oleh

Seuntai Nasihat Bagi Pemuda yang Belum Mampu untuk Menikah 

-Fatwa-3,356 views

Masa muda merupakan salah satu fase kehidupan yang penuh dengan berbagai macam ujian dan gejolak syahwat terhadap beragam jenis perbuatan tak terpuji. Maka agama Islam membimbing umatnya (terutama para pemuda) agar segera melaksanakan pernikahan sebagai bentuk preventif dari perzinaan dan semisalnya.

Pernikahan merupakan solusi agar terhindar dari berbagai kejelekan. Akan tetapi tak semua yang menginginkan pernikahan mampu melaksanakannya karena berbagai faktor yang menghalangi. Berikut ini fatwa dari syaikh Abdul Aziz bin baz rahimahullah -selaku mufti Arab Saudi- yang dapat menjadi solusi biidznillah dari problematika tersebut.

Pertanyaan

Salah seorang penanya berkata,

“Aku adalah seorang pemuda berusia 20 tahunan yang hendak menyempurnakan separuh agama, akan tetapi tak sanggup untuk menikah. Maka apa bimbingan Anda untukku dalam kondisi ini?”

Jawaban

Disebutkan dalam sebuah hadits bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، فَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

“Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kalian yang memiliki kemampuan untuk menikah, maka hendaknya dia menikah. Karena hal tersebut lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih dapat menjaga kemaluan. Akan tetapi siapa yang belum mampu, maka hendaknya dia berpuasa karena hal itu (puasa) merupakan perisai baginya.”1

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membimbing (dalam hadits tersebut) untuk berpuasa (bagi siapa yang belum mampu menikah). Maka seharusnya dia berpuasa dan meminta pertolongan kepada Allah Ta’ala untuk menahan syahwat dan meredakannya dengan sebab puasa tersebut, serta meminta keselamatan dari kejelekannya (syahwat) selama memungkinkan karena puasa adalah perisai yang dapat meredakan syahwat dan mencegah lonjakannya.

Manfaat puasa

Berikut ini di antara manfaat puasa,

  • Puasa merupakan obat penawar dari syahwat.
  • Solusi dari ambisi manusia untuk menikah (bagi yang tidak mampu).
  • Merupakan sebab tunduknya pandangan.
  • Di antara sebab lemahnya penguasaan setan terhadap manusia, karena dia mengalir di aliran darah anak Adam (manusia) dan puasa dapat melemahkannya (aliran darah).

Alhasil, puasa dapat meredam kecenderungan dan kecondongan terhadap hubungan badan. Maka dengannya akan tercapai bagian yang besar dari tujuan.

Apabila dia mengkonsumsi obat tertentu yang dapat meredakan syahwat tanpa menghilangkannya (syahwat), bahkan syahwatnya tetap ada ketika dibutuhkan, maka (hal seperti ini) tidak mengapa dan terhitung sebagai pengobatan. 2

Semoga fatwa yang disadur ini dapat menjadi bimbingan dan nasihat bagi pemuda yang belum mampu untuk menikah dan semoga para pemuda dimudahkan dalam mengamalkannya.


Baca Juga: Hukum Nikah Mut’ah dalam Islam


Referensi:

  1. Fatawa Nur ‘Alad Darb karya Mufti Saudi Arabia Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah (W. 1420 H/ 1999 M)
  2. Shahih Bukhari karya Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim al-Bukhari rahimahullah (W.  256 H)
  3. Shahih Muslim Karya Abul Hajjaj Muslim bin Hajjaj bin Muslim al-Qusyairi rahimahullah (W. 261 H)

Ket: Sub Judul “Manfaat Puasa” dari penulis

Penulis: Muhammad Zidan Hibatillah

(ZDN/MPS/UAT)

 

Footnotes

  1. HR. al-Bukhari no. 4779 dan Muslim no. 1400 dari sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu 
  2. السؤال

      يقول: أنا شاب في العشرين من عمري أريد أن أكمل نصف ديني ولكن لا أستطيع الباءة، فما هي نصيحتكم لي والحالة هذه؟

    الجواب

    ثبت عن رسول الله عليه الصلاة والسلام أنه قال: يا معشر الشباب! من استطاع منكم الباءة فليتزوج، فإنه أغض للبصر وأحصن للفرج، فمن لم يستطع فعليه بالصوم فإنه له وجاء فالرسول أرشد عليه الصلاة والسلام إلى الصوم (من عجز عن الباءة) يعني: عن المئونة للنكاح، فإن عليه أن يصوم ويستعين بالصوم على إمساك الشهوة وتخفيضها، والسلامة من شرها مهما أمكن، فالصوم بإذن الله يحصل به الوجاء يعني: الخصاء، يعني: يحصل به إضعاف الشهوة، ويحصل به كفها عن الشدة
    فالحاصل: أن الصوم فيه علاج للشهوة وفيه علاج لطموح الإنسان إلى النكاح، ومن أسباب غض البصر، ومن أسباب ضعف سلطان الشيطان، فإنه يجري من ابن آدم مجرى الدم، والصوم يضعف ذلك

    فالحاصل: أن الصوم يضعف هذه النزعة وهذا الميول إلى الجنس، فيحصل به يعني شيء كبير من المقصود، وإن تعاطى شيء من الأدوية التي تضعف الشهوة ولا تقطعها، إذا تعاطى شيء من الأدوية التي يحصل بها يعني إضعاف الشهوة وتخفيف الشهوة لكن لا يقطع الشهوة بل تبقى الشهوة عند الحاجة، هذا لا بأس أيضاً، قد يكون علاج أيضاً. نعم

    Lihat Fatawa Nur Alad Darb hal. 27 jilid 20 

    Link web: https://binbaz.org.sa/fatwas/4315/%D9%86%D8%B5%D9%8A%D8%AD%D8%A9-%D9%84%D9%84%D8%B4%D8%A8%D8%A7%D8%A8-%D8%BA%D9%8A%D8%B1-%D8%A7%D9%84%D9%82%D8%A7%D8%AF%D8%B1%D9%8A%D9%86-%D8%B9%D9%84%D9%89-%D8%A7%D9%84%D8%B2%D9%88%D8%A7%D8%AC

join chanel telegram islamhariini 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *