oleh

Bimbingan Nabi di Dalam Mengarungi Kehidupan

Bimbingan Nabi di Dalam Mengarungi Kehidupan

Lafadz Hadits

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَنْكِبِي، فَقَالَ: «كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ

Terjemah Hadits

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata, Rasulallah shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang pundakku seraya mengatakan, “Jadilah engkau di dunia ini seperti halnya orang asing atau seorang pengembara.”

Takhrij Hadits

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahihnya no. 6416.

Perawi Hadits

Beliau adalah Abdullah bin Umar al-Qurasyi al-Adawi. Seorang shahabat yang masuk Islam ketika masih berada di Makkah sebelum hijrah. Beliau berhijrah ke Madinah ketika berumur 10 tahun. Beliau turut mengikuti perang Khandaq dan berbagai peperangan yang terjadi setelahnya. Beliau termasuk pemuka para shahabat. Seorang yang kokoh di atas sunnah dan sangat jauh dari hal-hal yang bertentangan dengannya. Belau adalah penasihat bagi ummat ini. Beliau wafat pada tahun 74 H. Semoga Allah meridhoi beliau.

Makna Hadits Secara Global

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan bimbingan kepada umatnya di dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Beliau menasihati salah seorang shahabatnya yaitu Abdullah bin Umar, agar menjalani kehidupan di dunia ini ibarat orang asing di suatu daerah atau layaknya seorang pengembara. Orang asing adalah orang yang meninggalkan negeri dan keluarganya; ia bepergian ke daerah lain dan berada di tengah komunitas manusia tanpa ada keluarga dan karib kerabatnya. Dalam pengertian lain, orang asing adalah orang yang tidak mengenal siapapun dan tidak ada seorangpun yang mengenal dirinya. Adapun pengembara adalah seorang yang melakukan perjalanan kemudian singgah di suatu tempat untuk beristirahat sejanak, tiada niatan untuk menetap. Kemudian melanjutkan kembali perjalannnya.

Ya, dunia ini memang sekedar tempat singgah sementara karena tujuan utama kita adalah akhirat. Namun tempat singgah ini bukanlah untuk bersantai-santai, sama seperti seorang pengembara. Dia akan melanjutkan perjalanannya ketika dirasa bekalnya telah cukup. Begitupun dengan kita, berusaha mencari dan mengumpulkan bekal untuk akhirat. Bekal yang dimaksud adalah iman dan takwa serta amalan shalih. Nasihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada shahabat Abdullah bin Umar ini senada dengan sabda beliau yang lain,

يُحِبَّكَ اللَّهُ الدُّنْيَا فِي ازْهَدْ

“Berbuat zuhudlah engkau di dunia, niscaya Allah akan mencintaimu.” (Sunan Ibnu Majah no. 4102 dari shahabat Sahl bin Sa’ad as-Saidy)

Makna zuhud adalah meninggalkan segala yang tidak bermanfaat untuk akhirat. Yakni agar kita tidak terlena dengan hingar-bingarnya dunia ini sehingga melupakan tujuan utama kita. Yaitu beribadah kepada Allah Ta’ala.

Faidah dan Kesimpulan Hadits

  1. Zuhud dalam hal dunia, agar seorang tidak menjadikannya seperti negeri yang kekal abadi.

  2. Metode pengajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bagus, dengan memberikan permisalan yang nyata (seperti orang asing atau seorang pengembara).

  3. Melakukan sesuatu yang mengundang perhatian dan hadirnya hati seorang pendengar, diantaranya dengan cara memegang pundaknya.

  4. Seyogyanya bagi seorang yang berakal untuk memenuhi hari-harinya dengan amal shalih sebelum ia meninggal sehingga terputuslah amalannya.

  5. Keutamaan shahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma yang dengan segera menerima wejangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengamalkannya. Hal ini ditunjukkan oleh ucapan beliau tatkala menimpali sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas,

إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ المَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ

“Jika engkau berada di sore hari janganlah engkau menunggu hingga waktu pagi, dan jika engkau berada di waktu pagi hari janganlah engkau menunggu hingga waktu sore. Manfaatkanlah masa sehatmu sebelum masa sakitmu dan masa hidupmu sebelum engkau meninggal.”

Akhir kata, inilah bimbingan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada para shahabatnya dalam mengarungi kehidupan di dunia ini. Semoga Allah Ta’ala menyelamatkan kita dari fitnah dunia dan menjalani kehidupan sesuai dengan bimbingannya hingga akhir hayat kita. Amin. SFW

join chanel telegram islamhariini 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait