oleh

Hukum Berlebihan dalam Menentukan Mahar dan Pesta Pernikahan

-Fatwa-2,187 views

Pernikahan merupakan ibadah yang agung dalam agama Islam. Salah satu momen bahagia dan istimewa bagi setiap insan saat melangsungkan pernikahan. Dalam prosesi pernikahan, Islam mensyariatkan pemberian mahar dan perayaan walimatul urs atau yang lebih kita kenal dengan resepsi pernikahan.

Dua syariat Islam yang mulia ini seyogianya kita amalkan sesuai batas-batas syariat yang terbimbing oleh bimbingan Nabi besar Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Namun realitanya tidak sedikit dari saudara kita kaum muslimin berlebihan dan cenderung menghamburk harta hanya demi meriahnya acara resepsi pernikahan atau dalam pemberian mahar atau maskawin. Lalu bagaimanakah sikap yang bijak dan menepati Sunnah Nabi terkait permasalahan ini? Mari kita simak  fatwa seorang Mufti kerajaan Saudi Arabia Imam Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah saat menjawab sebuah pertanyaan.

Daftar Isi

Pertanyaan

Seorang penanya berkata,

Terdapat sebagian ayah yang berlebihan dalam menentukan mahar, maka kami meminta bimbingan dan nasehat anda untuk mereka. Semoga Allah Ta’ala memberikan hidayah kepada mereka dalam permasalahan ini.

Jawaban

Ini merupakan permasalahan global dan musibah besar, yaitu berlebihan dalam menentukan mahar. Maka nasihatku kepada setiap muslim untuk meninggalkan hal itu. Hendaknya menghindari sikap berlebihan dalam penentuan mahar anaknya atau saudara perempuannya, atau kerabatnya. Semestinya ia meringankannya serta ridha dengan mahar sesuai yang dapat membantu seorang  wanita memenuhi kebutuhannya yang wajar.

Demikian pula dalam mahar tersebut tidak ada unsur-unsur  yang dapat membebani calon suami, atau bahkan dapat menghalangi pernikahan. Terkait hal ini semua orang mengeluhkannya, yaitu terkait mahalnya mahar dan berlebihan dalam menggelar pesta pernikahan. Kedua hal ini merugikan.

Maka sepantasnya bagi para wali dan kaum wanita untuk tidak berlebihan dalam hal tersebut, dengan cara si wanita, ibu dan kerabatnya rela dan menerima (mahar) yang sewajarnya. Sebagaimana pula sang ayah dan para wali lainnya rela akan hal itu.

Terkadang  pada beberapa kesempatan ayah atau walinya rela, namun ibunya, saudari perempuannya, dan selainnya tidak rela. Bahkan terkadang sang ibu memaksa ayahnya untuk meninggikan maharnya.

Alhasil hal ini merupakan perihal yang dituntut dari setiap pihak; ibu, bibi, sang putri sendiri, dituntut juga dari pihak ayah, saudara, kakek agar semuanya saling membahu dalam meringankan mahar dan tidak meninggikannya agar mempermudah pernikahan kerabat mereka.

Adapun jika mahar yang ditetapkan untuk sang putri berlebihan (terlalu tinggi) maka dia akan tetap tertahan di rumahnya (tidak menikah) dan hanya segelintir pria yang akan maju meminangnya, karena tak semua  memiliki kemampuan terhadap mahar yang tinggi.

Hal ini juga tak sepantasnya dilakukan karena akan mengantarkan kepada kerusakan yang besar, yaitu terlantarnya para wanita dan para pemuda (yang sudah siap menikah) dari pernikahan, yang akhirnya menjerumuskan mereka pada perbuatan keji. Ini semua bentuk kejelekan besar dan berakibat buruk.

Demikian pula resepsi pernikahan, semestinya ia tidak menjadikannya sebagai ajang persaingan. Alih-alih melaksanakan walimah dengan menyembelih 10 atau 15 hewan sembelihan, maka sebenarnya cukup 1, 2, atau 3 sesembelihan. Alih-alih mengundang 100 sampai 200 tamu, cukup mengundang 15 orang dari kalangan kerabat dekatnya. Hal ini agar dana yang dikeluarkan pun dapat terminimalisasi, dan agar segera dapat melangsungkan pernikahannya.

Tetapi jika disebutkan bahwa ada resepsi pernikahan yang mengundang ribuan atau bahkan puluhan ribu tamu beserta mahar yang melangit maka akan berdampak terlantarnya para pemuda pemudi yang telah siap menikah di waktu yang bersamaan.

Tak ada daya dan upaya melainkan hanya dari sisi Allah Ta’ala semata, dan kami memohon hidayah kepada-Nya bagi semuanya. 1

Referensi:

  1. Fatawa Nur ‘Alad Darb karya mufti Saudi Arabia Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah (W. 1420 H)

Penulis: Muhammad Zidan

(ZDN/AAA/IWU)


 

Footnotes

  1. حكم المغالاة في المهور والولائم

    السؤال: أيضاً يقول: هناك بعض الآباء يتجاوزون في المهور، نريد أن توجهوا لهم النصيحة لعل الله Ι أن يهديهم في ذلك.

    الجواب: هذا أمر عام ومصيبة كبيرة، وهي المغالاة في المهور، ونصيحتي لكل مسلم أن يدع ذلك، وأن يحذر المغالاة في مهر بنته أو أخته أو قريبته الأخرى، وأن يتساهل في ذلك ويرضى بالمهر المناسب الذي يعين المرأة على حاجاتها المعروفة، ولا يكون فيه إرهاق للزوج ولا منع للنكاح، هذه الكل يشكو منها، مسألة المغالاة في المهور، والمغالاة أيضاً في الولائم، كلتاهما ضارتان، فينبغي للأولياء وللنساء أيضاً أن لا يشددوا في ذلك بأن ترضى المرأة وأمها وقراباتها بالشيء المناسب، كما يرضى الأب وبقية الأولياء بذلك، بعض الأحيان قد يكون الأب يرضى أو الولي لكن لا ترضى أمها وأختها ونحو ذلك، وربما حملته أمها على المغالاة.
    فالحاصل: أن هذا مطلوب من الجميع؛ مطلوب من الأم والخالة والبنت نفسها، مطلوب من الأب، مطلوب من الإخوة، مطلوب من الأجداد، كلهم يتعاونون في تسهيل المهور وعدم المغالاة حتى يتيسر تزويج قريباتهن.

    أما مع المغالاة فإن البنت تبقى حبيسة البيت ولا يتقدم لها إلا القليل من الناس، ليس كل واحد عنده القوة على المهر المرتفع، ثم هذا لا ينبغي لأن المغالاة في المهور تفضي إلى فساد كبير، إلى تعطيل البنات والأخوات، وتعطيل الشباب، والوقوع في الفواحش، هذا كله شره عظيم وعاقبته وخيمة.

    كذلك الولائم ينبغي ألا يعني يتنافس فيها، بدل ما يذبح عشر ذبائح خمسة عشر يكتفي بواحدة أو ثنتين أوثلاث، بدل ما يدعو مائة مائتين يدعو خمسة، عشرة من أقاربه الأدنين ويكتفي بذلك حتى تكون النفقة أقل، وحتى يستطيع أن يتقدم للزواج، لكن إذا ذكر أن هناك ولائم تحتاج إلى ألوف بل عشرات الألوف مع مغالاة المهر، فإن هذا كله يسبب تعطيل الرجل وتعطيل البنت جميعاً، ولا حول ولا قوة إلا بالله، نسأل الله للجميع الهداية. نعم

    Lihat Fatawa Nur ‘Alad Darb karya Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah hal. 438 Jilid. 20

    Link Web: https://binbaz.org.sa/fatwas/4316/%D8%AD%D9%83%D9%85-%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%BA%D8%A7%D9%84%D8%A7%D8%A9-%D9%81%D9%8A-%D8%A7%D9%84%D9%85%D9%87%D9%88%D8%B1-%D9%88%D8%A7%D9%84%D9%88%D9%84%D8%A7%D9%89%D9%85 

join chanel telegram islamhariini 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *