Home / Aqidah dan Tauhid / Inilah Sebab Mengapa Aqidah itu Penting
Mengapa Aqidah itu Penting
Mengapa Aqidah itu Penting

Inilah Sebab Mengapa Aqidah itu Penting

Mengapa aqidah itu penting? Aqidah adalah perkara yang sangat penting karena di atasnya dibangun amalan-amalan seorang muslim. Apabila aqidah seseorang telah rusak maka amalan yang terbangun di atasnya akan ikut rusak pula.

Nilai sebuah amalan bergantung pada bagus atau tidaknya pondasi amalan itu. Karena aqidah dan amalan bagaikan ruh dan jasad.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَنْ أَبِيْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ:

(بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ; شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ البَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ) رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ

Dari Ibnu ‘Umar radhiallahu ‘anhuma , beliau berkata:

“Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Islam di bangun di atas lima dasar; bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah dan berpuasa di bulan Ramadhan”.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 8 dan 4514 dan Muslim no. 16)

Berkata Al-Imam An-Nawawi:
“Sesungguhnya hadits ini adalah pondasi yang agung dalam mengilmui agama dan di atas pondasi inilah tegaknya Islam. Hadits tersebut telah menghimpun rukun-rukun agama.”(Syarah Shahih Muslim, 1/152)

Rasulullah Mengajarkan Mengapa Aqidah itu Penting

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam mengajarkan kepada para sahabat akan pentingnya masalah aqidah dan tauhid.

Mari kitak simak salah satu metode pengajaran agung itu, untuk selanjutnya kita gunakan pula dalam membimbing anak-anak kita meretas jalan menuju hidayah dan bimbingan Allah.

Disebutkan dalam suatu hadits:

عَنْ أَبِي الْعَبَّاسِ عَبْدِ اللهِ بنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: كُنْتُ خَلْفَ رَسُوْلَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلّم فَقَالَ: (يَا غُلاَمُ إِنّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ: احْفَظِ اللهَ يَحفَظْكَ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَاَ سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ، وَإِذَاَ اسْتَعَنتَ فَاسْتَعِن بِاللهِ، وَاعْلَم أَنَّ الأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعَت عَلَى أن يَنفَعُوكَ بِشيءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلا بِشيءٍ قَد كَتَبَهُ اللهُ لَك، ولَوِ اِجْتَمَعوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشيءٍ لَمْ يَضروك إلا بشيءٍ قَد كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفعَت الأَقْلامُ، وَجَفّتِ الصُّحُفُ) رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ وَقَالَ: حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ

وَفِي رِوَايَةِ غَيْرِ التِّرْمِذِيّ: (اِحفظِ اللهَ تَجٍدْهُ أَمَامَكَ، تَعَرَّفْ إلى اللهِ في الرَّخاءِ يَعرِفْكَ في الشّدةِ، وَاعْلَم أن مَا أَخطأكَ لَمْ يَكُن لِيُصيبكَ، وَمَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُن لِيُخطِئكَ، وَاعْلَمْ أنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الفَرَجَ مَعَ الكَربِ، وَأَنَّ مَعَ العُسرِ يُسراً)



Abul Abbas, Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata:

Aku pernah berboncengan bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu beliau bersabda:

”Wahai anak kecil, sungguh aku akan mengajarimu beberapa kalimat:

  • Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu,
  • jagalah Allah niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu.
  • Apabila kamu meminta sesuatu mintalah kepada Allah,
  • apabila engkau memohon pertolongan maka mintalah kepada Allah.
  • Ketahuilah, kalau seandainya umat manusia bersatu untuk memberikan kemanfaatan kepadamu dengan sesuatu, niscaya mereka tidak akan mampu memberi manfaat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tentukan untukmu, dan
  • kalau seandainya mereka bersatu untuk menimpakan bahaya kepadamu dengan sesuatu, niscaya tidak akan membahayakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan akan menimpamu. Pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.” (HR. at Tirmidzi, dan dia berkata hadits ini hasan shahih)

Dalam riwayat selain riwayat at Tirmidzi, dengan lafadz:

  • ”Jagalah Allah niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu,
  • ingatlah Allah dalam keadaan engkau lapang, niscaya Dia akan mengingatmu dalam keadaan engkau sulit.
  • Dan ketahuilah, bahwa segala sesuatu yang Allah tetapkan luput darimu, niscaya tidak akan pernah menimpamu.
  • Dan segala sesuatu yang telah ditetapkan menimpamu, maka tidak akan luput darimu.
  • Ketahuilah, bahwa pertolongan itu bersama kesabaran dan
  • kelapangan itu bersama kesulitan dan
  • bersama kesukaran itu ada kemudahan.”

( Diriwayatkan oleh Ahmad dalam al Musnad (1/307), Hannad dalam az Zuhdu (1/304), ‘Abd bin Humaid dalam Musnadnya (hal. 214), ath Thabarani dalam al Kabir (11243), al Hakim dalam al Mustadrak (3/623), al Lalika’i dalam I’tiqad Ahlis Sunnah (4/614) dan al Baihaqi dalam Syu’abul Iman (2/27))

Inilah salah satu wasiat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam yang mewarnai kalbu Ibnu Abbas, menghunjam dan mengakar, serta membuahkan keimanan yang mantap kepada Allah.

Kita juga melihat bagaimana metode dakwah Rasulullah shalallahu ‘alaihi Wassalam, hal pertama kali yang ditanamkan adalah aqidah tauhid, bagaimana seharusnya manusia memposisikan dirinya di hadapan Allah.

Manusia seharusnya mencurahkan segala hidup dan kehidupannya untuk menghambakan diri hanya kepada Allah. Tidaklah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam mendahulukan sesuatu sebelum masalah aqidah tauhid diajarkan.

Sudah Jelaskah Mengapa Aqidah itu Penting? 

Semua perkara dalam agama adalah penting. Sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Malik tentang tidak ada perkara yang remeh dalam agama ini.

Pada suatu saat Imam Malik pernah ditanya dengan satu pertanyaan, kemudian beliau menjawab: “Saya tidak tahu”.

Mendengar jawaban ini si penanya terheran-heran dan berkata: “Sesungguhnya ini adalah masalah yang sepele, dan aku bertanya tentang hal ini semata-mata karena ingin memberi tahu kepada sang amir (penguasa)”.

Melihat hal ini, Imam Malik marah seraya berkata: “Kau mengatakan ini masalah sepele dan remeh? Tidak ada perkara yang remeh dalam agama ini!

Tidaklah kau mendengar ucapan Allah Subhanahu wa Ta’ala :

إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلاً ثَقِيلاً. المزمل

“Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat.”(al-Muzammil: 5)

Itulah mengapa aqidah itu penting bahkan seluruh ilmu agama itu berat dan penting, karena semuanya akan dipertanyakan pada hari kiamat.

Baca Juga

Hukum Menanam Bunga di Atas Kuburan

Hukum Menanam Bunga di Atas Kuburan

Menanam bunga atau tanaman di atas kuburan untuk meringankannya azab penghuni kubur sering kita temui …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *