oleh

Hukum Mengucapkan Salam Kepada Orang Kafir

Fatwa Tentang Hukum Mengucapkan Salam Kepada Orang Kafir

Pertanyaan:

Bolehkah memulai mengucapkan salam kepada orang kafir, terkhusus jika mereka adalah orang yang memiliki kedudukan, seperti dosen di sebuah universitas?

Jawaban:

Tidak boleh bagi seorang muslim memulai mengucapkan salam kepada orang kafir meskipun mereka adalah orang yang berkedudukan berdasarkan keumuman hadits-hadits shahih yang melarang tentang hal itu, seperti sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam,

«لا تبدؤوا اليهود ولا النصارى بالسلام »

“Janganlah kalian memulai mengucapkan salam kepada kepada orang Yahudi maupun Nasrani.” Al Hadits [HR. Muslim]1

Hanya kepada Allah kita memohon taufik. Semoga salawat dan salam tercurahkan kepada Nabi kita, keluarga dan para sahabat beliau.

[dialih bahasakan dari Fatawa Lajnah Daimah lil Buhuts al-‘Ilmiyyah wal Ifta’]

~HN~

السؤال الثلاثون من الفتوى رقم (12087

س30: هل يجوز بدء الكفار بالسلام، خصوصا إذا كانوا من ذوي الهيئات، كالأستاذ في الجامعة؟

ج 30: لا يجوز للمسلم أن يبدأ الكافر بالسلام ولو كان من ذوي الهيئات، لعموم ما ثبت من أحاديث النهي عن ذلك؛ كقوله صلى الله عليه وسلم: «لا تبدؤوا اليهود ولا النصارى بالسلام » الحديث. رواه مسلم.

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

Bagaimana Menjawab Salam Orang Kafir?

Pertanyaan:

Apa hukum mengucapkan salam kepada orang kafir? Yaitu, seorang muslim berkata kepada orang kafir,”Assalamu’alaikum”. Bolehkah yang demikian itu?

Dan apa hukum seseorang yang masuk dalam sebuah perkumpulan yang bercampur padanya antara orang-orang muslim dan orang-orang kafir? Apa yang harus dia ucapkan untuk memberikan salam kepada mereka?

Dan apa hukum menjawab salam orang kafir? Yaitu, jika orang kafir berkata,”Assalamu’alaikum”, bagaimana kita menjawab dan apa yang kita ucapkan kepadanya?

Jawaban:

Tidak diperbolehkan memulai mengucapkan salam kepada orang kafir2. Jika seseorang ingin masuk ke dalam sebuah perkumpulan yang bercampur padanya orang-orang muslim dan orang-orang musyrik, maka boleh baginya mengucapkan salam kepada mereka dengan niat ditujukan untuk kaum musliminnya saja.

Adapun menjawab salam ahlul kitab (Yahudi atau Nashrani-red), maka cukup dengan ucapan ”Wa’alaikum” saja3.

Hanya kepada Allah kita memohon taufik. Dan semoga salawat serta salam tercurahkan kepada Nabi kita, keluarga dan para sahabat Beliau.

[dialih bahasakan dari Fatawa Lajnah Daimah lil Buhuts al-‘Ilmiyyah wal Ifta’]

~HN~

الفتوى رقم (6782)

س: ما حكم السلام على الكافر؟ يعني: إذا قال المسلم للكافر: (السلام عليكم) هل يجوز أم لا؟ وما حكم من دخل على مجموعة أناس مسلمون وكفار ماذا يقول في السلام، وما حكم رد السلام على الكافر؟ يعني: إذا قال الكافر: السلام عليكم، ماذا نرد عليه ونقول؟

ج: لا يجوز ابتداء الكافر بالسلام، وإذا دخل على مجموعة فيهم أخلاط من المسلمين والمشركين فإنه يجوز السلام عليهم ناويا المسلمين منهم، وأما الرد على سلام أهل الكتاب فيكون بقول: (وعليكم) فقط.

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء


1 HR. Muslim no. 2167.

2 Hal ini berdasarkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لا تبدؤوا اليهود ولا النصارى بالسلام

Janganlah kalian memulai mengucapkan salam kepada kepada orang Yahudi maupun Nasrani.”[HR. Muslim no.2167]

3 Hal ini berdasarkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِذَا سَلَّمَ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الكِتَابِ فَقُولُوا: وَعَلَيْكُم

Ketika ahli kitab (Yahudi atau Nasrani-red) memulai mengucapkan salam kepada kalian maka katakanlah “Wa’alaikum” (dan untuk kalian semisal hal itu -red).”[Muttafaqun ‘alaihi]

ْ

join chanel telegram islamhariini 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait