Lapangnya rezeki merupakan dambaan bagi setiap orang. Karena rezeki yang lapang biidznillah (dengan izin Allah) dapat membantu seseorang dalam beramal. Sebagian orang mengeluhkan sempitnya rezeki. Atau dia memiliki kelapangan rezeki, namun tidak merasakan keberkahan di balik itu. Tentu Ar-Razzaq (Sang Maha Pemberi Rezeki) telah menjamin rezeki bagi setiap makhluk, sebagaimana dalam firman-Nya,
وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ
“Tidaklah ada seekor hewan yang melata di muka bumi, melainkan Allahlah yang telah menanggung rezekinya. Dia mengetahui tempat tinggal dan penyimpanannya. Semua itu tercatat di kitab yang nyata.” (Hud: 6)
Berikut ini kami akan menyebutkan amalan-amalan yang menjadi sebab terbukanya pintu-pintu rezeki bagi seseorang berdasarkan ayat al-Qur’an dan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Takwa kepada Allah
Ketakwaan menjadi sebab terbukanya pintu-pintu rezeki bagi seseorang. Allah Ta’ala berfirman,
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak dia sangka-sangka.” (ath-Thalaq: 2-3)
Adapun takwa yang dapat membuka pintu rezeki dan keberkahan ialah sebagaimana yang didefinisikan oleh Imam Thalq bin Habib rahimahullah, “Takwa adalah engkau menaati Allah di atas cahaya ilmu dari-Nya, karena mencari pahala Allah. Dan engkau meninggalkan maksiat di atas cahaya ilmu dari-Nya, karena takut akan hukuman-Nya.” 1
Di dalam ayat yang lain, Allah Ta’ala berfirman bahwa takwa menjadi sebab turunnya rezeki dan keberkahan dari langit,
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ
”Seandainya penduduk sebuah negeri itu beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membuka berbagai keberkahan dari langit dan bumi untuk mereka.” (al-A’raaf: 96)
Banyak Bertaubat dan Beristighfar
Istighfar dan taubat juga merupakan sebab yang dapat mendatangkan rezeki bagi seseorang. Allah menghikayatkan ucapan Nabi Nuh ‘alaihissalam saat mendakwahi kaumnya,
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا . يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا . وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا
“Aku pun berkata kepada mereka, “Mintalah ampun kepada Rabb kalian, sungguh Dialah Sang Maha Pengampun. Dia akan menurunkan hujan lebat dari langit untuk kalian. Dia juga akan memperbanyak harta serta keturunan kalian dan menganugerahkan kebun-kebun serta sungai-sungai untuk kalian.” (Nuh: 10-12)
Imam al-Qurthubi rahimahullah menyampaikan kesimpulan, “Ini merupakan sebuah dalil bahwa istighfar dapat menjadi sebab turunnya rezeki dan hujan.” 2
Imam Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan, “Jika kalian bertaubat kepada Allah, beristighfar kepada-Nya, menaati-Nya, niscaya rezeki kalian akan berlimpah, Allah akan menurunkan hujan sebagai keberkahan dari langit, menumbuhkan tetumbuhan sebagai keberkahan dari bumi, menumbuhkan ladang kalian, dan mengalirkan susu (dari hewan ternak) bagi kalian.”
4Jujur dalam Bertawakal kepada Allah
Bertawakal tanpa melupakan dua rukun dasarnya, yaitu bersandar kepada Allah Ta’ala dan menempuh sebab. Dengan jujur dalam bertawakal akan menjadi sebab yang dapat mengalirkan pundi-pundi rezeki kepada seseorang. Sebagaimana dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,
لو أنَّكم كنتُم توَكلونَ علَى اللهِ حقَّ توَكلِه لرزقتُم كما يرزقُ الطَّيرُ تغدو خماصًا وتروحُ بطانًا
“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, Dia akan memberi kalian rezeki sebagaimana Dia memberi rezeki kepada seekor burung yang pada pagi hari dalam keadaan lapar sedangkan pada sore hari perutnya telah kenyang.” (HR. At-Tirmidzi no.2344 dan riwayat ini merupakan lafal hadits beliau, Ibnu Majah no.4164, dan Ahmad no.205, disahihkan oleh Imam al-Albani rahimahullah)
Menyambung Tali Silaturahmi
Imam al-Bukhari menyebutkan sebuah bab dalam kitab Shahih beliau: “Orang-orang yang dilapangkan rezekinya dengan menyambung tali silaturahmi.” 5 Di bawahnya (setelah menyebutkan bab) beliau menyebutkan hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
«مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ.»
“Barangsiapa yang senang dilapangkan rezekinya dan diperpanjang umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Al-Bukhari no.5985)
Dalam hadits lainnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
تَعَلَّموا من أنسابِكم ما تَصِلُونَ به أرحامَكم ؛ فإن صلةَ الرحِمِ مَحَبَّةٌ في الأهلِ، مَثْرَاةٌ في المالِ، مَنْسَأَةٌ في الأَثَرِ .
“Pelajarilah dari nasab (silsilah keturunan) kalian sesuatu yang dapat menghubungkan kalian dengan kerabat kalian. Karena menyambung silaturahmi itu menumbuhkan cinta di antara keluarga, menambah rezeki, dan memperpanjang umur.” (HR. at-Tirmidzi no.1979, dishahihkan oleh al-Albani rahimahullah)
Menjauhi Maksiat
Sebagaimana takwa itu dapat menjadi sebab datangnya rezeki, maka sebaliknya maksiat menjadi sebab yang dapat menghilangkan rezeki. Allah Ta’ala menceritakan suatu kaum yang dikaruniai limpahan rezeki, namun Allah lenyapkan semua karunia itu disebabkan maksiat yang mereka lakukan. Allah Ta’ala berfirman,
وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُّطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِّن كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ
“Allah memberikan perumpamaan tentang suatu kaum yang dahulu mereka hidup aman sentosa, rezeki mengalir kepada mereka dari segala penjuru. Lalu mereka kufur terhadap nikmat Allah. Maka Allah pun menimpakan rasa lapar dan rasa takut kepada mereka disebabkan perbuatan mereka sendiri.” (an-Nahl: 112)
Bersyukur dan Ridha dengan Pemberian Allah
Bersyukur juga dapat menjadi sebab bertambahnya kenikmatan bagi seseorang dan sebagai pengikat rezeki tersebut. Allah Ta’ala berfirman,
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Ingatlah saat Rabb kalian mengumumkan: Jika kalian bersyukur, akan Aku Tambahkan kenikmatan bagi kalian. Namun jika kalian kufur, sungguh azab-Ku sangatlah pedih.” (Ibrahim: 7)
Terdapat masih ada sebab-sebab lain yang dapat mendatangkan rezeki dan keberkahan bagi manusia. Namun kami cukupkan dengan enam sebab ini.
Nasihat Bagi yang Belum Mendapatkan Kelapangan Rezeki
Bagimu yang belum mendapatkan kelapangan rezeki, ingat bahwa kekayaan yang sebenarnya ialah kekayaan hati. Tanamkan ucapan Imam as-Sa’di rahimahullah, “Sesungguhnya kaya itu dengan kaya hati, maka betapa banyak orang yang memiliki kekayaan namun hatinya menderita, dan betapa banyak orang yang miskin tak memiliki apa-apa namun hatinya kaya dengan ridha, dan merasa cukup dengan rezeki Allah.” 6
Ingatlah bahwa kekayaan dan kemiskinan hakikatnya hanyalah sekadar ujian, Imam Hasan al-Bashri rahimahullah berkata, “Seandainya Allah menghendaki, Dia akan menjadikan kalian semua kaya tanpa ada yang miskin di antara kalian. Dan seandainya Dia menghendaki pula, Dia akan menjadikan kalian semua miskin tanpa ada yang kaya di antara kalian. Namun Allah hendak menguji sebagian kalian atas sebagian yang lain karena Dia ingin melihat sejauh mana sikap dermawan dari si kaya dan sebesar apa kesabaran si miskin.” 7
Ya, “Bersabar atas kemiskinan merupakan derajat yang tidak dapat diraih kecuali oleh orang-orang yang besar… Aku tidak dapat membandingkan keutamaan sabar atas sesuatu pun,” ucap Imam Ahmad rahimahullah 8
Inilah pembahasan tentang 6 sebab datangnya rezeki dan keberkahan. Semoga pembahasan ini bisa bermanfaat bagi kaum muslimin. Aamiin. (ASS/AAA/…)
Penulis: Sa’ad Pangkep.
Referensi:
- Jami’ul Ulum wal Hikam hal. 380, karya Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah w. 795 H.
- Tafsir al-Qurthubi XVIII/302-303, karya Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad al-Anshari al-Qurthubi rahimahullah w. 671 H.
- Tafsir Ibnu Katsir VIII/233, karya Ibnu Katsir rahimahullah w. 774 H.
Footnotes
- Teks arab:
التقوى أنْ تعملَ بطاعةِ الله، على نورٍ من الله، ترجو ثوابَ الله، وأنْ تتركَ معصيةَ الله على نورٍ من الله تخافُ عقابَ الله
Jami’ul Ulum wal Hikam hal. 380, karya Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah w. 795 H.
- Teks arab:
دَلِيلٌ عَلَى أَنَّ الِاسْتِغْفَارَ يُسْتَنْزَلُ بِهِ الرِّزْقُ وَالْأَمْطَارُ.
Tafsir al-Qurthubi XVIII/302, karya Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad al-Anshari al-Qurthubi rahimahullah w. 671 H.
- Teks arab:
إِذَا تُبْتُمْ إِلَى اللَّهِ وَاسْتَغْفَرْتُمُوهُ وَأَطَعْتُمُوهُ، كَثُرَ الرِّزْقُ عَلَيْكُمْ، وَأَسْقَاكُمْ مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبَتَ لَكُمْ مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ، وَأَنْبَتَ لَكُمُ الزَّرْعَ، وَأَدَرَّ لَكُمُ الضَّرْعَ.
Tafsir Ibnu Katsir VIII/233, karya Ibnu Katsir rahimahullah w. 774 H.[efn_/note]
Imam al-Qurthubi rahimahullah menukil kisah dari Imam Ibnu Shubaih rahimahullah: Seorang lelaki mengadu kepada al-Hasan tentang kekeringan (kurangnya hujan). Lalu beliau berkata kepadanya, “Beristighfarlah.” Lelaki lain mengadu kepadanya tentang kemiskinan, maka beliau berkata kepadanya, “Beristighfarlah.” Orang lain berkata kepadanya, “Berdoalah kepada Allah agar Dia memberiku anak.” Maka beliau berkata kepadanya, “Beristighfarlah.” Dan seorang lagi mengadu kepada beliau tentang kebun miliknya yang kering, maka beliau berkata kepadanya, “Beristighfarlah.”
Kami pun bertanya kepada beliau tentang hal itu. Beliau menjawab, “Aku tidak mengatakan sesuatu berdasarkan pendapatku sendiri. Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman dalam Surat Nuh: ‘Mohonlah ampun kepada Rabb kalian. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Dia akan menurunkan hujan kepada kalian dengan lebat, memberikan harta dan anak-anak kepada kalian, menjadikan kebun-kebun untuk kalian, dan mengalirkan sungai untuk kalian.” 3 Teks arab:
قَالَ ابْنُ صُبَيْحٍ: شَكَا رَجُلٌ إِلَى الْحَسَنِ الْجُدُوبَةَ فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. وَشَكَا آخَرُ إِلَيْهِ الْفَقْرَ فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. وَقَالَ لَهُ آخَرُ. ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَرْزُقَنِي وَلَدًا، فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. وَشَكَا إِلَيْهِ آخَرُ جَفَافَ بُسْتَانِهِ، فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. فَقُلْنَا لَهُ فِي ذَلِكَ؟ فَقَالَ: مَا قُلْتُ مِنْ عِنْدِي شَيْئًا، إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ فِي سُورَةِ” نُوحٍ“: اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كانَ غَفَّاراً. يُرْسِلِ السَّماءَ عَلَيْكُمْ مِدْراراً. وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهاراً
Tafsir al-Qurthubi XVIII/302, karya Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad al-Anshari al-Qurthubi rahimahullah w. 671 H.
- yaitu dengan judul arab: بَابُ مَنْ بُسِطَ لَهُ فِي الرِّزْقِ بِصِلَةِ الرَّحِمِ Setiap bab dari kitab Shahih al-Bukhari menunjukkan tentang fikih dan kesimpulan hukum yang beliau ambil dari hadits yang akan beliau nukilkan.
- Teks arab:
إنّما الغنى غنى القلب، فكم من صاحب ثروة وقلبه فقير متحسر، وكم من فقير ذات اليد، وقلبه غني راض، قانع برزق الله
Bahjatu Qulubil Abrar hal.167, karya al-Allamah Abdurahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah.
- Teks arab:
إنّما الغنى غنى القلب، فكم من صاحب ثروة وقلبه فقير متحسر، وكم من فقير ذات اليد، وقلبه غني راض، قانع برزق لو شاء اللَّه لجعلكم أغنياءَ لا فقيرَ فيكم، ولو شاء اللَّه لجعلكم فقراءَ لا غني فيكم، ولكن ابتلى بعضَكم ببعضٍ لينظر كيف عطفُ الغني وكيف صبرُ الفقير
At-Taysir fit Tafsir jil.12 hlm.365 karya Najmuddin Umar bin Muhammad An-Nasafi Al-Hanafi W.537.
- Teks arab:
الصبر على الفقر مرتبة لا ينالها إلا الأكابر …لا أعدل بفضل







Komentar