oleh

Tafsir Surat Quraisy: Ibadah Adalah Bentuk Syukur

Surat Quraisy merupakan salah satu surat pendek yang mengandung makna mendalam tentang nikmat yang Allah Ta’ala karuniakan kepada kaum Quraisy. Khususnya nikmat keamanan dan kelancaran perjalanan dagang mereka. Tafsir surat ini mengajak kita untuk merenungkan bagaimana Allah Ta’ala melindungi umat-Nya dari bahaya serta memberikan rezeki dan rasa aman sebagai anugerah yang harus disyukuri.

Tafsir Surat Quraisy

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di -pakar tafsir zaman ini- rahimahullah menjelaskan dalam tafsirnya:

Allah Ta’ala berfirman,

لِاِيْلٰفِ قُرَيْشٍۙ

 “Disebabkan oleh kebiasaan orang-orang Quraisy.” (Quraisy: 1)

 

إِيلافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاۤءِ وَالصَّيْفِۚ

“(yaitu) Kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas (sehingga mendapatkan banyak keuntungan).” (Quraisy: 2)

Banyak ulama ahli tafsir menyatakan bahwa kata “لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ” (karena kebiasaan orang-orang Quraisy) di awal surat berkaitan dengan surat sebelumnya, yaitu surat al-Fil. Maksudnya, Allah Ta’ala menghancurkan pasukan bergajah (ashab al-fil) demi melindungi orang-orang Quraisy, menjaga keamanan mereka, serta menjaga kelancaran urusan dan perjalanan dagang mereka, yaitu perjalanan musim dingin ke Yaman dan musim panas ke Syam (Suriah) untuk berdagang dan mencari penghasilan.

Maka Allah membinasakan siapa pun yang berniat jahat kepada mereka. Kemudian menjadikan Ka’bah dan orang-orang yang tinggal di sekitarnya dihormati oleh seluruh bangsa Arab. Mereka (bangsa Arab) tidak mengganggu orang Quraisy dalam perjalanan apapun yang mereka lakukan.

Oleh karena itu, Allah memerintahkan mereka untuk bersyukur dengan berfirman-Nya,

فَلْيَعْبُدُوْا رَبَّ هٰذَا الْبَيْتِۙ

“Maka hendaklah mereka menyembah Rabb Pemilik rumah ini (Ka’bah).” (Quraiys: 3)

Artinya, hendaklah mereka mengesakan Allah Ta’ala dan hanya menyembah-Nya.

الَّذِيْٓ اَطْعَمَهُمْ مِّنْ جُوْعٍ ەۙ وَّاٰمَنَهُمْ مِّنْ خَوْفٍ ࣖ

 “Yaitu (Rabb) yang memberi mereka makan di saat lapar dan memberikan rasa aman dari rasa takut.” (Quraiys: 4)

Sebab limpahan rezeki dan keamanan dari rasa takut adalah dua nikmat duniawi yang sangat besar dan wajib disyukuri.
Maka segala puji dan syukur hanya bagi-Mu ya Allah, atas segala nikmat-Mu, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

Dalam ayat itu juga, Allah menyebut diri-Nya sebagai Rabb “rumah ini” (yakni Ka’bah) secara khusus dalam rangka menunjukkan keutamaan dan kehormatan Ka’bah. Meskipun pada hakikatnya, Allah adalah Rabb seluruh makhluk. 1

Keterkaitan Surat Quraisy dan Surat Al-Fil

  • Allah menghancurkan pasukan bergajah untuk melindungi Ka’bah dan penduduk Quraisy.
  • Tujuannya adalah agar perjalanan dagang kaum Quraisy tetap aman dan lancar.
  • Peristiwa ini menjadi bukti nyata perlindungan Allah terhadap suku Quraisy, yang kemudian diabadikan dalam Al-Qur’an sebagai pengingat akan nikmat-Nya.

Nikmat Besar yang Diberikan kepada Quraisy:

  • Keamanan dalam dua perjalanan dagang utama:

    • Musim dingin ke Yaman

    • Musim panas ke Syam

  • Kemuliaan dan Perlindungan dari Gangguan:

    • Dihormati oleh seluruh bangsa Arab berkat status mereka sebagai penjaga Ka’bah.

    • Tidak diganggu saat dalam perjalanan, sehingga perdagangan mereka berkembang pesat.

Perintah Allah kepada Quraisy:

Allah memerintahkan mereka untuk:

  • Beribadah hanya kepada-Nya sebagai bentuk syukur atas segala nikmat.
  • Mengakui Allah sebagai Rabb Ka’bah, menegaskan kemuliaan tempat suci itu dan kewajiban menjaga kesuciannya.

Dua Nikmat Duniawi yang Harus Disyukuri:

  • Rezeki di saat lapar
  • Keamanan dari rasa takut

Ibadah Adalah Bentuk Syukur

  • Ibadah kepada Allah adalah bentuk syukur atas nikmat Allah Ta’ala.
  • Allah menyebut nikmat yang nyata (tampak) dan tersembunyi sebagai pengingat akan kewajiban bersyukur.

 

Penutup

Meskipun ayat ini turun berkaitan dengan suku Quraisy dan karunia Allah kepada mereka, pesannya universal. Setiap nikmat yang Allah berikan—baik berupa rezeki, keamanan, atau kemudahan hidup—harus disyukuri dengan ibadah yang ikhlas hanya kepada-Nya. Dengan demikian, Surat Quraisy menjadi pengingat bagi kita semua untuk senantiasa mengakui nikmat Allah dan menjadikan syukur sebagai landasan ibadah. (ZDN/AAA/AAK)

 

Referensi:

  • Al-Qur’anul Karim
  • Tafsir As-Sa’dy karya Syaikh Abu Abdillah Abdurrahman bin Nashir As-Sa’dy (W. 1376 H) rahimahullah

Penulis: Muhammad Zidan


 

تفسير سورة لإيلاف

قريش وهي مكية

{١ – ٤} {بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ لإيلافِ قُرَيْشٍ * إِيلافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ * فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَذَا الْبَيْتِ * الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ} .

قال كثير من المفسرين: إن الجار والمجرور متعلق بالسورة التي قبلها أي: فعلنا ما فعلنا بأصحاب الفيل لأجل قريش وأمنهم، واستقامة مصالحهم، وانتظام رحلتهم في الشتاء لليمن، والصيف للشام، لأجل التجارة والمكاسب.

فأهلك الله من أرادهم بسوء، وعظم أمر الحرم وأهله في قلوب العرب، حتى احترموهم، ولم يعترضوا لهم في أي: سفر أرادوا، ولهذا أمرهم الله بالشكر، فقال: {فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَذَا الْبَيْتِ} أي: ليوحدوه ويخلصوا له العبادة، {الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ} فرغد الرزق والأمن من المخاوف، من أكبر النعم الدنيوية، الموجبة لشكر الله تعالى.

فلك اللهم الحمد والشكر على نعمك الظاهرة والباطنة، وخص الله بالربوبية البيت (١) لفضله وشرفه، وإلا فهو رب كل شيء..

 

Footnotes

  1. Tafsir As-Sa’di, Hal. 935
join chanel telegram islamhariini 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *