oleh

Ajak Generasi Muda Memakmurkan Masjid

Berputarnya waktu sebanding dengan roda kehidupan anak manusia. Manusia lahir, menjadi anak, beranjak dewasa, kemudian menjadi tua lalu hilang dan berganti generasi setelahnya. Peran orang tua dalam mendidik dan mentransfer segala pernik kehidupan kepada generasi penerus menjadi perkara penting. Diantara pendidikan yang terpenting adalah mendidik mereka untuk mencintai dan memakmurkan masjid.

Cotoh nyata dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam memakmurkan masjid

Perlu diketahui bahwa diantara misi pertama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat beliau datang ke Madinah sebagai seorang yang berhijrah adalah membangun masjid sebagai pusat aktivitas kaum muslimin, minimalnya lima kali sehari mereka berkumpul untuk menunaikan ibadah shalat fardhu. Bisa dibayangkan kedekatan dan keakraban mereka dengan rumah Allah. Allah berfirman,

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَٰجِدَ ٱللَّهِ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا ٱللَّهَ ۖ فَعَسَىٰٓ أُو۟لَٰٓئِكَ أَن يَكُونُوا۟ مِنَ ٱلْمُهْتَدِينَ ۝١٨

“Yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir serta orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada siapapun) selain Allah. Maka merekalah termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.” (At-Taubah: 18)

Fakta generasi muda dalam memakmurkan masjid

Betapa seringnya kita saksikan lengangnya masjid dari pemuda dan anak-anak. Maka ini merupakan kenyataan menyedihkan yang menggambarkan bahwa masjid-masjid telah banyak kehilangan generasi penerus yang menjadi pemakmurnya. Sebuah kenyataan yang membahayakan masa depan generasi muda kaum muslimin.

Tentu kita tidak ingin menjadi generasi yang Allah Ta’ala sebutkan dalam firman-Nya,

۞ فَخَلَفَ مِنۢ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَٱتَّبَعُوا۟ ٱلشَّهَوَٰتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا ۝٥٩

“Datanglah sesudah mereka generasi pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya. Mereka kelak akan tersesat.” (Maryam: 59)

Menjadi teladan dalam memakmurkan masjid

Mendidik tidak sekedar dengan kata-kata, sebab mereka yang dididik tetap akan menilai dari sisi praktik dan amalan para pendidiknya. Kesuksesan dalam mendidik akan susah didapatkan tanpa disertai tauladan yang bisa dicontoh.

Oleh karenanya para ayah dituntut untuk menjadi orang pertama yang mencontohkan kepada anaknya untuk rajin mendatangi masjid, menunaikan shalat berjamaah, menghadiri majelis taklim, dan yang sebagainya. Sehingga dengan praktik nyata dari orang tua, diharapkan akan muncul generasi muda yang menjadi penerus kaum muslimin dalam kebaikan, terkhusus dalam memakmurkan masjid. NSM-AAW

join chanel telegram islamhariini 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait