Home / Shalat / 6 KEUTAMAAN WUDHU PALING BESAR

6 KEUTAMAAN WUDHU PALING BESAR

Pengertian dan Keutamaan Wudhu

Keutamaan wudhu –  Wudhu merupakan syarat sahnya shalat. Tanpa wudhu maka shalat seseorang menjadi batal dan tidak diterima oleh Allah. Bahkan jika sengaja maka ia berdosa. Berikut kami paparkan penjelasan yang berkaitan dengan wudhu yang semoga bermanfaat bagi orang-orang yang peduli dengan ibadah.

Pengertian Wudhu

استعمال الماء في الأعضاء الأربعة وهي الوجه واليدان والرأس والرجلانعلى صفة مخصوصة في الشرع، على وجه التعبد لله تعالى

Menggunakan air pada anggota tubuh yang empat – wajah, kedua tangan, kepala dan kedua kaki- menurut sifat (tatacara –ed) tertentu dalam syar’i dalam rangka beribadah kepada Allah Ta’aala. (Al-Fiqh al-Muyasar, hlm 33)

Keutamaan Wudhu

Keutamaan Wudhu sangatlah banyak, berikut kami mencoba menyebutkan 6 keutamaan wudhu yang paling besar versi Islam Hari Ini beserta dalil-dalinya:

  1. Penghapus dosa

Keutamaan wudhu yang pertama akan kita bahas adalah wudhu sebagai penghapus dosa. Hal ini sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ خَرَجَتْ خَطَايَاهُ مِنْ جَسَدِهِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ تَحْتِ أَظْفَارِهِ

“Barangsiapa yang membaguskan wudhu keluarlah dosa-dosanya dari jasadnya sampai keluar dari  bawah kukunya.” (HR. Muslim  no. 245)

Tentu ini adalah keutamaan wudhu yang sangat besar diantara keutamaan wudhu yang lainnya.

  1. Salah satu sebab masuk surga

Dalam hadits yang lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُبْلِغُ – أَوْ فَيُسْبِغُ – الْوُضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ

وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ إِلاَّ فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ

“Tidaklah salah seorang di antara kalian berwudhu dan sampai selesai atau menyempurnakan wudhu kemudian membaca doa : “Aku bersaksi tidak ada ilah (sesembahan) yang berhaq disembah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya, melainkan akan dibukakan baginya delapan pintu surga yang dia bisa masuk dari pintu mana saja yang dia kehendaki.”

Dalam sebuah riwayat :

“Aku bersaksi tidak ada ilah (sesembahan) yang berhaq disembah kecuali Allah semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya” (HR. Muslim)

  1. Diampuni dosa-dosa yang telah lalu

Keutamaan wudhu sebelumnya adalah sebagai penghapus dosa. Keutamaan wudhu berikut ini lebih rinci lagi. Yaitu dapat menjadi sebab terampuninya dosa-dosa kita yang telah lalu.
Dalam sebuah hadits dimana Utsman radhiyallahu ‘anhu berkata,

رَأَيْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يَتَوَضَّأُ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا وَقَالَ مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ لاَ يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwudhu seperti wudhuku ini dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Barangsiapa yang berwudhu seperti wudhuku ini kemudian shalat dua rakaat tidak berkata-kata di jiwanya (khusyu’), maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.’””(HR. Bukhari no. 159 dan Muslim no. 423)

  1. Anggota Wudhu Akan Bercahaya Pada Hari Kiamat

Pada hari kiamat nanti, umat Nabi Muhammad Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam akan terbedakan dengan umat yang lainnya. Mereka dibedakan dengan cahaya yang nampak pada anggota wudhu.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ أُمَّتِي يُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ آثَارِ الْوُضُوءِ

“Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari kiamat nanti dalam keadaan dahi, kedua tangan dan kaki mereka bercahaya, karena bekas wudhu.” (HR. Al Bukhari no. 136 dan Muslim no. 246)

Dalam riwayat yang lain:

Bagaimana engkau mengenali umatmu setelah sepeninggalmu, wahai Rasulullah?  Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

“Tahukah kalian bila seseorang memilki kuda yang berwarna putih pada dahi dan kakinya diantara kuda-kuda yang yang berwarna hitam yang tidak ada warna selainnya, bukankah dia akan mengenali kudanya? Para shahabat menjawab: “Tentu wahai Rasulullah.” Rasulullah berkata: “Mereka (umatku) nanti akan datang dalam keadaan bercahaya pada dahi dan kedua tangan dan kaki, karena bekas wudhu mereka.” (HR. Mslim no. 249)

  1. Keutamaan wudhu sebagai Pengangkat Derajat Disisi Allah Ta’ala

Semulia-mulia derajat adalah derajat yang tinggi disisi Allah Ta’ala. Adapun derajat tinggi dihadapan manusia belum tentu ia berada pada derajat tinggi disisi Allah Ta’ala.

Sehingga diantara keutamaan wudhu yang sempurna akan dapat mengangkat derajat seorang hamba kepada derajat yang tinggi disisi Allah Ta’ala.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Maukah kalian aku tunjukkan suatu amalan yang dengannya Allah akan menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajatnya! Para shahabat berkata: “Tentu, wahai Rasulullah. Kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Menyempurnakan wudhu walaupun dalam kondisi sulit, memperbanyak jalan ke masjid, dan menunggu shalat setelah shalat, maka itulah yang disebut dengan ar ribath.” (HR. Muslim no. 251)

  1. Wudhu adalah syarat sahnya shalat

Shalat apapun yang kita kerjakan tidak sah jika tidak dalam kondisi berhadats. Wudhu merupakan cara untuk suci dari hadats. Karena bersuci / thaharah salah satu syarat sahnya shalat.

Sebagaiamana Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لاَ تُقْبَلُ صَلاَةُ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ

“Tidaklah Allah menerima shalat seseorang apabila ia berhadats hingga dia berwudhu.” (HR Al Bukhari no 135 dan Muslim no 225 dari sahabat Abu Hurairah)

Demikian pula kesepakatan (ijmak) para ulama bahwasanya shalat tidak boleh ditegakkan kecuali dengan berwudhu terlebih dahulu, selama tidak ada udzur untuk meninggalkan wudhu tersebut (Al Ausath 1/107).

Bagaimana Salaf dalam Mengejar Keutamaan Wudhu?

Bila kita baca biografi para ulama, maka kita dapati mereka sangat bersungguh-sungguh dalam menjaga wudhu dalam setiap keadaan karena mereke mengatahui keutamaan wudhu yang begitu besar.

Al Imam Asy Syathibi rahimahullahu adalah seorang yang buta. Tidaklah beliau duduk di suatu majlis ilmu, kecuali beliau selalu dalam keadaan suci.

Bahkan diantara ulama ada yang tidak mau membaca hadits-hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam hingga mereka berwudhu terlebih dahulu. Bukan karena mereka berpendapat wajibnya berwudhu ketika hendak membaca hadits, akan tetapi yang mendasari hal itu adalah kesungguhan mereka untuk memuliakan ilmu dan untuk mendapatkan keutamaan wudhu yang sangat besar.

Kesimpulan dari Keutamaan Wudhu

Wudhu bukan amalan yang remeh bahkan amalan yang besar disisi Allah Ta’ala. Oleh karena itu hendaknya menjaga wudhu sesuai dengan tuntunan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam untuk mendapat keutamaan wudhu yang begitu besar.

Dengan keutamaan wudhu ini menjadikan kita sadar bahwa seluruh syari’at yang dibawa oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam terkandung padanya hikmah dan manfa’at yang sangat banyak.

Masih banyak keutamaan wudhu yang lainnya yang belum kami sebutkan. Semoga dengan keutamaan wudhu di atas membuat kita bersemangat dalam menjaga wudhu sebagaimana yang dilakukan para ulama terhadulu.

Baca Juga : TATA CARA WUDHU YANG BENAR

 

https://t.me/islamhariini

Baca Juga

Puasa Senin Kamis

Puasa Senin Kamis – Cara dan Penjelasan Sesuai Sunnah

Puasa Senin Kamis adalah suatu amalan sunnah yang sangat agung. Karena puasa termasuk amalan yang mempunyai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *