oleh

Menempuh Sebab Keselamatan

Islam adalah agama yang mencakup segala kemudahan dan kesempurnaan, penuh kasih sayang terhadap pemeluknya, sehingga terdapat di dalamnya segala aturan-aturan yang akan menyelamatkan mereka dari segala hal yang membahayakan.

Seorang muslim yang beriman kepada takdir Allah Ta’ala serta meyakini bahwa setiap peristiwa yang terjadi – baik itu telah terjadi ataukah belum-, semua itu sesuai dengan kekuasaan Allah Ta’ala dan kehendak-Nya. Sehingga ia tidak akan pasrah, namun justru diperintah untuk menempuh sebab yang akan menyampaikan kepada tujuan yang ia inginkan dan hendaknya kita menjauhi sebab yang menghalangi tujuan kita. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut:

عَنْ جَابِرٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” أَطْفِئُوا المَصَابِيحَ بِاللَّيْلِ إِذَا رَقَدْتُمْ، وَغَلِّقُوا الأَبْوَابَ، وَأَوْكُوا الأَسْقِيَةَ، وَخَمِّرُوا الطَّعَامَ وَالشَّرَابَ. رواه البخاري

Dari sahabat Jabir radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwasannya nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Matikanlah lampu-lampu di malam hari apabila hendak tidur, tutuplah pintu rumah dan tempat minum kalian serta tutuplah makanan dan minuman kalian”. (HR. Bukhari)

Takhrij Hadits

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam shahih beliau, pada kitab Al-Isti’dzan, bab Ighlaqul Abwaab billail no.6296, begitu pula dalam shahih muslim no.2012 dengan lafadz yang berbeda.

Perawi Hadits

Beliau adalah sahabat yang mulia Jabir bin Abdillah bin ‘Amr bin Haram Al-Ansary As-Sulamy radhiyallahu ‘anhu, kedua orang tua beliau adalah shahabat yang tersohor pada masanya. Beliau termasuk penghafal hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau memiliki halaqah di masjid Nabawi sehingga banyak pelajar yang mengambil ilmu darinya. Sosok Jabir radhiyallahu ‘anhu hadir pada bai’at Aqabah dan beliau ikut berperang bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam banyak pertempuran hingga mencapai 19 pertempuran. Sahabat Jabir radhiyallahu ‘anhu berkata: “Aku tidak ikut perang Badr dan Uhud karena orang tua melarangku, namun pada pertempuran yang lain aku tidak pernah tertinggal”. Beliau wafat pada tahun 78 hijriyyah. Semoga Allah meridhai beliau.

Makna Hadits secara Global

Sungguh hadits di atas menjelaskan kepada kita atas perhatian agama Islam kepada pemeluknya dari sebab-sebab yang akan menyelamatkan mereka dalam kehidupannya. Hal ini menjadikan kita sadar bahwasannya Islam adalah agama yang sempurna. Tidak ada agama yang lebih mulia darinya, oleh karenanya kita dituntut untuk selalu bersyukur kepada Rabb yang telah menjadikan kita sebagai hamba pilihannya.

Faedah Hadits

  1. Islam menganjurkan untuk mengambil sebab-sebab kesehatan dan keselamatan.
  2. Sepantasnya bagi seorang muslim bersungguh-sungguh melakukan sebab-sebab syar’i yang akan menghalangi terjadinya bahaya.
  3. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan perkara-perkara ini, karena akan mengakibatkan bahaya terhadap seorang hamba.
  4. Menunjukkan kesempurnaan Islam yang mencakup maslahat diiniyah dan dunyawiyyah.
  5. Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani menyatakan bahwa pada setiap perintah yang disebutkan (dalam hadist ini) dilakukan dengan membaca basmalah. DW
join chanel telegram islamhariini 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait