oleh

Silsilah Bimbingan Aqidah Yang Lurus (4)

Hakekat Ibadah

HAKEKAT IBADAH adalah MENGESAKAN ALLAH dengan segala bentuk peribadatan, yaitu do’a, khauf (takut), rajaa’ (berharap), shalat, puasa, dzabhu (menyembelih hewan), bernadzar, dan berbagai macam ibadah lainnya yang dilaksanakan dalam bentuk penuh ketundukan kepada-Nya, penuh harap dan cemas, disertai kecintaan yang sempurna kepada-Nya dan merendahkan diri dihadapan keagungan-Nya.

Dalil Hakekat Ibadah

Mayoritas ayat-ayat al-Qur’anul Karim turun untuk menjelaskan prinsip yang sangat agung ini.

Seperti firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ أَلا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ

“Beribadahlah kepada Allah dengan memurnikan amal hanya untuk-Nya. Ketahuilah bahwa hanya milik Allah sajalah agama yang murni.” (Az Zumar: 2-3)

Allah juga berfirman,

وَقَضَى رَبُّكَ أَلا تَعْبُدُوا إِلا إِيَّاهُ

“Rabbmu telah memutuskan, bahwa ‘janganlah kalian beribadah kecuali kepada-Nya.’ ” (Al Isra’: 23)

فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

“Maka berdo’alah/beribadahlah kalian kepada Allah dengan memurnikan amal hanya untuk-Nya, walaupun orang-orang kafir membencinya.” (Ghafir: 14)

Dalam dua kitab shahih (yaitu Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim) diriwayatkan dari shahabat Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

((حق الله على العباد أن يعبدوه ولا يشركوا به شيئا)).

 

“Hak Allah terhadap hamba-hamba-Nya adalah : “mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun.””

Dikutip dari kitab “AL-‘AQIDAH ASH-SHAHIHAH WA MAA YUDHADDUHA”,

Baca Juga: Islam dan Tradisi Sesajen Apakah Bisa Bersatu?
join chanel telegram islamhariini 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait