Rukun Iman Kedua

oleh

Rukun Iman Kedua sangat menarik sekali untuk dibahas. Kata kunci ini dikaitkan dengan: rukun islam dan iman.com, rukun iman full, rukun iman latihan, rukun iman tafsili, rukun iman ada 6 diantaranya, rukun iman rukun islam ada berapa dan rukun iman mengikut turutan.

Rukun Iman ada enam. Rukun iman kedua adalah Iman kepada para malaikat. 

Karena merekalah wasithah (perantara) antara Allah dengan makhluk-makhluk-Nya dalam penyampaian risalah kerasulan. Malaikat menurunkan wahyu kepada para Rasul. Dan para rasul menyampaikannya kepada manusia. Allah Ta’ala berfirman:

يُنَزِّلُ الْمَلآئِكَةَ بِالْرُّوحِ مِنْ أَمْرِهِ عَلَى مَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ أَنْ أَنذِرُواْ أَنَّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنَاْ فَاتَّقُون

Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu: “Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku”. (An-Nahl : 2)

Itu lah pembahasan terkait Rukun Iman Kedua. Baca pembahasan Rukun Iman yang lengkap. Namun, Anda sebelumnya harus mengetahui apa itu iman.

Makna Iman yang Benar

Para ulama terdahulu telah menjelaskan bahwa Iman adalah keyakinan dengan hati, ucapan dengan lisan, dan amalan dengan anggota badan. Kemudian dirinci lagi oleh Al Imam Ahmad rahimahullahu bahwa iman bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.

Perkataan Al-Imam Ahmad rahimahullahu tersebut juga dinyatakan oleh para ulama lainnya.

Diriwayatkan dengan sanad yang shahih dari Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu, beliau berkata: “Aku menjumpai lebih daripada seribu orang ulama di berbagai negeri. Tidaklah aku melihat seorang pun yang berselisih bahwa iman adalah ucapan dan perbuatan, bertambah dan berkurang.”

Murid Al Imam Syafi’i yang bernama Ar-Rabi’ berkata: “Aku mendengar Al-Imam Asy-Syafi’i berkata: “Iman adalah ucapan dan amalan, bertambah dan berkurang.

Pada riwayat yang lain terdapat tambahan: “Bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.”
Kemudian beliau membaca ayat:

وَيَزْدَادَ الَّذِينَ آمَنُوا إِيمَانًا

“Dan agar bertambah keimanan orang-orang yang beriman.” (Al-Muddatstsir: 31) [Lihat Fathul Bari, 1/62-63 keyword=”Rukun Iman Kedua”]

Makna bertambah dan berkurangnya iman seperti yang ditanyakan oleh putra Imam Ahmad yaitu Shalih rahimahullahu.

Shalih rahimahullahu berkata: “Aku bertanya kepada ayahku, apa itu makna bertambah dan berkurangnya iman?”

Beliau menjawab: “Bertambahnya iman adalah dengan adanya amalan, berkurangnya adalah dengan meninggalkan amalan, seperti meninggalkan shalat, zakat, dan haji.”

Begitulah makna iman di sisi ahlus sunnah wal jama’ah. Adapun yang menyimpag dalam permasalahan ini diantaranya adalah kelompok khawarij dan murji’ah. Untuk lebih jelas, mari kita lihat perbedaannya:

  Murji’ah Ahlus Sunnah
wal Jama’ah
 Khawarij dan Mu’tazilah
Aqidah Iman itu ucapan semata, amalan tidak mempengaruhi iman. Iman adalah keyakinan dengan hati, ucapan dengan lisan, dan amalan dengan anggota badan, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. Iman mempunyai cabang-cabang. Iman itu ucapan, keyakinan dan amal. Tidak bertambah dan tidak berkurang. Namun ukuran iman itu adalah: adanya iman dan tidak adanya iman, tidak bercabang. Jika sebagian iman hilang berarti hilang semuanya.
Akibat Sehingga imannya pelaku dosa besar dengan imannya para sahabat mereka anggap sama. Iman para ahlul maksiat dan iman orang-orang shalih dari kalangan para sahabat berbeda tingkatannya. Pelaku dosa besar tidak dihukumi kafir. Namun imannya berkurang. Maka para pelaku dosa besar dan orang yang tidak beramal mereka vonis kafir dan halal darahnya.