oleh

Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi pada Hari Jumat Menurut Hadits yang Shahih

Di antara hari yang istimewa bagi umat muslim adalah hari Jumat. Maka sudah sepantasnya bagi kita untuk mengetahui apa saja amalan sunnah pada hari tersebut, salah satunya adalah membaca surat al-Kahfi. 

Pada kesempatan kali ini insyaAllah kami akan menjelaskan keutamaan membaca surat al-Kahfi pada hari Jumat.

Di antara yang dituntunkan adalah membaca surat tersebut di hari Jumat, karena ada beberapa keutamaan yang tidak dapat teraih kecuali pada hari tersebut. Jangan sampai ketinggalan ya! Mari ikuti dengan seksama penjelasan berikut ini.

Keutamaan Membaca Surat al-Kahfi pada Hari Jumat Beserta Dalilnya 

Berikut ini di antara keutamaan bagi orang yang membaca surat al-Kahfi pada hari Jumat:

  • Allah Ta’ala akan pancarkan cahaya baginya pada hari Kiamat 

Hal ini sebagaimana yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jelaskan di dalam haditsnya,

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ، أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ

“Barangsiapa yang membaca surat al-Kahfi pada malam Jumat atau hari Jumat, maka Allah Ta’ala akan pancarkan cahaya baginya antara dia sampai Ka’bah.” 1

Dan juga hadits Nabi lainnya,

 مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

“Barangsiapa yang membaca surat al-Kahfi pada hari Jumat, niscaya Allah Ta’ala akan memberikan bagi dirinya hidayah di antara dua Jumat.” 2

 

Berkata Imam Ali al-Qari rahimahullah menjelaskan hadits di atas,

“Yaitu Allah Ta’ala akan berikan baginya cahaya di dalam hatinya, kuburnya, dan di saat ia dibangkitkan (di hari Kiamat).” 3

Demikianlah sekilas tentang keutamaan membaca surat al-Kahfi pada hari Jumat, di sana juga terdapat keutamaan surat al-Kahfi lainnya yang akan seseorang raih ketika menghafalkannya. Di antaranya adalah:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ، عُصِمَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ

“Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surat al-Kahfi, maka dia akan terlindungi dari fitnah Dajal.”

Dalam sebuah riwayat lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

وفي رواية: مِنْ آخِرِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ 

“Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat terakhir dari surat al-Kahfi akan dilindungi dari fitnah Dajjal.” 4

Berkata Imam an-Nawawi asy-Syafi’i rahimahullah menjelaskan hadits di atas,

“Hal itu karena terdapat berbagai keajaiban dan tanda-tanda kekuasaan Allah Ta’ala di awal dan akhir surat al-Kahfi. Maka barangsiapa yang merenunginya ia tidak akan terfitnah dengan Dajjal.”  5

Selain mendapatkan keutamaan yang telah disebutkan di atas, dia juga akan mendapatkan keutamaan orang yang membaca al-Qur’an sebagaimana dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyebutkan bahwa Allah Ta’ala akan memberikan kebaikan yang dilipatgandakan pahalanya pada setiap huruf yang dibacanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ ألم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari al-Qur’an, maka baginya satu kebaikan dan kebaikan tersebut dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidak mengatakan alif, lam, dan mim itu satu huruf. Akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” 6

Demikian beberapa keutamaan membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat. Maka setelah kita mengetahui berbagai keutamaannya, sudah sepantasnya bagi kita semua untuk berusaha membaca dan menghafalkan surat Al-Kahfi. Semoga Allah Ta’ala memudahkan kita untuk mengerjakan amalan-amalan sunnah pada hari Jumat dan menggolongkan kita termasuk orang-orang yang bersemangat di dalam melakukan kebaikan. 

Amiin.

Wallahu a’lam.

KWB/AAA/

Penulis: Kiki Waliyullah Bengkulu 

Referensi:

  • Sunan at-Tirmidzi, karya Imam al-Hafizh Abu Isa Muhammad bin Isa bin Saurah bin Musa bin ad-Dhahhak as-Sulaimi at-Tirmidzi rahimahullah (W. 279 H).
  • Al-Mustadrak a’la as-Shahihain, karya Imam Abu Abdillah an-Naisaburi yang masyhur dengan sebutan al-Hakim rahimahullah (W. 405 H).
  • Syu’abul Iman, karya Imam al-Hafizh al-Muttaqin Abu Bakr Ahmad ibn al-Hussein ibn Ali ibn Musa al-Khusrujardi al-Baihaqi rahimahullah (W. 458 H).
  • Shahih Muslim, karya Imam Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi an-Naisaburi rahimahullah (204-261 H).
  • Sahih at-Targhib wa at-Tarhib, karya Syaikh Muhammad Nashiruddin bin al-Haj Nuh rahimahullah (1332 – 1420 H / 1914 – 1999 M). 
  • Irwa’ul Ghalil fi Takhriji Ahaditsi Manaris Sabil, karya Syaikh Muhammad bin al-Haj Nuh rahimahullah (1332 – 1420 H / 1914 – 1999 M).
  • Mirqatul Mafatih Syarh Misykatil Mashabih, karya Imam Nuruddin Abul Hasan Ali bin Muhammad al-Mulla al-Harwi al-Qari rahimahullah (W. 1014 H).
  • Silsilah al-Ahadits as-Shahihah wa Syai’ min Fiqhiha wa Fawaidiha, karya Syaikh Muhammad Nashiruddin bin al-Haj Nuh rahimahullah (1332 – 1420 H).

Footnotes

  1. HR. Al-Baihaqi no. 582 dari sahabat Abu Darda radhiyallahu ‘anhu dan Imam Muhammad Nashiruddin bin al-Haj Nuh rahimahullah menyatakan sahih di dalam Sahih at-Targhib wa at-Tarhib no. 736.
  2.  HR. Al-Baihaqi no. 606 di dalam as-Sunan as-Shaghir dari sahabat Abu Sa’id al-Khudry radhiyallahu ‘anhu dan Imam Muhammad Nashiruddin bin al-Haj Nuh rahimahullah menyatakan sahih di dalam Irwa’ul Ghalil no. 626.

     

  3. Lihat Mirqatul Mafatih Syarh Misykatul Mashabih (4/1489) 

    أَيْ فِي قَلْبِهِ أَوْ قَبْرِهِ أَوْ يَوْمَ حَشْرِهِ فِي الْجَمْعِ الْأَكْبَرِ

     

  4. HR. Muslim no. 2098 di dalam shahihnya dari sahabat Abu Darda radhiyallahu ‘anhu.

     

  5. Lihat Syarah Shahih Muslim lin Nawawi (6/93)

    قِيلَ سَبَبُ ذَلِكَ مَا فِي أَوَّلِهَا مِنَ الْعَجَائِبِ وَالْآيَاتِ فَمَنْ تَدَبَّرَهَا لَمْ يُفْتَتَنْ بِالدَّجَّالِ وَكَذَا فِي آخِرِهَا

     

  6. HR. At-Tirmidzi no. 2910 dari sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dan Imam Muhammad Nashiruddin bin al-Haj Nuh rahimahullah menyatakan sahih di dalam Silsilah al-Ahadits as-Shahihah no. 3327.

     

join chanel telegram islamhariini 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *