Memahami akidah yang benar adalah keharusan bagi setiap insan yang mendambakan kebahagiaan dan akhir yang baik di akhirat kelak, serta dijauhkan dari kecemasan dan kesedihan terhadap nasibnya setelah berpisah dari dunia yang fana.
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُوا۟ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسْتَقَٰمُوا۟ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Rabb kami ialah Allah’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (istiqamah), maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tidak (pula) bersedih hati.” (Al-Ahqaf: 13)
Dalam rangkaian artikel Silsilah Pertanyaan Tentang Akidah ini, tercantum berbagai pertanyaan dan jawaban dalam perkara akidah yang sangat penting bagi setiap muslim untuk memahami dan mempelajarinya dengan benar.
Pada bagian keempat ini, kita akan mulai dengan beberapa pertanyaan dasar, terkait macam-macam bentuk kesyirikan dan beberapa pertanyaan lainnya yang terkait dengan tema kesyirikan. Setiap jawaban kami bawakan lengkap dengan dalil dari al-Qur’an dan hadits, sehingga menjadi pijakan yang kokoh dalam berakidah sesuai dengan tuntunan yang benar
Jenis-Jenis Syirik Akbar
Berikut silsilah pertanyaan tentang akidah yang berkaitan dengan jenis-jenis syirik akbar.
Apakah boleh kita meminta pertolongan (istighatsah) kepada orang yang telah meninggal atau orang yang tidak hadir di tempat?
Jawaban: Tidak, kita tidak boleh meminta pertolongan kepada mereka. Allah Ta’ala berfirman,
وَٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَا يَخۡلُقُونَ شَيۡـًٔا وَهُمۡ يُخۡلَقُونَ، أَمۡوَتٌ غَيۡرُ أَحۡيَآءٍ وَمَا يَشۡعُرُونَ أَيَّانَ يُبۡعَثُونَ
“(Berhala-berhala) yang mereka seru selain Allah itu, tidak mampu menciptakan sesuatu pun, bahkan (berhala-berhala) itu sendiri dibuat (oleh manusia). (Berhala-berhala) itu benda mati, tidak hidup, dan (berhala-berhala) tidak mengetahui kapan mereka (para penyembahnya) akan dibangkitkan.” (An-Nahl: 20-21)
Allah Ta’ala juga berfirman,
إِذۡ تَسۡتَغِيثُونَ رَبَّكُمۡ فَٱسۡتَجَابَ لَكُم
“(Ingatlah) ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu Dia mengabulkannya bagimu” (Al-Anfal: 9)
Demikian pula doa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ، بِرَحۡمَتِكَ أَسۡتَغِيثُ
“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, Wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan.” 1
Apakah diperbolehkan meminta pertolongan kepada selain Allah?
Jawaban: Tidak diperbolehkan. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala,
إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ
“Hanya kepada Engkau lah kami menyembah, dan hanya kepada Engkau lah kami meminta pertolongan.” (Al-Fatihah: 5)
Dan sabda Rasulullah shallalllahu alaihi wa sallam,
إِذَا سَأَلۡتَ فَاسۡأَلِ اللهَ، وَإِذَا اسۡتَعَنۡتَ فَاسۡتَعِنۡ بِاللهِ
“Jika kamu meminta, maka mintalah kepada Allah. Dan jika kamu meminta pertolongan, maka mintalah pertolongan kepada Allah.” 2
Apakah kita boleh meminta pertolongan kepada orang yang masih hidup?
Jawaban: Iya, boleh, selama hal tersebut dalam kemampuan mereka.
Allah Ta’ala berfirman,
وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰ
“Dan saling tolong-menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketakwaan.” (Al-Ma’idah: 2)
Dan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,
وَاللهُ فِي عَوۡنِ الۡعَبۡدِ مَا كَانَ الۡعَبۡدُ فِي عَوۡنِ أَخِيهِ
“Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.” 3
Apakah diperbolehkan bernadzar kepada selain Allah?
Jawaban: Tidak diperbolehkan bernadzar kecuali kepada Allah. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala,
رَبِّ إِنِّى نَذَرۡتُ لَكَ مَا فِى بَطۡنِى مُحَرَّرًا
“Wahai Rabbku, sesungguhnya aku menadzarkan untuk-Mu apa yang ada dalam perutku murni untuk beribadah kepada-Mu.” (Ali Imran: 35)
Dan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,
مَنۡ نَذَرَ أَنۡ يُطِيعَ اللهَ فَلۡيُطِعۡهُ، وَمَنۡ نَذَرَ أَنۡ يَعۡصِيَهُ، فَلَا يَعۡصِيهِ
“Barangsiapa yang bernadzar untuk taat kepada Allah, maka hendaklah ia menaatinya. Dan barangsiapa yang bernadzar untuk bermaksiat kepada-Nya, maka janganlah ia bermaksiat.” 4
Sekian bagian keempat dari silsilah pertanyaan tentang akidah yang membahas dasar-dasar penting dalam pemahaman akidah yang benar tentang Islam. Semoga penjelasan ini dapat memperkuat keimanan dan memperdalam pemahaman kita tentang akidah yang benar.
Nantikan kelanjutan seri akidah ini pada artikel berikutnya, insya Allah kami akan membahas pertanyaan-pertanyaan lain seputar akidah yang tak kalah penting. (ZDN/LTC/IWU)
Alih Bahasa: Muhammad Zidan
Referensi:
Al-Qur’anul Karim
Khudz Aqidatak Minal Kitabi Was Sunnah Ash-Shahihah karya Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu (W. 1431 H) rahimahullah
Shahih Al-Bukhari karya Imam Abu Abdillah Muhammad bin Ismail Al-Bukhari (W. 256 H) rahimahullah
Shahih Muslim karya Imam Abul Hajjaj Muslim bin Hajjaj al-Qusyairi (W. 261 H) rahimahullah
Sunan At-Tirmidzi Imam Abu Isa Muhammad bin Isa At-Tirmidzi (W. 279 H) rahimahullah
Teks Arab:
َنۡوَاعُ الشِّرۡكِ الۡأَكۡبَرِ
س٧ – : هَلۡ نَسۡتَغِيثُ بِالۡأَمۡوَاتِ أَوِ الۡغَائِبِينَ؟
ج٧ – : لَا نَسۡتَغِيثُ بِهِمۡ، قَالَ اللهُ تَعَالَى:
١ – ﴿وَٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَا يَخۡلُقُونَ شَيۡـًٔا وَهُمۡ يُخۡلَقُونَ ٢٠ أَمۡوَتٌ غَيۡرُ أَحۡيَآءٍ وَمَا يَشۡعُرُونَ أَيَّانَ يُبۡعَثُونَ﴾ (سورة النحل).
٢ – ﴿إِذۡ تَسۡتَغِيثُونَ رَبَّكُمۡ فَٱسۡتَجَابَ لَكُمۡ﴾ (سورة الأنفال).
وَقَالَ ﷺ: (يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ، بِرَحۡمَتِكَ أَسۡتَغِيثُ) (حَسَنٌ رَوَاهُ التِّرۡمِذِيُّ).
س٨ – : هَلۡ تَجُوزُ الۡاسۡتِعَانَةُ بِغَيۡرِ اللهِ؟
ج٨ – : لَا تَجُوزُ، وَالدَّلِيلُ قَوۡلُهُ تَعَالَى: ﴿إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ﴾. وَقَوۡلُهُ ﷺ: (إِذَا سَأَلۡتَ فَاسۡأَلِ اللهَ، وَإِذَا اسۡتَعَنۡتَ فَاسۡتَعِنۡ بِاللهِ) (حَسَنٌ صَحِيحٌ رَوَاهُ التِّرۡمِذِيُّ).
س٩ – : هَلۡ نَسۡتَعِينُ بِالۡأَحۡيَاءِ؟
ج٩ – : نَعَمۡ فِيمَا يَقۡدِرُونَ عَلَيۡهِ، قَالَ تَعَالَى: ﴿وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰ﴾ (سورة المائدة).
وَقَالَ ﷺ: (وَاللهُ فِي عَوۡنِ الۡعَبۡدِ مَا كَانَ الۡعَبۡدُ فِي عَوۡنِ أَخِيهِ) (رَوَاهُ مُسۡلِمٌ).
س١٠ – : هَلۡ يَجُوزُ النَّذۡرُ لِغَيۡرِ اللهِ؟
ج١٠ – : لَا يَجُوزُ النَّذۡرُ إِلَّا لِلهِ، لِقَوۡلِهِ تَعَالَى: ﴿رَبِّ إِنِّى نَذَرۡتُ لَكَ مَا فِى بَطۡنِى مُحَرَّرًا﴾ (سورة آل عمران).
وَقَوۡلُهُ ﷺ: (مَنۡ نَذَرَ أَنۡ يُطِيعَ اللهَ فَلۡيُطِعۡهُ، وَمَنۡ نَذَرَ أَنۡ يَعۡصِيَهُ، فَلَا يَعۡصِيهِ) (رَوَاهُ الۡبُخَارِيُّ).
Footnotes
- Hadis Hasan, diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dalam Sunannya no. 3524 dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu anhu
- Hadits Hasan Shahih, diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dalam Sunannya no. 2516
- HR. Muslim no. 2699 dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu
- HR. Bukhari no. 6318 dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu anha










Komentar