Bolehkah niat puasa sunnah di siang hari? Pertanyaan seperti ini bukanlah hal yang jarang muncul. Namun, seorang muslim yang memiliki semangat dalam mempelajari agamanya tentu akan bertanya tentang sesuatu yang ia ragukan atau belum ia ketahui hukumnya. Pada artikel ini, kita akan membahas permasalahan: bolehkah berniat puasa sunnah di siang hari?
Jawabannya adalah boleh. Bagaimana bisa demikian? Tentu, dalam masalah ini terdapat dalil yang menjadi landasan bolehnya hal tersebut.
Dalil tentang Niat Puasa Sunah di Siang Hari
Dalil pada permasalahan tersebut adalah hadits yang diriwayatkan oleh Ummul Mukminin Shahabiyah ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. Beliau berkisah,
دَخَلَ عَلَيَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ: «هَلْ عِنْدَكُمْ شَيْءٌ؟» فَقُلْنَا: لَا، قَالَ: «فَإِنِّي إِذَنْ صَائِمٌ» ثُمَّ أَتَانَا يَوْمًا آخَرَ فَقُلْنَا: يَا رَسُولَ اللهِ، أُهْدِيَ لَنَا حَيْسٌ فَقَالَ: «أَرِينِيهِ، فَلَقَدْ أَصْبَحْتُ صَائِمًا» فَأَكَلَ
“Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menemuiku lalu beliau bertanya,
“Apakah kalian memiliki sesuatu (makanan)?” Aku menjawab, “Tidak ada.” Beliau pun bersabda, “Kalau begitu, aku berpuasa.”
Kemudian pada hari yang lain beliau kembali mendatangi kami. Lalu kami berkata, “Wahai Rasulullah, kami telah diberi hadiah hais (makanan yang terbuat dari kurma yang dicampur dengan minyak samin).”
Beliau bersabda, “Coba perlihatkan kepadaku makanan itu. Sungguh tadi pagi aku telah berniat puasa.” Lalu beliau pun memakannya.” 1
Baca Juga: Bagaimana Cara Niat Puasa Ramadhan yang Baik dan Benar?
Fatwa Ulama tentang Niat Puasa Sunah di Siang Hari
Di sana terdapat sebuah fatwa dari Lajnah Ad-Daimah lil Buhuts al-‘Ilmiyyah wal Ifta (Dewan Penelitian dan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia) tentang kebolehan hal tersebut. Dewan Fatwa ini pernah menerima pertanyaan sebagai berikut:
“Apakah sah puasa seseorang yang berniat puasa sunnah setelah terbit fajar (di siang hari), sementara ia belum makan atau minum apa pun sejak terbitnya fajar?”
Maka mereka menjawab,
“Sah hukumnya berniat puasa sunnah di siang hari, dengan syarat orang tersebut belum makan, minum, atau melakukan jima’ (hubungan suami istri) sejak terbitnya fajar.”
Hadits Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha di atas menjadi landasan hukum dalam permasalahan ini. Artinya, puasa seseorang yang berniat puasa sunnah di siang hari tetap sah, selama ia belum makan, minum, atau melakukan jima’ sejak terbit fajar.
Adapun jika ia telah melakukan salah satu dari hal tersebut, maka tidak sah baginya berniat puasa pada hari itu.
Masalah ini hanyalah satu contoh dari sekian banyak permasalahan agama yang masih belum diketahui oleh sebagian kaum muslimin. Oleh karena itu, dengan mempelajari dan mengetahui penjelasan seperti ini, diharapkan dapat menambah wawasan dan ilmu kita tentang agama.
Sebagaimana yang diberitakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa menuntut ilmu dan mencarinya merupakan kewajiban bagi setiap muslim. 2 Semoga bermanfaat. Aamiin. (LBK/LTC/ATH)
Penulis: Luqman Bilal
Referensi:
- Shohih Muslim, karya imam Muslim bin Hajjaj (W. 261 H) rahimahullah.
- Sunan Ibnu majah, karya imam Abu Abdillah Muhammad bin Yazid al-Qazwini (W. 273 H) rahimahullah.
- Fatwa Lajnah ad-Daimah, No.1700











Komentar