Merawat anak perempuan memiliki keutamaan tersendiri di dalam Islam. Berbagai hadits telah menyebutkan keutamaan tersebut. Maka pada artikel ini kami ingin menyuguhkan kepada para pembaca beberapa keutamaan merawat anak perempuan beserta dengan dalilnya.
Beberapa Keutamaan Merawat Anak Perempuan
Berikut ini beberapa keutamaan merawat anak perempuan beserta dalilnya,
-
Dilindungi dari Siksa Api Neraka
Di antara keutamaan yang akan diperoleh orang yang mendidik dan merawat anak perempuan adalah dilindungi dari api neraka. Sungguh sebuah keutamaan yang besar di mana seseorang bisa selamat dari pedihnya siksa api neraka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَن كَانَ لَهُ ثَلَاثُ بَنَاتٍ فَصَبَرَ عَلَيْهِنَّ، وَأَطْعَمَهُنَّ، وَسَقَاهُنَّ، وَكَسَاهُنَّ مِنْ جِدَتِهِ كُنَّ لَهُ حِجَابًا مِنَ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Barangsiapa memiliki tiga orang anak perempuan, lantas ia bersabar dan memberi mereka makan, minum, dan pakaian dari hasil jerih payahnya, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka pada hari kiamat kelak.”1
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pula,
مَنِ ابْتُلِيَ مِنْ هَذِهِ البَنَاتِ بِشَيْءٍ فَأَحْسَنَ إِلَيْهِنَّ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنَ النَّارِ
“Barangsiapa diuji dengan anak-anak perempuan, lantas ia berbuat baik kepada mereka, niscaya mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka.”2
-
Mendapat Janji Berupa Surga
Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjanjikan surga kepada seseorang yang bersabar dalam mendidik dan merawat anak perempuan. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“من كان له ثلاث بنات فصبر على لأوائهن وضرائهن وسرائهن، أدخله الله الجنة بفضل رحمته إياهن“. فقال رجل: “أو ثنتان” يا رسول الله. قال: أو ثنتان. فقال رجل: أو واحدة يا رسول الله. قال: “أو واحدة“
“Barangsiapa memiliki tiga anak perempuan kemudian ia bersabar atas kesulitan serta suka dan duka (dalam merawat mereka), maka Allah Ta’ala akan masukkan ia ke dalam surga dengan sebab kasih sayang yang ia berikan kepada mereka.”
Ada seorang laki-laki yang berkata, “Atau dua anak perempuan wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “(Iya) atau dua anak perempuan.”
Seorang laki-laki yang berkata, “Atau satu anak perempuan wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “(Iya) atau satu anak perempuan.”3
-
Dekat dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Hari Kiamat Kelak
Inilah salah satu keutamaan merawat anak perempuan yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kabarkan. Dalam suatu hadits beliau pernah bersabda,
مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ حَتَّى تَبْلُغَا، جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَا وَهُوَ» وَضَمَّ أَصَابِعَهُ
“Barangsiapa menafkahi dua anak perempuan hingga keduanya baligh, maka dia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan dia dan aku seperti ini.” Beliau menggabungkan jari-jemarinya.”4
Di dalam hadits lain, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
مَنْ كَانَ لَهُ ثَلَاثُ بَنَاتٍ أَوْ ثَلَاثُ أَخَوَاتٍ، فَاتَّقَى اللَّهَ، وَأَقَامَ عَلَيْهِنَّ، كَانَ مَعِي فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا» وَأَوْمَأَ بِالسَّبَّاحَةِ وَالْوُسْطَ
“Barangsiapa yang memiliki tiga anak perempuan atau tiga saudari, kemudian ia bertaqwa kepada Allah Ta’ala dan berusaha mengurusi mereka, maka orang tersebut bersamaku di surga seperti ini.” Beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah beliau.5
-
Anak Perempuan Merupakan Penyejuk Mata
Di dalam sebuah , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَا تَكْرَهُوا الْبَنَاتِ، فَإِنَّهُنَّ الْمُؤْنِسَاتُ الْغَالِيَاتُ
“Janganlah kalian membenci anak-anak perempuan, karena sesungguhnya mereka itu penyejuk mata yang berharga.”6
Inilah beberapa keutamaan mendidik dan merawat anak perempuan. Sungguh keutamaan besar yang bisa seseorang peroleh jika ia benar-benar memperhatikan pendidikan anak-anak perempuannya.
Maka siapa saja dari kita yang memiliki anak perempuan jangan sampai ia sia-siakan kesempatan ini. Namun hendaknya ia benar-benar merawat serta mendidik anak perempuanya, memberikan dan mencurahkan berbagai kebaikan kepada mereka, serta memperhatikan segala kebutuhan mereka.
Baca Juga: Duhai Ayah dan Bunda, Kepada Siapa Kau Titipkan Pendidikanku?
Perilaku Jahiliah terhadap Anak Perempuan
Siapa saja yang Allah Ta’ala karuniai anak perempuan tidak boleh baginya untuk tidak ridha terhadap ketetapan Allah ini. Sehingga menjadikan ia tidak mendidik dan merawat anak perempuanya dengan semestinya. Ketahuilah, sikap benci dan murka akan kelahiran anak perempuan merupakan sikap jahiliah yang tercela di dalam al-Qur’an. Allah Ta’ala berkata,
وَإِذا بشر أحدهم بِالْأُنْثَى ظلّ وَجهه مسودا وَهُوَ كظيم( ) يتَوَارَى من الْقَوْم من سوء مَا بشر بِهِ أيمسكه على هون أم يدسه فِي التُّرَاب أَلا سَاءَ مَا يحكمون
“Apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. ( ) Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (an-Nahl: 58-59)
Demikianlah sikap musyrikin jahiliah ketika terlahir untuk mereka anak perempuan. Rasa murka dan malu bercampur tatkala mendengar berita kelahiran tersebut. Pada saat itu rasa bimbang menghampiri antara mengubur anak perempuannya hidup-hidup atau memeliharanya dengan menanggung kehinaan dan rasa malu.
Anak perempuan dalam masa jahiliah tidaklah mendapat perhatian dan pendidikan yang semestinya. Ayat di atas cukuplah menjadi bukti akan hal tersebut. Maka siapa saja dari kita yang Allah anugerahi anak perempuan jangan sampai terbesit di dalam hatinya kekecewaan ataupun kemarahan. Sehingga ia terjatuh ke dalam sikap jahiliah yang amat sangat tercela.
Sebaliknya ia harus benar-benar memperhatikan anak-anak perempuannya. Ia didik mereka dengan pendidikan islam, ia rawat mereka dan memenuhi segala kebutuhan mereka. Harapannya ia bisa memperoleh keutamaan yang telah Allah Ta’ala janjikan kepada siapa saja yang bersabar mendidik dan merawat anak perempuan.
Nasehat untuk Para Orang Tua yang Memiliki Anak Perempuan
Sebagai penutup, kami akan membawakan nasehat seorang ulama bagi orang tua yang Allah Ta’ala beri anugerah berupa anak perempuan. Berikut nasehat tersebut,
Berkata Imam Syamsuddin Muhammad bin Abu Bakr,
“Sungguh Allah Ta’ala telah berkata terkait dengan para wanita,
فَإِن كرهتموهن فَعَسَى أَن تكْرهُوا شَيْئا وَيجْعَل الله فِيهِ خيرا كثيرا
“Apabila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (an-Nisa’: 19)
Demikianlah juga anak-anak perempuan, terkadang bagi seseorang pada anak-anak perempuan tersebut ada kebaikan di dunia dan akhirat. Cukuplah bukti akan jeleknya membenci anak perempuan bahwasannya seseorang membenci apa yang Allah Ta’ala ridhai dan berikan kepadanya.
Berkata Shalih bin Ahmad, “Dahulu ayahku jika terlahir untuknya anak perempuan ia berkata, ‘dahulu para nabi adalah ayah dari anak-anak perempuan.’ Ia juga berkata, ‘Telah datang berita (tentang keutamaan) pada anak perempuan yang aku telah mengetahuinya.”
Ayyub bin Bakhtan juga berkata, “Dilahirkan untukku tujuh anak perempuan. Setiap kali dilahirkan anak perempuan untukku datang Ahmad bin Hanbal menemuiku lantas berkata, ‘Wahai Abu Yusuf, para nabi adalah ayah dari anak-anak perempuan.’ Maka perkataan beliau menghilangkan kesedihanku.”7
Demikianlah beberapa keutamaan mendidik serta merawat anak perempuan. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi para pembaca. Wallahu a’lam bis shawab. (ARM/MPS/AAK)
Penulis: Ahmad Rifqi Musyaffa’
Referensi:
- Tuhfatul Maudud bi Ahkamil Maulud karya Syamsuddin Abu Abdillah Muhammad bin Abi Bakr bin Ayyub al-Jauziyah rahimahullah (691-751 H)
- Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah karya Imam Muhammad Nashiruddin bin al-Haj Nuh rahimahullah (1332 – 1420 H / 1914 – 1999 M).
- Silsilah al-Ahadits as-Shahihah wa Syai’ min Fiqhiha wa Fawaidiha karya Imam Muhammad Nashiruddin bin al-Haj Nuh rahimahullah (1332 – 1420 H / 1914 – 1999 M).
Catatan Kaki:
1 HR. Ibnu Majah dalam Sunannya no. 3669 dari sahabat Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu dan disahihkan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah.
2 HR. al-Bukhari no. 1418 dan Muslim no. 2629 dari Aisyah radhiyallahu ‘anha dan ini lafadz Imam Muslim.
3 HR. Ahmad dalam Musnadnya no. 8406 dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dan disahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir di dalam catatan kaki beliau terhadap Musnad Imam Ahmad.
4 HR. Muslim no. 2631 dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu.
5 HR. Abu Ya’la dalam Musnadnya no. 3448 dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dan Syaikh Muhammad Nashiruddin menshahihkannya di dalam Silsilah al-Ahadits as-Shahihah no. 295
6. HR. Ahmad di dalam Musnadnya no. 17373 dan Syaikh Muhammad Nashiruddin menshahihkannya di dalam Silsilah al-Ahadits as-Shahihah no. 3206
7. Lihat Tuhfatul Maudud bi Ahkamil Maulud hal. 26
وَقد قَالَ تَعَالَى فِي حق النِّسَاء {فَإِن كرهتموهن فَعَسَى أَن تكْرهُوا شَيْئا وَيجْعَل الله فِيهِ خيرا كثيرا} النِّسَاء 19 وَهَكَذَا الْبَنَات أَيْضا قد يكون للْعَبد فِيهِنَّ خير فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَة وَيَكْفِي فِي قبح كراهتهن أَن يكره مَا رضيه الله وَأَعْطَاهُ عَبده وَقَالَ صَالح بن أَحْمد كَانَ أبي إِذا ولد لَهُ ابْنة يَقُول الْأَنْبِيَاء كَانُوا آبَاء بَنَات وَيَقُول قد جَاءَ فِي الْبَنَات مَا قد علمت وَقَالَ يَعْقُوب بن بختان ولد لي سبع بَنَات فَكنت كلما ولد لي ابْنة دخلت على أَحْمد بن حَنْبَل فَيَقُول لي يَا أَبَا يُوسُف الْأَنْبِيَاء آبَاء بَنَات فَكَانَ يذهب قَوْله همي








Komentar