oleh

Motivasi Al-Qur’an dalam Bertobat Beserta Tafsirnya

Jatuh ke dalam perbuatan dosa adalah sebuah kemestian bagi setiap insan. Tidak ada satu insan pun yang selamat dari dosa dan kekeliruan. Namun, hal ini bukan alasan untuk kita diam dan tidak berbenah.

Pembaca rahimakumullah melalui artikel ringkas ini, biidznillah kami akan menyajikan beberapa motivasi Al-Qur’an dalam bertobat yang semoga hal ini dapat mendorong dan menguatkan kita agar terus berbenah dan bertobat kepada Allah Ta’ala atas berbagai dosa dan tidak berputus asa dari ampunan terhadap dosa yang telah diperbuat.

Allah Membuka Pintu Tobat Seluas-luasnya

Allah Dzat Yang Maha Penyayang tentu sangat mengasihi dan menyayangi para hamba-Nya. Tidak sampai di situ, Allah Dzat Yang Maha Pengampun juga membuka pintu tobat kepada para hamba-Nya seluas-luasnya dan berjanji akan menerima tobat hamba-Nya jika hamba tersebut jujur di dalam tobatnya.

Tidak melihat seberapa besar dosa yang hamba tersebut kerjakan, bahkan sampai kepada tingkatan kekufuran pun Allah masih membuka peluang tobat bagi para hamba-Nya. Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah, ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.’” (Az-Zumar: 53)

Imam As-Sa’di rahimahullah mengatakan mengenai ayat di atas,

يُخْبِرُ تَعَالَى عِبَادَهُ الْمُسْرِفِينَ بِسَعَةِ كَرَمِهِ، وَيَحُثُّهُمْ عَلَى الْإِنَابَةِ قَبْلَ أَنْ لَا يُمْكِنَهُمْ ذَلِكَ

“Allah Ta‘ala mengabarkan kepada hamba-hamba-Nya yang melampaui batas tentang luasnya kemurahan-Nya, dan mendorong mereka untuk kembali (bertaubat) sebelum mereka tidak lagi mampu melakukannya.” 1

Beliau juga mengatakan mengenai penggalan ayat لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ,

“Janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah, sehingga kalian menjerumuskan diri kalian ke dalam kebinasaan, lalu berkata, ‘Dosa-dosa kami telah begitu banyak dan kesalahan-kesalahan kami telah bertumpuk, sehingga tidak ada jalan untuk menghapusnya dan tidak ada cara untuk menghilangkannya.’ Akibatnya, kalian tetap terus-menerus melakukan kemaksiatan dan semakin menambah sesuatu yang menyebabkan kemurkaan Ar-Rahman kepada kalian.

Akan tetapi, kenalilah Rabb kalian melalui nama-nama-Nya yang menunjukkan kemurahan dan kedermawanan-Nya. Ketahuilah bahwa Dia mengampuni seluruh dosa, baik dosa syirik, pembunuhan, zina, riba, kezaliman, maupun dosa-dosa besar dan kecil lainnya.” 2

Allah Mencintai Orang yang Bertobat

Allah Ta’ala bukan sekedar menyeru hamba-Nya untuk bertobat, lebih dari itu Allah Ta’ala bahkan mencintai orang-orang yang bertobat kepada-Nya. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang banyak bertobat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri.” (Al-Baqarah: 222)

Imam Ath-Thabari rahimahullah mengatakan,

الْمُنِيبِينَ مِنَ الْإِدْبَارِ عَنِ اللَّهِ وَعَنْ طَاعَتِهِ، إِلَيْهِ وَإِلَى طَاعَتِهِ

“Yaitu orang-orang yang kembali, dari sikap berpaling menjauhi Allah dan tidak mau taat kepada-Nya, menuju kepada-Nya dan menuju ketaatan kepada-Nya.” 3

Imam As-Sa’di rahimahullah juga mengatakan,

وَلَمَّا كَانَ هَذَا الْمَنْعُ لُطْفًا مِنْهُ تَعَالَى بِعِبَادِهِ، وَصِيَانَةً عَنِ الْأَذَى، قَالَ تَعَالَى: {إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ} أَيْ: مِنْ ذُنُوبِهِمْ عَلَى الدَّوَامِ، {وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ} أَيْ: الْمُتَنَزِّهِينَ عَنِ الْآثَامِ

“Tatkala larangan ini merupakan bentuk kelembutan Allah Ta‘ala kepada hamba-hamba-Nya dan penjagaan dari sesuatu yang membahayakan, Allah Ta‘ala berfirman, ‘Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang banyak bertobat’, yaitu orang-orang yang senantiasa bertobat dari dosa-dosa mereka. ‘Dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri.’ yaitu orang-orang yang menjauhkan diri dari berbagai dosa.” 4

Allah Ta’ala Mengganti Keburukan Menjadi Kebaikan

Allah Ta’ala juga berjanji kepada para hamba-Nya yang bertobat dengan sungguh-sungguh bahwa Dia akan mengubah keadaan dirinya yang terpuruk bergelimangan dosa menjadi keadaan yang lebih baik. Hal ini menunjukkan besarnya karunia yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang mau bertobat. Allah Ta’ala berfirman,

إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Kecuali orang-orang yang bertobat, beriman, dan mengerjakan amal saleh, maka mereka itu akan Allah ganti keburukan-keburukannya dengan kebaikan-kebaikan. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Al-Furqan: 70)

Salah satu ulama ahli tafsir pada abad ini, Imam As-Sa’di rahimahullah, mengatakan,

أَيْ: تَتَبَدَّلُ أَفْعَالُهُمْ وَأَقْوَالُهُمُ الَّتِي كَانَتْ مُسْتَعِدَّةً لِعَمَلِ السَّيِّئَاتِ، تَتَبَدَّلُ حَسَنَاتٍ، فَيَتَبَدَّلُ شِرْكُهُمْ إِيمَانًا، وَمَعْصِيَتُهُمْ طَاعَةً، وَتَتَبَدَّلُ نَفْسُ السَّيِّئَاتِ الَّتِي عَمِلُوهَا، ثُمَّ أَحْدَثُوا عَنْ كُلِّ ذَنْبٍ مِنْهَا تَوْبَةً وَإِنَابَةً وَطَاعَةً، تُبَدَّلُ حَسَنَاتٍ كَمَا هُوَ ظَاهِرُ الْآيَةِ

“Maksudnya, perbuatan dan ucapan mereka yang sebelumnya dipersiapkan untuk melakukan keburukan berubah menjadi kebaikan, syirik mereka berubah menjadi keimanan dan kemaksiatan mereka berubah menjadi ketaatan. Bahkan keburukan-keburukan yang telah mereka lakukan kemudian mereka iringi dengan tobat, kembali kepada Allah, dan ketaatan, maka keburukan-keburukan tersebut pun diganti menjadi kebaikan, sebagaimana yang tampak dari ayat tersebut.” 5


BACA JUGA: Lima Syarat Diterimanya Tobat


Nabi Adam ‘alaihis salam Salah Satu Teladan dalam Bertobat

Salah satu bukti besarnya pengaruh tobat pada diri seseorang adalah apa yang terjadi pada Nabi Adam ‘alaihis salam. Bagaimana dengan tobat nasuha yang beliau lakukan, Allah Ta’ala angkat derajat beliau. Ketika Allah melarangnya makan buah-buahan dari sebuah pohon. Kemudian ia mendurhakai Rabbnya karena godaan setan kepadanya. Allah Ta’ala berfirman,

وَعَصَىٰٓ ءَادَمُ رَبَّهُۥ فَغَوَىٰ ۝١٢١ ثُمَّ ٱجْتَبَٰهُ رَبُّهُۥ فَتَابَ عَلَيْهِ وَهَدَىٰ

“Dan Adam telah mendurhakai Rabbnya, maka tersesatlah dia. Kemudian Rabbnya memilihnya, menerima tobatnya, dan memberinya petunjuk.” (Thaha: 121–122)

Imam ath-Thabari rahimahullah mengatakan,

اصْطَفَاهُ رَبُّهُ مِنْ بَعْدِ مَعْصِيَتِهِ إِيَّاهُ، فَرَزَقَهُ الرُّجُوعَ إِلَى مَا يَرْضَى عَنْهُ، وَالْعَمَلَ بِطَاعَتِهِ، وَذَلِكَ هُوَ كَانَتْ تَوْبَتُهُ الَّتِي تَابَهَا عَلَيْهِ، وَقَوْلُهُ: {وَهَدَى} يَقُولُ: وَهَدَاهُ لِلتَّوْبَةِ، فَوَفَّقَهُ لَهَا

“Rabb-nya memilihnya setelah dia bermaksiat kepada-Nya. Kemudian Allah menganugerahinya kemampuan untuk kembali kepada perkara yang diridhai-Nya dan mengamalkan ketaatan kepada-Nya. Itulah tobat yang Allah terima darinya. 

Adapun firman-Nya, ‘Dan Dia memberinya petunjuk.’ maksudnya adalah Allah memberinya petunjuk untuk bertobat dan memberikan taufik kepadanya untuk melakukannya.” 6

Ketika Adam bertobat, ia mendapatkan al-ijtibā’ (terpilih dan diistimewakan oleh Allah). Allah memilihnya dan menjadikannya berada dalam kedudukan yang lebih tinggi daripada sebelum ia mendurhakai Rabbnya.

Hal itu karena maksiat tersebut menimbulkan dalam dirinya rasa malu dan segan kepada Allah Ta’ala, serta mendorongnya untuk kembali kepada Allah dan berserah diri kepada-Nya. Dengan demikian, keadaannya menjadi lebih baik daripada sebelumnya.

Semoga ayat-ayat Al-Qur’an di atas dapat memotivasi kita untuk mau berbenah, tidak terlena dengan perbuatan dosa, dan segera bertobat kepada Allah Ta’ala. Semoga bermanfaat. (RGA/AAA/ATH)

Penulis: Rasyid Ghani

Referensi:

  • Al-Qur’anul Karim
  • Tafsir ath-Thabari
  • Tafsir As-Sa’di
  • Syarh Riyadhus Shalihin

Footnotes

  1. Lihat Tafsir As-Sa’di hal. 727
  2. Lihat Tafsir As-Sa’di hal. 727,

    أَيْ: لَا تَيْأَسُوا مِنْهَا، فَتُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ، وَتَقُولُوا: قَدْ كَثُرَتْ ذُنُوبُنَا وَتَرَاكَمَتْ عُيُوبُنَا، فَلَيْسَ لَهَا طَرِيقٌ يُزِيلُهَا، وَلَا سَبِيلٌ يَصْرِفُهَا، فَتَبْقَوْنَ بِسَبَبِ ذَلِكَ مُصِرِّينَ عَلَى الْعِصْيَانِ، مُتَزَوِّدِينَ مَا يُغْضِبُ عَلَيْكُمُ الرَّحْمَنَ، وَلَكِنِ اعْرِفُوا رَبَّكُمْ بِأَسْمَائِهِ الدَّالَّةِ عَلَى كَرَمِهِ وَجُودِهِ، وَاعْلَمُوا أَنَّهُ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا مِنَ الشِّرْكِ، وَالْقَتْلِ، وَالزِّنَا، وَالرِّبَا، وَالظُّلْمِ، وَغَيْرِ ذَلِكَ مِنَ الذُّنُوبِ الْكِبَارِ وَالصَّغَائِرِ

  3. Lihat Tafsir ath-Thabari 4/394
  4. Lihat Tafsir As-Sa’di 100
  5. Lihat Tafsir As-Sa’di hal. 587
  6. Lihat Tafsir ath-Thabari 18/388
join chanel telegram islamhariini 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *