oleh

3 Tipu Daya Setan di Malam Tahun Baru

Malam tahun baru adalah momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh mayoritas masyarakat. Bukan hanya dari kalangan orang dewasa dan remaja saja, bahkan anak-anak kecil pun juga menanti-nanti momentum ini. Momen sekali dalam setahun ini benar-benar dipersiapkan dan disambut semeriah mungkin. Yaitu hanya dengan melewati satu detik saja, tahun pun berganti ke tahun berikutnya.

Malam tahun baru dipenuhi dengan berbagai acara, mulai dari festival kembang api, konser musik, dan berbagai event lainnya sebagai ciri khas untuk malam yang dianggap istimewa ini. Di malam ini pula tidak sedikit dari masyarakat yang menjadikannya sebagai malam panjang untuk berpesta ria, foya-foya, dan semisalnya sebagai bentuk hiburan.

Tentu melihat peluang besar seperti ini, setan beserta bala tentaranya benar-benar memanfaatkan kesempatan emas tersebut. Segala rencana dirancang dan disusun serapi mungkin untuk menjerat bani Adam agar terjatuh dan terjerumus ke dalam tipu dayanya.

Berbagai Tipu Daya dan Perangkap Setan di Malam Tahun Baru

Sebagaimana yang telah kita ketahui, bahwa setan tidak akan pernah putus asa di dalam menyesatkan anak Adam. Segala upaya dan cara akan ia kerahkan demi menjerumuskan anak Adam ke dalam kehancuran.

Berikut adalah di antara tipu daya setan terbesar dan paling tampak di malam tahun baru yang wajib kita waspadai:

1.     Menyia-nyiakan Nikmat Waktu Luang

Tipu daya setan pertama kali yang paling tampak di malam tahun baru ini adalah membuat manusia agar menghabiskan waktu luang mereka untuk kegiatan yang sia-sia.

Padahal, waktu luang adalah di antara nikmat terbesar yang Allah Ta’ala karuniakan kepada para hamba-Nya. Namun, tidak sedikit dari mereka yang tertipu akan agungnya nikmat ini. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Dua nikmat yang banyak manusia tertipu (merugi) di dalamnya: kesehatan dan waktu luang.” 1

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah juga pernah berkata,

إِضَاعَة الْوَقْت أَشد من الْمَوْت لِأَن إِضَاعَة الْوَقْت تقطعك عَن الله وَالدَّار الْآخِرَة وَالْمَوْت يقطعك عَن الدُّنْيَا وَأَهْلهَا

“Menyia-nyiakan waktu itu lebih parah daripada kematian. Karena menyia-nyiakan waktu akan memutus hubunganmu dengan Allah dan akhirat, sedangkan kematian hanya memutus hubunganmu dengan dunia dan penghuninya.” 2

Terlebih lagi acara tahun baru ini dilakukan pada malam hari -dimulai dari pertengahan malam hingga akhir malam- yang seharusnya waktu ini dimanfaatkan untuk beristirahat dan digunakan untuk beribadah seperti qiyamul lail, berdoa, dan meminta ampun kepada Allah ‘Azza wa Jalla, justru diganti dengan hal-hal yang sia-sia dan melalaikan hingga pada tingkatan kemaksiatan kepada Allah ‘Azza wa Jalla, Allahul Musta’an!

2.     Campur Baur Antara Pria dan Wanita

Acara malam tahun baru ini tentu mengundang daya tarik banyak orang, baik yang dewasa, remaja maupun anak-anak. Begitu pula pria dan wanita, semua berkumpul di satu tempat ikut serta memeriahkan dan menyaksikan acara ini.

Tentu hal ini menjadi produk terlaris bagi setan dalam melancarkan tipu dayanya. Ikhtilat -campur baur antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram- tentu menjadi jebakan laris setan di momen malam ini. Padahal ikhtilat dapat menimbulkan sekian kerusakan yang bisa melemahkan iman, merusak hati, dan membuka pintu-pintu kejelekan. Wal’iyadzu billah!

Begitu pula, ikhtilat merupakan salah satu pintu pembuka jalan menuju perbuatan fahisyah (keji), sedangkan Allah ‘Azza wa Jalla telah mengingatkan kita di dalam firman-Nya,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَىٰ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kalian mendekati zina; sesungguhnya zina itu perbuatan keji dan jalan yang buruk.” (Al-Isra’: 32)

Di samping itu, fitnah terbesar dan yang paling berat bagi kaum pria adalah wanita. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Tidaklah Aku meninggalkan fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita.” 3

3.     Tasyabbuh (Meniru) Kaum Kuffar

Tentu perayaan tahun baru ini bukanlah bagian dari ajaran agama Islam. Begitu pula, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mengajarkan kepada para sahabat serta umatnya untuk merayakan perayaan semisal ini.

Bahkan, perayaan tahun baru ini mengandung unsur tasyabbuh (meniru) tradisi perayaan kaum kuffar terhadap hari raya mereka. Sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk bagian dari mereka.” 4

Terlebih lagi pada festival kembang api, mengandung nuansa kaum kuffar. Tentu ini semua akan menyeret pelakunya kepada aqidah yang menyimpang. Na’udzubillah!


Baca Juga: Pantaskah Seorang Muslim Merayakan Tahun Baru Masehi?


Kesimpulan

Demikianlah tiga tipu daya setan yang paling tampak dan besar bahayanya. Bukan hanya dapat melemahkan iman dan merusak hati seseorang, bahkan ini semua dapat membuka pintu-pintu kejelekan dan menyeret kepada aqidah -keyakinan- yang jauh dari ajaran Islam.

Semoga dengan membaca sedikit pemaparan dalil-dalil yang disertai dengan penjelasan ringkas di atas dapat mendorong kita untuk lebih berhati-hati dalam menyikapi fenomena tahun baru ini.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala selalu memberikan perlindungan kepada kita dari segala kejelekan dan mudah-mudahan Allah Ta’ala memberikan kepada kita semua taufik-Nya di dalam menjalani kehidupan ini di bawah bimbingan al-Qur’an dan as-Sunnah. Aamiin. (RGA/MPS/ATR)

Penulis: Rasyid Ghani

Referensi:

  1.     Al-Qur’anul Karim
  2.     Shahih Al-Bukhari (W: 256 H)
  3.     Shahih Muslim (W: 261 H)
  4.     Sunan Abu Dawud (W: 275 H)
  5.     Kitab Al-Fawaid karya Imam Ibnul Qayyim (W:751 H)

 

 

Footnotes

  1. HR. Al-Bukhari No. 6412, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu
  2. Al-Fawaid, Karya Imam Ibnul Qayyim, Hal: 31
  3. HR. Al-Bukhārī no. 5096, Muslim no. 2740, dari sahabat Usamah bin Zaid
  4. HR. Abu Dawud No. 4031, dari sahabat Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash
join chanel telegram islamhariini 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *