oleh

Adab Bermajelis

Agama islam adalah agama yang menjunjung tinggi adab dan akhlak. Berikut adalah tuntunan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagaimana adab ketika mendatangi majelis (perkumpulan) manusia. Berikut haditsnya:

Lafadz Hadits

عَنِ ابْنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَا يُقِم الرَّجُلُ الرَّجُلَ مِنْ مَجْلِسِهِ ثُمَّ يَجْلِسُ فِيهِ، وَلَكِنْ تَفَسَّحُوا وَتَوَسَّعُوا

Terjemah Hadits

Dari shahabat Ibnu Umar, bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah seseorang memerintahkan berdiri orang lain dari tempat duduknya, kemudian dia duduk padanya, akan tetapi hendaknya kalian saling melapangkan dan meluaskan. (HR. Imam Bukhari no. 6270 dan Imam Muslim no. 2177)

Makna Hadits secara Global

Kaidah dalam islam “Siapa yang lebih dahulu dalam perkara yang mubah, maka dia lebih berhak dalam hal tersebut,’’ bahkan dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ قَامَ مِنْ مَجْلِسِهِ ثُمَّ رَجَعَ إلَيْهِ فَهُوَ أَحَقُّ بِهِ

“Barang siapa yang pergi dari tempat duduknya kemudian kembali, dia lebih berhak terhadap tempat tersebut.”(HR. Muslim no. 2179)

Sebagian manusia di zaman ini, mereka masih belum mengenal dan mempelajari ilmu agama. Sehingga saat mereka datang di sebuah majlis yang sudah penuh, dia tidak segan untuk mengusir atau menyuruh pergi salah seorang dari tempat duduknya agar dia bisa duduk di tempat tersebut atau dia berdiri terus-menerus agar salah seorang dari majlis pergi dari tempatnya. Tentu ini merupakan sikap yang salah, karena hal tersebut telah mengganggu dan menyakiti perasaan orang lain, namun duduklah dimana engkau bisa duduk (semampunya). Berbeda halnya jika engkau datang di sebuah majlis, kemudian ada salah seorang yang berdiri lalu memerintahkanmu untuk duduk atau tuan rumah memerintahkanmu untuk duduk maka hal ini tidak mengapa.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyebutkan dalam al-Qur`an:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ

”Hai orang-orang yang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.’’ (al-Mujadilah: 11)

Syaikh Abdurrahman as-Sa’dy rahimahullahu menjelaskan tentang ayat di atas:

Inilah sifat yang diajarkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hamba-hambaNya yang beriman, ketika mereka berkumpul pada sebuah majlis. Lalu ada sebagian yang baru datang ke majlis, maka sebuah adab yang baik adalah mempersilahkan mereka untuk duduk – tentunya dengan cara yang baik-. Ini bukanlah suatu hal yang berat, maka dengan itu akan tercapailah keinginan orang tersebut.

Begitulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan dalam hadits, karena hal tersebut akan memunculkan ketenangan dalam majlis, di sisi lain akan menghilangkan sebab-sebab permusuhan dan kebencian.

Faedah Hadits

  1. Islam menganjurkan pada segala sesuatu yang mengantarkan kepada persatuan antara sesama muslim.
  2. Larangan dari segala sesuatu yang mengantarkan kepada kebencian di antara sesama muslim.
  3. Memerintahkan seseorang untuk meninggalkan tempat duduknya merupakan adab yang tidak baik.
  4. Seorang muslim mencintai sesuatu untuk saudaranya sebagaimana ia mencintai hal tersebut untuk dirinya sendiri, sehingga ia melapangkan dan meluaskan tempat duduknya.
  5. Sepantasnya seorang muslim mempelajari adab-adab majlis, untuk dia terapkan dan amalkan. DW
join chanel telegram islamhariini 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait