Hukum Memberi Sesajen Dalam Islam

oleh

Hukum Memberi Sesajen Dalam Islam adalah Haram. Yaitumempersembahkan sesuatu (berkurban) kepada selain Allah (dengan niat ibadah). Yang mana amalan ini jelas menyimpang dari Islam bahkan termasuk perbuatan menyekutukan Allah yang sangat dimurkai Allah!

Ritual sesajen sebenarnya merupakan pengaruh dari ajaran Animisme dan Dinamisme. Meskipun masih marak dilakukan oleh orang-orang pada jaman modernisasi yang serba canggih ini.

Pengagungan yang berlebihan terhadap benda-benda yang dianggap keramat diekspresikan dalam bentuk sesajen dan sebagainya. Hal ini tak lepas dari unsur-unsur: menghinakan diri, rasa takut, berharap, tawakal, do’a dan lainnya. Unsur-unsur inilah yang biasa disebut dalam islam sebagai ibadah.

Padahal ibadah apapun jenisnya tidak boleh ditujukan kepada selain Allah Ta’ala.

Ibadah hati seperti do’a, takut, berharap, tawakal, cinta dan semua bentuk ibadah haruslah ditujukan kepada Allah semata, sebagaimana firman-Nya:

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا

“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu milik Allah maka janganlah kamu menyeru bersama Allah itu seorangpun !” (Al Jin: 18).

Allah Ta’ala berfirman:

فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Janganlah kalian takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku jika kalian benar-benar beriman. ” (Ali Imran: 175).

Allah berfirman :

مَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

“Barang siapa yang mengharap perjumpaan dengan Rabbnya maka hendaknya ia beramal shalih dan jangan melakukan kesyirikan dalam beribadah kepada Rabbnya dengan seorangpun. ” (Al Kahfi: 110).

Apakah tradisi sesajen bisa disatukan dengan Islam?

Bagaimana Islam dalam menghadapi tradisi atau ritual seperti tradisi sesajen?

Baca pembahasan lengkapnya di Pengertian dan Hukum Sesajen Dalam Islam