oleh

Tentang Kehidupan Setelah Kematian Beserta Dalil

Pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah…

Kematian adalah sebuah kepastian. Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan yang namanya al-Maut (mati). Sungguh Allah Ta’ala telah tegaskan dalam beberapa ayat-Nya yang mulia. Di antaranya Allah berkata,

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Tiap-tiap jiwa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kamilah kalian dikembalikan.” ( al-Ankabut: 57)

Begitu pula dengan kehidupan setelah kematian, yaitu kehidupan akhirat yang sedang kita tuju. Oleh karena itu, hendaknya kita mempersiapkan bekal dengan sebaik-baiknya guna menempuh perjalanan yang amat jauh dan berat.

Kehidupan Barzakh Atau Alam Kubur

Setelah seorang hamba meninggal dunia, sebelum ia menyongsong kehidupan akhirat, ia akan tinggal terlebih dahulu di alam kubur atau dinamakan juga alam barzakh. Sebuah tempat persinggahan pertama menuju akhirat. Persinggahan awal yang sangat menentukan nasib seorang hamba di akhirat kelak.

Jika ia selamat di dalam kuburnya , tentu ia akan selamat dan beruntung di akhirat nanti. Begitu pula sebaliknya, jika ia celaka di alam kubur, maka sungguh kesengsaran dan kebinasaan yang akan dialaminya di akhirat nanti.

Hidup di alam kubur tidak ada yang mengetahui berapa lamanya. Mungkin 100 tahun atau bisa jadi 1.000 tahun lebih. Ya, kita sama sekali tidak memiliki ilmunya. Oleh karenanya, kita harus mempersiapkan bekal dengan matang, yaitu dengan banyak beramal saleh di kehidupan dunia.

Bagian dari Iman Tehadap Hari Akhir

Sesungguhnya meyakini adanya siksa kubur merupakan salah satu bagian dari keimanan seseorang terhadap hari Akhir. Hal ini ditunjukkan oleh banyak dalil dari al-Quran ataupun as-Sunnah. Maka dari itu, seorang muslim harus menyakininya dengan kokoh dan kuat.

Terlebih di masa ini yang sangat banyak pemikiran dan propaganda kelompok sesat yang menyerukan pengingkaran terhadap siksa kubur. Di antara mereka adalah orang-orang komunis, orang-orang kafir, mu’tazilah, dan para pemuja akal.


Baca Juga: Makna Iman yang paling Mudah Dipahami


Dalil al-Quran dan as-Sunnah

Apabila seseorang telah meninggal dunia lalu dikubur, maka akan diperlihatkan kepadanya tempat tinggalnya di akhirat nanti. Apakah di surga atau di neraka. Apabila ia termasuk penghuni surga, maka akan ditampakkan baginya tempat tinggalnya di surga. Sebaliknya, seandainya ia termasuk penghuni neraka, maka akan diperlihatkan tempat tinggalnya di neraka.

Ayat yang menjelaskan tentang adanya siksa kubur adalah perkataan Allah,

النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ

“Kepada mereka ditampakkan neraka pada pagi dan petang dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Firaun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.” (Ghafir: 46)

Inilah siksaan terhadap Fir’aun dan bala tentaranya. Di setiap pagi dan petang ditampakkan bagi mereka neraka yang menyala-nyala. Sebab, itulah calon tempat tinggal mereka. Semoga Allah melindungi kita darinya. Imam Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan ayat ini, “Sungguh ayat ini adalah landasan agung bagi ahlus sunnah yang menetapkan adanya siksa kubur.”

Adapun dalil dari hadits jumlahnnya sangat banyak. Bahkan mencapai derajat mutawatir (banyak yang meriwayatkannya). Di antaranya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari rahimahullah: Suatu hari wanita Yahudi menemui ibunda Aisyah lantas berkata, “Semoga Allah melindungi anda dari azab kubur.” Maka Aisyah bertanya kepada Rasulullah tentang azab kubur. Beliau menjawab, “Ya, azab kubur itu benar ada.” Aisyah berkata, “Aku selalu melihat Rasulullah meminta perlindungan dari azab kubur di penghujung shalat beliau.”

Doa yang senantiasa beliau senandungkan di setiap akhir shalat sebelum mengucap salam adalah:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ. وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ. وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ. وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ.

“Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari azab neraka, azab kubur, fitnah al-Masih ad-Dajjal, dan aku berlindung kapada-Mu dari fitnah ketika hidup dan mati.”

Dan masih banyak dalil lainnya yang menunjukkan tentang benarnya azab kubur.


Baca Juga: Adakah Arwah Bergentayangan?


Apakah Azab Kubur Terjadi Terus Menerus?

Para ulama menerangkan bahwa azab kubur itu berbeda-beda pada setiap orang.

Pertama: bagi orang kafir yang mereka tidak mampu menjawab tiga pertanyaan, maka siksa kubur akan senantiasa terus menerus tanpa henti walaupun sesaat hingga datangnya hari Kiamat. Sebab, dosa mereka itu sangat besar yaitu kekufuran. Dalilnya sebagaimana ayat yang telah disebutkan di atas.

Kedua: bagi para pelaku kemaksiatan, dosa kecil maupun dosa besar. Maka siksa kubur terus berlanjut dan akan berhenti sampai waktu yang ditentukan oleh Allah, yaitu sesuai dengan kadar dosa yang telah dia perbuat.

Pembaca islamhariini.com yang semoga Allah jaga dari berbagai kejelekan…

Marilah kita meminta perlindungan kepada Allah dari azab kubur yang sangat mengerikan ini dengan membaca doa yang telah diajarkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Begitu juga dengan kita menjaga jiwa kita agar jangan sampai terperosok ke dalam lubang kesyirikan, kekufuran, atau dosa-dosa besar seperti zina, dusta, adu domba, minum khamr, makan harta riba, dan yang lainnya.

Semoga Allah memberikan taufik kepada kita untuk terus beramal saleh dengan senantiasa ikhlas dan mengikuti ajaran Nabi-Nya. Kemudian menggolongkan kita semua termasuk hamba Allah yang selamat dari azab kubur dan mendapatkan nikmat kubur. Mudah-mudahan Allah memasukkan kita ke dalam surga-Nya yang luas dan penuh kenikmatan abadi. Amin ya Rabbal alamin. FAH – THR

Penulis: Faridz Amirul Haq

join chanel telegram islamhariini 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait