oleh

Tanda-tanda Kemunafikan

Lafazh Hadits

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَأَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا، وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا: إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ، وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ، وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ 

Terjemah Hadits

Dari sahabat yang mulia Abdullah bin ‘Amer radhiyallahu ‘anhu, bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Ada empat perkara yang jika hal tersebut terdapat pada seseorang maka dia akan menjadi seorang munafik tulen, dan barang siapa yang terdapat padanya salah satu dari tanda-tanda itu, maka terdapat padanya tanda kemunafikan sampai dia meninggalkannya: jika diberi amanah mengkhianati, jika berbicara berdusta, jika berjanji mengingkari dan jika berselisih curang. (HR. Bukhari dan Muslim)

Takhrij Hadits

Hadits ini shahih, diriwayatkan oleh al-Imam al-Bukhari pada kitab shahihnya dalam kitab al-Iman pada bab ‘Alamatul munafiq no. 34 dan al-Imam Muslim dalam shahihnya pada kitab al-Iman dalam bab khishaalul munaafiq no. 106.

Sahabat Perawi Hadits

Nama lengkap beliau adalah ‘Amr bin al-‘Ash al-Qurasyi as-Sahmi, kuniyah beliau Abu Muhammad. Beliau salah satu sahabat yang banyak meriwayatkan hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Termasuk ulamanya para sahabat. Wafat pada tahun 68 Hijriyah.

Makna Hadits Secara Global

Kemunafikan adalah penyakit yang sangat berbahaya atas agama Islam dan kaum muslimin. Kemunafikan adalah sifat yang tercela bagi kaum yang menampakkan keislaman sebagai tipu muslihat untuk meraih kepentingan materi yang kemudian dengan itu menghancurkan Islam dari dalam.

Allah ta’ala melaknat orang munafik, mencela dan mengancam mereka dengan adzab yang pedih dangan memasukkan mereka kedalam neraka yang paling dalam.

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia, di dalam hadits ini menjelaskan empat diantara sifat-sifat dan tanda-tanda mereka yang paling jelas.

  1. Mengkhianati amanah, dan ini sejelek-jelek akhlak.

    Maka semua apa yang dibawa oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari perkara akidah dan syariat-syariat Islam adalah amanah yang dibebankan di atas pundak-pundak orang-orang berilmu, jika mereka menguranginya dalam menyampaikan dan menyebarkannya maka mereka termasuk orang-orang yang berkhianat kepada Allah Ta’ala dan Allah melaknat serta murka kepada mereka. Allah ta’ala berfirman:

    إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِنْ بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولَئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللَّاعِنُونَ

    “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, setelah kami jelaskan kepada manusia dalam kitab (Al-Qur’an), mereka itulah yang dilaknat Allah dan dilaknat oleh orang-orang yang melaknat” (al-Baqarah: 159)

    Maka wajib bagi orang-orang berilmu tentang syariat Islam untuk menyampaikan apa yang dibawa oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena sesungguhnya itu adalah amanah yang besar dan agung, dan menyembunyikannya adalah pengkhianatan yang besar dan berbahaya. Allah Ta’ala berfirman:

    يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

    “Wahai orang-orang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan rasul dan janganlah kalian mengkhianati amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kalian mengetahui”.(al-Anfal: 27)

  2. Dusta dalam ucapannya, sesungguhnya hal tersebut pondasi kemunafikan dan termasuk sejelek-jelek akhlak.

    Seluruh ummat manusia menghormati kejujuran dan membenci perbuatan dusta serta memandang rendah pelakunya. Maka bersemangatlah untuk menjadi orang-orang yang jujur dalam ucapan maupun perbuatan kita.
    Jauhilah sifat dusta dan orang-orang pendusta karena dusta adalah diantara sifat manusia yang hina. Mereka adalah orang-orang munafik sebagaimana dalam hadits di atas.

  3. Mengingkari, membatalkan serta mengkhianati janji.

    Hal itu adalah termasuk sejelek-jelek akhlak dan yang paling rendahnya. Cukuplah sebagai tanda jeleknya perangai ini diantara akibatnya adalah penyakit kemunafikan, Allah Ta’ala berfirman:

    فَأَعْقَبَهُمْ نِفَاقًا فِي قُلُوبِهِمْ إِلَى يَوْمِ يَلْقَوْنَهُ بِمَا أَخْلَفُوا اللَّهَ مَا وَعَدُوهُ وَبِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ

    “Maka Allah menanamkan kemunafikan dalam hati mereka sampai pada waktu mereka menemui-Nya, karena mereka telah mengingkari janji yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan karena mereka selalu berdusta”. (at-Taubah: 77)

    Waspadalah dari tergelincir ke dalam akhlak yang rendah ini, dan bersemangatlah untuk menunaikan janji serta memuliakannya sampai kalian menjadi orang-orang yang berakal, Allah Ta’ala berfirman:

    أَفَمَنْ يَعْلَمُ أَنَّمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ الْحَقُّ كَمَنْ هُوَ أَعْمَى إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ

     الَّذِينَ يُوفُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَلَا يَنْقُضُونَ الْمِيثَاقَ

    Hanya orang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran. Orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak melanggar perjanjian. (ar-Ro’d: 19-20)

  4. Berbuat curang dalam perselisihan.

    Tidak berhenti ketika kebenaran telah tampak, maka itu adalah dosa besar dan kejahatan yang berbahaya. Bahkan akan mengantarkan kepada kejelekan serta kerusakan yang besar, berupa perampasan harta, menjatuhkan harga diri orang lain dan sebagainya.
    Berapa banyak dari harta-harta yang dirampas, kehormatan orang dilecehkan serta darah ditumpahkan disebabkan kejelekan-kejelekan yang dilakukan oleh orang-orang munafik dalam perselisihan mereka.

Berapa banyak dari orang-orang yang menginginkan kebenaran, namun orang-orang munafik menyimpangkannya dari jalan yang lurus dan menjauhkan dari kebenaran. Kalau bukan karena kejelekan mereka niscaya mayoritas kaum muslimin berpegang teguh dengan agama Allah Ta’ala dengan sebenar-benarnya dan meniti jalannya orang-orang beriman dari kalangan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Para pembaca islamhariini.com yang semoga dirahmati Allah Ta’ala, kita memohon kepada Allah Ta’ala agar kita dijauhkan dan dilindungi dari perbuatan-perbuatan kemunafikan sekaligus agar dijauhkan dari sifat-sifatnya yang jelek lagi berbahaya bagi agama kita. Amiin. HRS

 

join chanel telegram islamhariini 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait