oleh

Mencela Diri di Depan Orang Lain Termasuk Riya’

BUKAN HAL TERPUJI MENCELA DIRI DI DEPAN ORANG LAIN

🗒 Al Hafizh Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah menyatakan :


وها هنا نُكتةٌ دقيقة، وهي أن الإنسانَ قد يذُمُّ نفسهُ يين الناسِ يُريدُ بذلك أن يُرِي أَنه مُتواضعٌ عندَ نفسهِ، فيرتفعُ بذلكَ عندَهُم ويمدحُونَهُ بهِ، وهذا من دَقائقِ أبوابِ الرِّياءِ وقد نَبَّه عليهِ السلفُ الصالحُ. قال مُطَرِّفُ بنُ عبدِ الله بن الشِّخِّير: كَفى بالنفس إِطراءً أَن تَذُمَّهَا عَلَى الملأ، كأنك تُريدُ بذمِّها زينتَهَا، وذلك عند الله سَفَهٌ

“Di sini ada sebuah point detail penting, yaitu seseorang yang terkadang mencela dirinya sendiri di hadapan orang lain dengan tujuan memperlihatkan bahwa dia pribadi yang rendah hati (tawadhu’).

Maka dengan itu dia jadi terhormat dan manusia pun memujinya. Yang semacam ini sesungguhnya termasuk pintu riya’ yang samar. Dan para ulama terdahulu telah memperingatkan tentangnya. Berkata Mutharrif bin Abdillah bin Asy-Syikhir rahimahullah :

“Cukup sebagai bukti bahwa seseorang memuji dirinya sendiri tatkala dia mencelanya di hadapan orang-orang. Sebab seakan-akan engkau ingin menghiasinya dengan cara mencelanya. Dan di sisi Allah ini adalah tindakan yang bodoh.” (Syarh Hadits Maa Dzi’bani Ja-i’ani dalam Majmu’ Rasa’il Ibnu Rajab I/88)

🗒 Datang dari pernyataan Imam Al Hasan Al Bashri rahimahullah :

من ذم نفسه في الملأ فقد مدحها وذلك من علامات الرياء

“Siapa yang menjelek-jelekan dirinya sendiri di hadapan orang-orang; sungguh dia telah memuji dirinya. Dan ini termasuk tanda riya’.”

🗒 Pada redaksi lain dengan lafazh :

من ذم نفسه في الملأ فقد مدحها وبئس ما صنع

“Siapa yang menjelek-jelekan dirinya sendiri di hadapan orang-orang; sungguh dia telah memuji dirinya. Dan alangkah jelek perbuatan ini.” (Manaqib Al Hasan oleh Ibnul Jauzi, hlm. 364)

Allahumma Sallim, sallim.. Al Ustadz Hari 12 Rabi’ul Awal 1440 / 20 November 2018

join chanel telegram islamhariini 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait