oleh

Bimbingan Islam dalam Menyikapi Berita Terkait Virus Corona

Virus Corona nyata adanya. Virus Corona Telah membuat resah dunia. Virus berbahaya ini juga banyak menelan korban di berbagai negara, yang hari-hari ini sampai ke Indonesia.

Dalam mengahdapinya seorang muslim yang baik ia akan bersikap bijak sejalur dengan bimbingan syariat. Diantaranya apa yang telah disebutkan pada artikel sebelumnya.


Baca Juga: 5 Cara yang Benar Menghadapi Virus Corona


Bimbingan Islam dalam Menyikapi Berita Terkait Virus Corona

Diantara sikap lain yang seorang muslim mesti berhias denganya adalah bijak menyikapi berita. Terkhusus berita yang tersebar terkait virus corona yang hari-hari ini sedang ramai dibicarakan.

Dalil hasungan bijak menyikapi berita

Allah Ta’ala menyebutkan prinsip ini dalam Al qur’an,

وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ وَلَوْلاَ فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلَّا قَلِيلاَ

Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan atau pun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kalian, tentulah kalian mengikut setan, kecuali sebahagian kecil saja (di antara kalian). [an-Nisa: 83].

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. [al-Hujurat: 6]

Tegas, dua ayat di atas menjelaskan sikap seorang muslim yang baik terkait berita. Yaitu, bijak dan tidak terburu-buru dalam menyebarkannya, baik berita keamanan atau berita ketakutan.

Berita terkait Virus Corona ada dua, ada yang sifatnya memberikan rasa takut, jika itu berita negatif. Ada juga yang memberikan rasa keamanan jika itu berita positf. Sehingga, muslim yang baik mengembalikan berita tersebut kepada Ulil Amri (Ulama atau Pemerintah Negara). Tidak pula terburu-buru menyebar luaskannya.

Dengan sikap bijak masyarakat tenang. Dengan sikap tidak terburu-buru masyarakat akan lebih aman. Jadi sampaikanlah berita yang benar-benar valid dari sumber yang terpercaya, bukan berita yang bersumber dari katanya dan katanya.

Efek negatif tidak bijak menerima berita

Pembaca yang semoga dirahmati Allah, apabila semua berita yang kita terima langsung kita sebarkan, tidak mau tahu tentang kebenaran atau kedustaannya, maka berbagai hal negatif akan muncul. Bahkan bisa jadi efek negatif bukan hanya menimpa diri sendiri, masyarakat luas bisa jadi korban. Diantara efek negatif tidak bijak dalam menyikapi berita adalah:

  1. Menyelisihi bimbingan Al Qur’an, dalam bentuk tidak mengamalkan kedua ayat diatas.
  2. Berbicara tanpa ilmu, Allah berfirman,

    وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا

    Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. [al-Isra’: 36]

    Hal ini termasuk persaksian palsu, menuduh orang dengan tuduhan yang tidak benar, mengaku mendengar sesuatu yang dia tidak mendengarnya, dan mengaku ngaku melihat sesuatu (padahal) ia tidak melihatnya. (Lihat Tafsir ath-Thabari, 15/86)

  3. Bisa jadi, menimpakan musibah kepada sebagian masyarakat sebagaimana yang disebutkan dalam surat al Hujurat ayat enam di atas.
  4. Terjatuh pada kedustaan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

    “Cukuplah seorang dikatakan dusta ketika ia mengabarkan semua apa yang dia dengar” (HR. Muslim dalam shahihnya no. 4, dari Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

  5. Terjatuh pada qiila wa qaal (katanya dan katanya) yang dibenci oleh Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    إِنَّ اللَّهَ كَرِهَ لَكُمْ ثَلاَثًا: قِيلَ وَقَالَ، وَإِضَاعَةَ المَالِ، وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ

    “Sesungguhnya Allah membenci tiga perkara; katanya dan katanya, menyia-nyiakan harta dan banyak meminta-minta” [HR. Al Bukhari dalam shahihnya no. 1477 dan Muslim no. 593 dari sahabat al Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu ‘anhu].

Efek negatif yang akan muncul akan semakin besar seiring semakin besar kedudukan orang yang disandarkan berita kepadanya. Seperti berita yang disandarkan kepada pemerintah tentu berbeda dengan berita yang disandarkan kepada masyarakat biasa yang tidak memiliki kedudukan.

Semoga Allah Ta’ala memberikan taufik kepada kita untuk bersikap bijak dalam menyikapi berita, terkhusus berita terkait Virus Corona yang sekarang sedang ramai diperbincangkan. MA-IMM

join chanel telegram islamhariini 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait