Rukun Islam Yang Pertama Apa

oleh

Rukun Islam Yang Pertama Apa? Rukun Islam yang pertama adalah syahadat (persaksian) bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.

Makna rukun Islam yang pertama beserta dalilnya

Syahadat (Persaksian) Beserta Dalilnya

  • Adapun dalil syahadat tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah adalah firman Allah Ta’ala:

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ ۚ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu juga menyatakan demikian itu. Tak ada sesembahan yang berhak untuk diibadahi melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Ali Imran: 18)

Makna لَا إِلَٰهَ إِلَّااللَّه

Makna لَا إِلَٰهَ إِلَّااللَّه  (tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah semata): 

  1. Penafian / pengingkaran.

Penggalan kalimat لَا إِلَٰهَ (tidak ada sesembahan) adalah penafian (pengingkaran). Artinya adalah menolak dan meniadakan serta mengingkari segala sesuatu yang diibadahi selain Allah Ta’ala.

  1. Penetapan / Itsbat

Penggalan kedua إِلَّااللَّه (kecuali Allah) adalah itsbat (penetapan), artinya menetapkan ibadah hanya untuk Allah Ta’ala semata. Karena tidak ada sekutu bagi Allah dalam ibadah sebagaimana tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kerajaan dan kekuasaan-Nya.

Penafsiran serta penjelasan dari pernyataan di atas adalah firman Allah Ta’ala:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ إِنَّنِي بَرَاءٌ مِمَّا تَعْبُدُونَ

إِلَّا الَّذِي فَطَرَنِي فَإِنَّهُ سَيَهْدِينِ

“Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Sesungguhnya aku berlepas diri terhadap apa yang kalian sembah,  akan tetapi aku menyembah Rabb Yang telah menciptakanku, karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku”. ” (Az Zukhruf: 26-27)

Begitu juga dengan firman Allah Ta’ala:

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ ۚ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

“Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah berpegang kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kalian, bahwa kita tidak menyembah kecuali Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun dan tidak pula sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai sesembahan selain Allah“. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.” (Ali Imran: 64)

  • Adapun dalil syahadat Muhammad adalah utusan Allah adalah firman Allah Ta’ala:

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Sungguh telah datang kepada kalian seorang Rasul dari kaum kalian sendiri, berat terasa olehnya penderitaan kalian, ia sangat menginginkan keimanan dan keselamatan bagi kalian, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (At Taubah: 128)

Makna syahadat محمد رسول الله 

Makna syahadat محمد رسول الله  “Muhammad adalah Rasulullah” yaitu:

  1. mentaati perintah beliau,
  2. membenarkan berita dan kabar yang beliau bawa,
  3. menjauhi apa yang dilarangan dan dicegah oleh beliau serta
  4. tidak beribadah kepada Allah kecuali dengan syariat beliau

Artikel ini hanya membahasa Rukun Islam Yang Pertama Apa? Adapun pembahasan rukum Islam secara lengkap ada pada artikel Makna Rukun Islam Beserta Dalilnya