oleh

5 Tips Meraih Ikhlas dalam Menuntut Ilmu 

-Fatwa-2,720 views

Keikhlasan merupakan salah satu syarat yang wajib terwujud dalam setiap amalan yang seorang hamba lakukan, terlebih dalam perkara menuntut ilmu. Tanpa keikhlasan, amalan yang seorang hamba lakukan akan menjadi sia-sia dan tidak berpahala. Salah satu ulama tersohor masa ini telah menjelaskan beberapa tips dalam meraih keikhlasan dalam menuntut ilmu. Apa saja tips-tips tersebut?

5 Tips Meraih Ikhlas dalam Menuntut Ilmu

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin pernah ditanya,

“Bagaimanakah cara mewujudkan keikhlasan dalam menuntut ilmu?”

Beliau rahimahullah menjawab, Keikhlasan dalam menuntut ilmu dapat diraih dan diwujudkan dengan beberapa perkara berikut:

Meniatkannya dalam rangka Menjalankan Perintah Allah 

Engkau meniatkan amalan (menuntut ilmu) tersebut dalam rangka menjalankan perintah Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman,

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ

“Maka ketahuilah tiada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Ta’ala dan mintalah ampunan kepada-Nya.” (Muhammad: 19)

Pada ayat di atas terdapat hasungan dari Allah kepada para hamba-Nya untuk mempelajari ilmu agama. Jika Allah menghasung (hamba-Nya) untuk melakukan suatu amalan, menunjukkan bahwa Allah mencintainya, meridhainya, dan memerintahkannya.

Meniatkannya Agar Syariat Allah Tetap Terjaga  

Engkau meniatkannya dalam rangka menjaga syariat Allah Ta’ala. Karena menjaga syariat Allah Ta’ala dapat terwujud dengan cara menuntut ilmu, menghafalnya di dalam dada, dan mencatatnya.

Meniatkannya untuk Melindungi dan Membela Syariat Islam 

Engkau meniatkannya untuk melindungi dan membela syariat Allah. Karena kalaulah bukan orang-orang yang berilmu, niscaya syariat ini tidak terlindungi dan tidak seorang pun yang dapat membelanya. Oleh karenanya kita dapati (orang berilmu), seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dan selain beliau dari kalangan orang-orang yang berilmu, mereka membantah para pengusung bid’ah (hal baru yang ditambahkan dalam syariat Islam) dan menjelaskan tentang kebatilan bid’ah-bid’ah mereka buat. Kita lihat mereka memperoleh kebaikan yang banyak (dengan amalan tersebut).          

Meniatkannya untuk Mengikuti Syariat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam

Engkau meniatkannya dalam rangka mengikuti syariat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Karena engkau tidak mungkin mengikuti syariat beliau kecuali dengan mempelajarinya.


Baca Juga: Hujah yang Mengokohkan Keikhlasan dalam Menuntut Ilmu


Meniatkannya untuk Mengangkat Kebodohan dari Diri Sendiri dan Orang Lain

Engkau meniatkannya dalam rangka mengangkat kebodohan (kejahilan) dari diri sendiri dan orang lain. Hal tersebut sebagaimana yang perkataan Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah,

 اَلْعِلْمُ لَا يَعْدِلُهُ شَيْءٌ لِــمَـنْ صَحَّتْ نِــيَّــتُـهُ، قَالُوا: كَيْفَ تَصِحُّ النِّــيَّــةُ يَا أَبَا عَبْدِ اللهِ؟ قَالَ: يَنْوِيْ رَفْعَ الْـجَهْلِ عَنْ نَــفْسِهِ وَعَنْ غَيْرِهِ 

“Tidak ada sesuatu yang menyamai (nilai dan keutamaan) menuntut ilmu, yaitu bagi orang yang niatnya benar.”

Mereka bertanya, “Bagaimana niat itu bisa benar, wahai Abu Abdillah?”

Beliau menjawab, “Yaitu dengan meniatkannya untuk menghilangkan kebodohan dari diri sendiri dan dari orang lain.” 1

Demikian tips meraih ikhlas dalam menuntut ilmu yang bersumber dari bimbingan salah satu ulama besar di masanya. Harapannya, fatwa dan bimbingan ulama tersebut menjadi bekal bagi kita untuk mewujudkan keikhlasan dalam menuntut ilmu. Semoga kita semua mendapatkan hidayah untuk bisa mengamalkan ilmu yang telah kita ketahui.

Semoga Allah Ta’ala senantiasa menerima setiap amalan yang telah kita kerjakan dengan penuh keikhlasan dan ketulusan serta sesuai dengan syariat yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. (   /MPS/UAT)

Alih bahasa: Abdullah Rijal

Artikel dialih bahasakan dari fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dengan tambahan subjudul dan perkataan Imam Ahmad

Referensi

Majmu’ Fataawa wa Rasaail al-Utsaimin 26/102-103 karya Syaikh Muhammad bin Shalih rahimahullah (wafat 1421  H)
http://binothaimeen.net/

Teks Arab

سئل فضيلة الشيخ– رحمه الله-: بم يكون الإخلاص في طلب العلم؟
فأجاب بقوله: الإخلاص في طلب العلم يكون بأمور


الأمر الأول

أن تنوي بذلك امتثال أمر الله؛ لأن الله أمر بذلك فقال: (فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ) وحث سبحانه وتعالى على العلم، والحث على الشيء يستلزم محبته والرضا به والأمر به


الأمر الثاني

أن تنوي بذلك حفظ شريعة الله؛ لأن حفظ شريعة الله يكون بالتعلم، والحفظ في الصدر ويكون كذلك بالكتابة


الأمر الثالث

أن تنوي حماية الشريعة والدفاع عنها؛ لأنه لولا العلماء ما حميت الشريعة ولا دافع عنها أحد، ولهذا نجد– مثلاً– شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله وغيره من أهل العلم تصدوا لأهل البدع وبينوا بطلان بدعهم، نرى أنهم حصلوا على خير كثير


الأمر الرابع

أن تنوي بذلك اتباع شريعة محمد – صلى الله عليه وسلم –؛ لأنك لا يمكن أن تتبع شريعته حتى تعلم هذه الشريعة


الأمر الخامس

أن تنوي بذلك رفع الجهل عن نفسك وعن غيرك

Footnotes

  1. Lihat kitab al-Maqshad al-Arsyad (44/3)
join chanel telegram islamhariini 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *