknanya. Jika tidak, maka tiada hikmah diturunkannya Al-Qur’an, sehingga hanya redaksi semata yang tidak ada pengaruh. Tidak mungkin seorang mengambil pelajaran dari Al-Qur’an tanpa memahami makna kandungannya.
BACA JUGA: 5 Rujukan dalam Menafsirkan Al Quran
Sisi pendalilan dari ayat yang kedua adalah Allah Ta’ala mencela orang-orang yang tidak mentadaburi Al-Qur’an kemudian memberi isyarat bahwa hal itu disebabkan terkuncinya hati mereka dan kebaikan tidak akan sampai kepadanya. 2
Tujuan Mempelajarinya
Tujuan mempelajari tafsir Al-Qur’an adalah dalam rangka meraih tujuan yang terpuji dan hasil yang mulia yaitu:
- Membenarkan berita-beritanya.
- Mengambil manfaat darinya.
- Menerapkan hukum-hukumnya yang sesuai dengan yang Allah Ta’ala inginkan, supaya dapat beribadah kepada Allah Ta’ala di atas ilmu dengan hukum-hukum tersebut. 3
Tujuan-tujuan ini sungguh sangat berharga dan dapat menunjang keberlangsungan hidup kita dengan kehidupan yang didasari dengan Al-Qur’an dan sunnah nabawiyyah. Semoga kita termasuk orang-orang yang dapat mencapai ini semua. Aamiin ya mujiibas saailin. (MSH/AAA/ATH)
Penulis: Syarif Karawang
Referensi:
- Al-Qur’an Al-Karim
- Usuul fit tafsiir,karya Syaikh Muhammad bin Shalih rahimahulah.
Footnotes
- Dikutip dalam kitab (usuul fit tafsir) karya Syaikh Muhammad bin Shalih rahimahullah hal.23,
التفسير لغة: من الفسر، وهو: الكشف عن المغطى.
وفي الاصطلاح. بيان معاني القرآن الكريم.
- Dikutip di dalam kitab (usuul fit tafsir) karya Syaikh Muhammad bin Shalih rahimahullah hal.23-24,
«أصول في التفسير» (ص23):
«وتعلم التفسير واجب لقوله تعالى: (كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ) (ص: 29) ولقوله تعالى: (أَفَلا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا) (محمد: 24)
وجه الدلالة من الآية الأولى أن الله تعالى بين أن الحكمة من إنزال هذا القرآن المبارك؛ أن يتدبر الناس آياته، ويتعظوا بما فيها.
والتدبر هو التأمل في الألفاظ للوصول إلى معانيها، فإذا لم يكن ذلك، فاتت الحكمة من إنزال القرآن، وصار مجرد ألفاظ لا تأثير لها.
ولأنه لا يمكن الاتعاظ بما في القرآن بدون فهم معانيه.
ووجه الدلالة من الآية الثانية أن الله تعالى وبخ أولئك الذين لا يتدبرون القرآن، وأشار إلى أن ذلك من الإقفال على قلوبهم، وعدم وصول الخير إليها.
- Dikutip di dalam kitab (usuul fit tafsir) karya Syaikh Muhammad bin Shalih rahimahullah hal.24,
صول في التفسير» (ص24):
«والغرض من تعلم التفسير هو الوصول إلى الغايات الحميدة والثمرات الجليلة، وهي التصديق بأخباره والانتفاع بها وتطبيق أحكامه على الوجه الذي أراده الله؛ ليعبد الله بها على بصيره.»








Komentar