oleh

Hukum Orang yang Mengaku Tahu Perkara Ghaib

Fatawa Arkanul Islam no. 40

Pertanyaan:

Apa hukum orang yang mengaku tahu perkara ghaib?

Jawaban:

Hukum orang yang mengaku dirinya tahu perkara ghaib ialah kafir, karena dia telah mendustakan Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berkata,

قُلْ لا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ

“Katakanlah (Muhammad), tidak ada sesuatupun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara ghaib kecuali Allah. Dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan.” (An-Naml: 65)

Ketika Allah Ta’ala memerintahkan Nabi Muhammad untuk mengumumkan kepada semua orang bahwa tidak ada seorangpun yang tahu perkara ghaib yang ada di langit maupun di bumi kecuali Allah, maka barang siapa yang mengaku tahu ilmu ghaib berarti dia telah mendustakan Allah Ta’ala.

Bagaimana mungkin kalian bisa tahu perkara ghaib sedangkan Nabi tidak mengetahuinya? Siapa yang lebih mulia antara kalian dan Rasulullah? Jika kalian mengatakan bahwa kalian lebih mulia maka kalian telah kafir. Namun jika kalian mengatakan bahwa Rasulullah lebih mulia, maka kita katakana kepada mereka, bagaimana bisa kalian mengetahui sedangkan Rasul sendiri tidak tahu perkara ghaib. Allah Ta’ala berkata,

عَالِمُ الْغَيْبِ فَلا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَداً . إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَداً  

“Dia Mengetahui yang ghaib, tetapi Dia tidak memperlihatkan kepada siapapun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (dari para malaikat) di depan dan dibelakangnya.” (Al-Jin: 26-27)

Ayat ini menunjukkan atas kafirnya orang yang mengaku dirinya tahu perkara ghaib. Allah Ta’ala telah memerintahkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menyampaikan kepada ummatnya,

قُلْ لا أَقُولُ لَكُمْ عِنْدِي خَزَائِنُ اللَّهِ وَلا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَى إِلَيّ  

“Katakanlah (Muhammad), Aku tidak mengatakan kepada kalian bahwa perbendaharaan Allah ada padaku. Dan aku tidak mengetahui yang ghaib dan aku tidak (pula) mengatakan kepada kalian bahwa aku malaikat. Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku.” (Al-An’am: 50) –MQD-AAK

Sumber : Fatawa Arkanul Islam karya Syaikh Muhammad bin Shalih rahimahullah: 40

س14: ما حكم من يدعي علم الغيب؟

الجواب: الحكم فيمن يدعي علم الغيب أنه كافر؛ لأنه مكذب لله عز وجلقال الله تعالى: (قُلْ لا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ) . (النمل: 65) . وإذا كان الله عز وجليأمر نبيه محمداً، صلى الله عليه وسلم أن يعلن للملأ أنه لا يعلم من في السماوات والأرض الغيب إلا الله، فإن من ادعى علم الغيب فقد كذب الله عز وجلفي هذا الخبر. ونقول لهؤلاء كيف يمكن أن تعلموا الغيب والنبي صلى الله عليه وسيلم لا يعلم الغيب؟! هل أنتم أشرف أم الرسول صلي الله عليه وسلم؟ فإن قالوا نحن أشرف من الرسول كفروا بهذا القول، وإن قالوا هو أشرف فنقول لماذا يحجب عنه الغيب وأنتم تعلمونه؟! وقد قال الله عز وجلعن نفسه: (عَالِمُ الْغَيْبِ فَلا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَداً) (26) . (إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَداً) (سورة الجن الآيتان: 26، 27) وهذه آية ثانية تدل على كفر من ادعى علم الغيب، وقد أمر الله تعالىنبيه صلى الله عليه وسلم، أن يعلن للملأ بقوله: (قُلْ لا أَقُولُ لَكُمْ عِنْدِي خَزَائِنُ اللَّهِ وَلا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَى إِلَيّ) . (الأنعام: الآية50) .

[فتاوى أركان الإسلام ص: 40]

join chanel telegram islamhariini 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait